PSM Makassar Datangkan Dua Pemain Asing

PSM Makassar datangkan dua pemain asing, Eero Markkanen (kiri) dan Aaron Evans (kanan) (Antara/Abriawan Abhe)

Setelah mendatangkan enam pemain lokal, PSM resmi mendapatkan dua pemain asing. Mereka diharapkan mampu meningkatkan performa tim dalam mengarungi musim 2019.

Makassar: Setelah mendatangkan enam pemain lokal, kini PSM Makassar resmi mendatangkan dua pemain asing. Mereka adalah Eero Markkanen dan Aaron Evans.

Eero Markkanen adalah penyerang asal Finlandia berusia 27 tahun yang didatangkan dari klub Swedia, Dalkurd FF. Ia juga merupakan kakak kandung dari pebasket NBA yang bermain untuk Chicago Bulls, Lauri Markkanen.

Sementara Aaron Evans didatangkan dari Barito Putera setelah kontraknya tidak diperpanjang. Bek 24 tahun asal Australia ini diharapkan mampu menggantikan peran Steven Paulle yang kontraknya tidak diperpanjang.

Baca juga: Nadeo Argawinata Tak Gentar Bersaing dengan Kiper Langganan Timnas

“Ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia, bahkan Asia. Saya cukup bersemangat untuk segera mulai bekerja,” kata Eero di laman resmi klub.

“PSM tim yang sangat besar dan selalu ada di posisi atas klasemen. Saya ingin segera berkontribusi untuk tim. Saya minta dukungan dari teman-teman setim,” tambah Aaron.

Video: Pemain Muda Indonesia Berguru di Spanyol

(ASM)

Diincar Klub Luar Negeri, Samsul Arif Setia di Barito Putera

Samsul Arif lebih memilih bertahan di Barito karena sudah menyatu dengan klub. Kedatangan Evan Dimas juga membuatnya yakin Barito mampu bersaing di level tertinggi.

Banjarmasin: Penyerang andalan Barito Putera, Samsul Arif, resmi meneken perpanjangan kontrak bersama klubnya saat ini. Meski mendapat tawaran bermain di luar negeri, Samsul sudah merasa nyaman di Barito sehingga memutuskan bertahan lebih lama lagi.

“Memang ada tawaran dari beberapa klub luar negeri dan dalam negeri. Tapi saya tetap memilih Barito,” papar Samsul.

“Saya sudah terlanjur merasa nyaman di sini. Apalagi suporter dan manajemen memperlakukan saya dengan sangat baik,” lanjutnya.

Baca juga: PSM Makassar Datangkan Dua Pemain Asing

Samsul berujar bahwa dirinya sudah menyatu dengan tim yang ada. Sehingga jika ia memutuskan hengkang, perkembangan kariernya akan terhambat karena harus beradaptasi dengan tim barunya.

“Selain itu, pilihan saya bertahan juga karena di sini ada Evan Dimas. Evan adalah anak muda potensial. Saya yakin kedatangannya akan mengangkat kualitas tim,” pungkasnya.

Video: Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ASM)

Arema Produksi 30 Ribu Jersey untuk Suporter

Dari 30 ribu jersey baru Arema yang akan diproduksi Munich-X, akan dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, authentic jersey yang notabene sama dengan yang digunakan dengan pemain. Lalu yang kedua dan ketiga memiliki kualitas sedikit di bawah. Harga jersey baru Arema nanti diklaim cukup terjangkau.

Malang: Arema FC resmi menggaet apparel baru untuk musim 2019, yakni Munich-X. Apparel asal Spanyol ini rencananya bakal memproduksi tiga jenis jersey untuk suporter.

Manajer Bisnis Arema FC, M Yusrinal Fitriandi mengatakan selain menyediakan kebutuhan tim, Munich-X juga siap melayani keinginan Aremania (suporter Arema FC) untuk mendapatkan jersey Arema dengan mudah dan terjangkau.

“Tahun ini ditargetkan produksi jersey sebanyak 30 ribu buah. Ada tiga kategori jersey yang dijual, yakni authentic, replica dan fans jersey. Harganya disesuaikan dengan jenis kategori jersey tersebut,” katanya.
 

Baca: Gandeng Apparel Spanyol, Ini Bocoran Jersey Baru Arema

Jersey Authentic yakni adalah jersey yang memiliki kualitas sama dengan yang dikenakan pemain Arema. Sementara itu, jersey replica dan fans memiliki kualitas di bawahnya.

“Baik Arema FC dan Munich-X mengharapkan semua kalangan dapat membeli jersey kebanggaan ini,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Inal ini menambahkan, untuk memenuhi target 30 ribu penjualan apparel baru ini, pihaknya telah menyusun sejumlah program event untuk merangsang daya beli Aremania.

“Munich-X kebetulan sangat respect dengan event pengembangan sepak bola, nanti akan ada banyak event turnamen mulai futsal, kegiatan di sekolah, di kampus, dan di berbagai ruang publik lainnya,” bebernya.
 

Baca juga: PSS Sleman Rekrut Mesin Gol Kalteng Putra

Event yang dimaksud bisa berupa, Coaching Clinic, festival Akademi Arema berbagai umur, dan kegiatan edukatif lainnya yang menggembirakan dan menghibur.

Sementara itu, Associate Sponsorship Munich-X, Sonny Agus Santoso mengaku bahwa urusan marketing telah dipercayakan kepada manajemen Arema.

“Soal marketing, Arema itu jualannya udah jago. Mereka punya strategi. Mereka sudah sepakat kapan rilis jersey dan sudah ada timelinenya,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Aremania Diimbau Tidak Saksikan Latihan dari Pinggir Lapangan

Kubu Arema berharap suporter bisa tertib saat menyaksikan latihan Arema. Mereka diimbau tidak menonton dari pinggir lapangan. Selain mengganggu konsentrasi pemain, Aremania juga terancam mengalami cedera akibat terkena bola atau kaki pemain.

Malang: Arema FC menggelar latihan perdana di Stadion Gajayana, Malang, Kamis 10 Januari 2019 lalu. Saat itu, ratusan suporter fanatik Arema, Aremania terlihat menonton latihan secara langsung di pinggir lapangan.

Antusiasme Aremania itu terbilang wajar mengingat Arema FC baru saja menjalani libur akhir tahun selama kurang lebih satu bulan. Namun, antusiasme suporter yang menyaksikan latihan dari pinggir lapangan ternyata cukup mengganggu konsentrasi pemain.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengimbau agar pada latihan selanjutnya Aremania diharapkan dapat menyaksikan aksi Hamka Hamzah dan kawan-kawan dari atas tribun saja. Sehingga pemain dapat fokus saat menjalani menu latihan.
 

Baca: Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh

“Aremania jangan turun ke lapangan, tapi cukup di tribun saja, karena pemain butuh fokus latihan,” katanya.

Sudarmaji sendiri saat latihan perdana telah berulang kali mengingatkan kepada Aremania untuk menjauh dari lapangan. Namun suporter yang mendekat ke lapangan ternyata justru semakin banyak.

“Mungkin kemarin masih kami tolerir, karena kerinduan Aremania ingin melihat latihan perdana dari dekat, tapi ke depan saya harap tidak terjadi lagi, agar latihan bisa maksimal,” ungkapnya.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Sementara itu, Pelatih Arema FC, Milomir Seslija juga ikut mengimbau kepada Aremania agar tidak mendekat ke lapangan saat timnya berlatih. Sebab, ia khawatir ada suporter yang terkena bola atau kaki dari pemainnya.

“Sebenarnya saya senang jika banyak Aremania yang datang saat latihan. Tapi saya takut Aremania kena kaki pemain saat berlari jika dekat lapangan dan saya khawatir mereka cedera,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pemain Muda Indonesia Berguru di Spanyol

(ACF)

PSS Sleman Rekrut Mesin Gol Kalteng Putra

Kushendya Hari Yudo saat menjalani sesi latihan bersama PSS Sleman. Yudo direkrut dari Kalteng Putra. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Pihak PSS Sleman berharap Kushendya Hari Yudo bisa cepat beradaptasi, sehingga bisa mempertahankan ketajamannya seperti di Liga 2 musim 2018. Di musim lalu, Yudo sukses mencetak 14 gol dan membantu Kalteng Putra promosi ke Liga 1 musim 2019.

Sleman: Pemain Kalteng Putra, Kushendya Hari Yudo resmi berkostum sesama tim promosi Liga 1, PSS Sleman. Pemain berstatus topskorer di Kalteng Putra selama gelaran Liga 2 musim lalu itu telah menandatangani kontrak semusim dengan PSS. 

PSS mengumumkan perekrutan Yudo lewat situs resminya dan media sosial Twitter dan Instagram pada Senin, 14 Januari 2019. Manajer PSS, Retno Sukmawati tampak berfoto bersama Yudo yang memegang kostum PSS. 

Yudo menjadi mesin gol andalan Kalteng Putra di Liga 2 musim lalu dengan koleksi 14 gol. Meski begitu, produktivitas gol Yudo masih kalah dari Vivi Azrisal (Persiraja) dan Cristian Gonzales (PSS) dengan 15 gol. Adapula top skor Liga 2 2018, Indra Setiawan (PS Mojokerto Putra) dengan torehan 29 gol. 
 

Baca: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro telah mengetahui kemampuan sang pemain berusia 25 tahun itu. Menurut dia, koleksi 14 gol menjadi modal bagus untuk sang pemain. 

“Kita sudah lihat dia (Yudo) tahun lalu di Liga 2. Dia pemain bagus,” kata Seto saat ditemui di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta, Senin, 14 Januari 2019. 

Seto berharap Yudo bisa segera menyatu dengan tim. Mantan pemain Timnas Indonesia itu berharap Yudo tak mengalami kendala beradaptasi. 

“Mudah-mudahan dia bisa menyesuaikan. Semoga dia bisa beradaptasi dengan baik di tim (PSS),” kata dia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Gandeng Apparel Spanyol, Ini Bocoran Jersey Baru Arema

Jersey baru Arema nanti diklaim tidak akan robek kendati ditarik hingga 30cm. Arema jadi tim Asia Tenggara pertama yang menjalin kerja sama dengan Munich-X yang berasal dari Spanyol.

Malang: Arema FC resmi menggaet apparel baru untuk musim 2019, yakni Munich-X. Ke depannya, apparel asal Spanyol ini menjanjikan jersey yang berbeda untuk tim Singo Edan.

Associate Sponsorship Munich-X, Sonny Agus Santoso mengatakan jersey Arema musim 2019 akan memiliki ciri khas. Jersey pun dibuat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

“Warna biru, putih dan gold tetap harus ada. Kami juga akan menyematkan salah satu motif yang sangat diagungkan dan dihormati oleh Arek Malang. Tunggu tanggal mainnya,” katanya.
 

Baca: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Sonny menjelaskan pihaknya tidak akan main-main saat menggarap jersey baru Arema ini. Sebab, proses yang dilakukan telah berdasarkan hasil survei, mulai dari bahan hingga motif.

“Proses memproduksi jersey ini kita tidak asal. Pemain bola itu kan butuh bahan jersey yang menyerap keringat, fleksibel dan ringan,” bebernya.

Bahkan Sonny mengaku jersey baru Arema ini bakal menggunakan bahan yang lentur. Jersey tersebut diklaim tidak akan robek meskipun ditarik hingga 30 centimeter.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Jersey nantinya bisa ditarik hingga 30 centimeter, baik dari atas, bawah, kiri dan kanan. Daya serapnya juga lumayan, warna tidak luntur, logo tidak leleh meski disetrika,” jelasnya.

Sonny tidak menjelaskan secara rinci bahan yang digunakan pada jersey tersebut. Tapi saat dicoba ke beberapa pemain Arema, mereka mengaku puas dengan sample jersey baru tersebut.

Sebagai informasi, kontrak kerjasama Arema FC dengan Munich-X bakal berjalan selama satu tahun. Arema sendiri adalah tim pertama di Asia Tenggara yang bekerjasama dengan Munich-X.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Seleksi Timnas Indonesia U-22

(ACF)

Latihan Perdana PSS Sleman Hanya Diikuti 9 Pemain

Sembilan pemain yang sudah mengikuti sesi latihan PSS Sleman merupakan pemain yang telah memperbarui kontraknya. Latihan digelar sebagai persiapan untuk melakoni laga uji coba melawan Persis Solo pada 19 Januari 2019.

Sleman: Klub promosi Liga 1, PSS Sleman menggelar latihan perdana di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta pada Senin sore, 14 Januari 2019. Belum semua pemain klub berjuluk Super Elang Jawa ikut bergabung. 

Latihan perdana PSS ini baru diikuti sebanyak sembilan pemain. Mereka yakni Asraq Gufron, Rangga Muslim, Bagus Nirwanyo, Zamzani, Kushendya Hari Yudo, Ilham Irhas, Irkham Zahrul Mila, Try Hamdani Goentara, dan Dave Mustaine.

Nama-nama di atas telah memperbarui kontrak bersama PSS. Selain itu, para asisten hingga tim pelatih, termasuk pelatih Seto Nirdiyantoro dan Asisten pelatih Danilo Fernando tampil memandu latihan.
 

Baca: PSS Sleman Rekrut Mesin Gol Kalteng Putra

Seto mengatakan, ada sejumlah pemain yang belum bisa bergabung. Ia menyebut pemain seperti Ega Risky (kiper) berhalangan hadir dan telah menyampaikan izin. 

“Tapi hari ini ada pemain yang datang, tidak tahu (jumlah) pastinya berapa. Mungkin yang lebih tahu manajemen,” kata Seto. 

Ia mengatakan, latihan kali ini dan beberapa hari ke depan sebagai persiapan celebration game melawan Persis Solo pada 19 Januari 2019. Para pemain pun belum diberikan porsi latihan berat. 
 

Baca juga: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Seto menyatakan, materi latihan lebih pada pengondisian para pemain setelah menjalani masa libur. Ia berharap, selama latihan tak ada pemain yang cedera. 

“Mungkin nanti akan ada simulasi game (dalam latihan). Juga akan mengembalikan sentuhan-sentuhan bola untuk mereka,” ujarnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Tinggalkan Persija, Pengorbanan Terbesar Atep untuk Persib

Atep masih belum bisa menerima kenyataan harus mengakhiri kariernya di Persib Bandung. Ia bahkan bercerita soal pengorbanan besarnya saat meninggalkan Persija Jakarta dan bergabung dengan Persib Bandung. 

Bandung: Sepuluh musim mengabdi di Persib Bandung membawa segudang kenangan bagi Atep Rizal. Kepindahan dari Persija Jakarta ke Persib pada musim 2008 menjadi momen yang sangat spesial bagi Atep.

Menginjak usia 33 tahun, Atep harus rela terdepak dari skuat Persib yang kini ditukangi pelatih Miljan Radovic. Pelatih asal Montenegro itu tidak memasukkan nama Atep dalam program kerja bersama Maung Bandung di musim ini.

Keputusan itu tampaknya membuat Atep cukup terpukul. Sebab, pemilik nomor punggung 7 ini telah menjadikan Persib sebagai rumah.
 

Baca: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Atep pun bercerita bagaimana pengorbanan besarnya untuk Persib. Hal itu terjadi pada 2008 saat ia masih memperkuat Persija Jakarta yang notabene rival Maung Bandung.

Atep yang saat itu tengah menanjak kariernya bersama klub ibu kota, membuat keputusan berani. Sebagai salah satu jebolan dari diklat Persib, Atep merasa terpanggil untuk kembali ke rumah asalnya dan mengabdi.

“Momen kepindahan saya dari Persija ke Persib menjadi momen yang tidak akan terlupakan. Karena saat itu, saya termasuk orang yang dipertahankan di Persija. Dan saya harus mengambil keputusan itu untuk masuk ke Persib,” kata Atep saat menyambangi Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.

Meski bersinar bersama Persija selama empat musim, namun hal itu tidak serta merta membuat karier Atep di Persib berjalan mudah. Di musim pertamanya, Atep tidak mendapat tempat di skuat utama Persib yang saat itu dipimpin Jaya Hartono.

“Saya tidak menjadi pilihan utama saya tidak masuk line up juga, tetapi saya harus berjuang untuk mendapatkan posisi itu,” sambungnya.
 

Baca juga: Kepastian Bergabungnya Egy, Ezra dan Saddil akan Diputuskan Pekan Ini

Kerja keras pemain kelahiran Cianjur ini akhirnya berbuah. Perlahan tapi pasti, Atep mulai mendapatkan kepercayaan masuk dalam skuat utama dan menjadi andalan di sisi kiri lini serang Persib. Bahkan, Atep pun pernah mengemban tugas sebagai kapten Persib selama dua musim berturut-turut. 

“Saya juga bisa menghasilkan gol demi gol di setiap pertandingan,” kenang Atep.

Akan tetapi, hal itu kini menjadi kenangan bagi Atep dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Atep harus mencari pelabuhan baru guna meneruskan kariernya.

“Kedepannya, saya belum tahu saya harus berdiskusi dengan istri masih suasana sedih karena 10 musim ini saya identik dengan logo Persib dengan warna biru,” pungkas Atep.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pemain Muda Indonesia Berguru di Spanyol

(ACF)

Diputus Kontrak Via Telepon, Atep: Tidak Etis!

Atep tidak sepenuhnya bisa menerima sikap manajemen Persib yang mengakhiri kontrak dengannya hanya lewat sambungan telepon. Menurutnya, hal itu tidak etis mengingat ia merupakan salah satu pemain yang paling setia di Persib. Atep sudah 10 tahun mengabdi di Persib. 

Bandung: Atep Rizal harus menerima kenyataan tidak lagi berkostum Persib Bandung. Manajemen Persib memutuskan tidak menggunakan jasanya lagi mulai musim 2019.

Kabar pemutusan kontrak dari Persib diketahui Atep pada Sabtu 12 Januari lalu. Pihak manajemen enggan memperpanjang kontrak sang pemain yang berakhir pada 2019.

“Iya mengejutkan juga, tapi memang saya juga sudah prediksi ke arah sana (diputus kontrak). Tapi mengejutkannya di detik terakhir, keputusan seperti itu. Saya mendapat keputusan ini di hari Sabtu sekitar jam 10.00 WIB pagi,” ujar Atep saat ditemui di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 14 Januari 2019.
 

Baca: Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh 

Yang mengejutkan dan membuat Atep sedikit kecewa adalah, manajemen memberikan kabar pemutusan kontraknya lewat sambungan telepon. Hingga kini, ia belum bertemu dengan manajemen Persib, klub yang telah dibelanya selama 10 terakhir ini.

“Hanya sebatas telepon saja. Saya meminta untuk ketemu dengan manajemen karena saya datang ke Bandung ini dengan baik-baik, saya pun ingin berpisah dengan baik-baik. Jadi menurut saya tidak etis kalau hanya berbicara di telepon,” sambungnya.

Lebih jauh, Atep mengaku telah menyampaikan kepada pemain lain terkait hal tersebut Persib. Sama seperti dirinya, para pemain lain juga cukup terkejut mendengar kabar tersebut.

“Sama Tantan, Dado (Dedi Kusnandar) dan Deden (M. Natshir) saya cerita ke mereka, saya sudah selesai di Persib. Tapi mereka tidak percaya,” tutur Atep.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Meninggalkan Persib, klub yang telah dibelanya sejak tahun 2009 tentu menjadi hal yang berat buat Atep. Sudah banyak kenangan indah dan pahit yang dijalaninya, termasuk ketika mengangkat trofi Liga Indonesia pada 2014.

Faktor keluarga menjadi salah satu hal yang membuat Atep agak berat menerima kenyataan tersebut.

“Saya ajak bicara setelah mendapat keputusan itu adalah istri. Saya saya tanya ke istri Kamu sudah siap dengan keputusan ini. Istri juga berat, apalagi saya sudah berada di sini (main untuk Persib) cukup lama,” pungkas Atep.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh

Srjdan Lopicic. (Foto: medcom.id/Roni Kurniawan)

Bandung: Pemain anyar Persib Bandung Srjdan Lopicic siap memberikan yang terbaik untuk musim 2019 ini. Meski sudah memasuki usia 35 tahun, Lopicic mengaku belum habis untuk mengolah si kulit bundar.

Lopicic merupakan salah satu rekrutan anyar berstatus pemain asing musim ini. Pelatih kepala Persib Miljan Radovic memboyong Lopicic dari Montenegro untuk mempertajam lini serang Maung Bandung.

Lopicic pun bangga bisa bergabung dengan Persib yang dinilai salah satu klub besar di Asia yang memiliki basis suporter yang banyak. Pemain yang pernah memperkuat beberapa klub di Indonesia itu mengaku tertantang berkostum Pangeran Biru.

“Saya bangga dan merasa terhormat bisa main di Persib. Saya datang ke sini karena Persib salah satu tim paling besar di Asia dan juga bobotoh seperti itu,” ujar Lopicic usak latihan perdana bersama Persib di lapang Arcamanik, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.

Perekrutan Lopicic oleh manajemen Persib pun sempat mendapat penolakan oleh bobotoh. Pasalnya Lopicic dinilai pemain tua dengan usia 35 tahun dan diragukan kualitasnya oleh bobotoh.

Baca: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Ya itu kalau umur tidak bisa prediksi, bisa datang pemain 20 tahun umurnya tapi tidak bisa lari. Saha kelihatan seperti umur 35 (tahun), kita tidak tahu untuk sepak bola, kita tidak bisa prediksi,” tutur Lopicic.

Bahkan ia akan berusaha untuk bermain maksimal dalan setiap laga guna memberikan pembuktian atas keraguan kualitasnya. Ia pun percaya dengan pelatih Radovic yang membantunya masa penyembuhan pascacedera di Montenegro.

“Saya janji dan minta kasih waktu sampai mulai kompetisi panjang untuk kasih bukti. Saya tahu, saya percaya diri dan percaya pelatih karena saya bukan pemain baru main di sini (Indonesia),” pungkas Lopicic.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ASM)

Debut 20 Menit, Perfoma Pemain Baru Persija Tuai Pujian

Bruno Matos didatangkan Persija, Sabtu 5 Januari lalu dari PKNS di Liga Malaysia. Gelandang serang itu resmi direkrut Macan Kemayoran selama satu musim. 

Jakarta: Asisten pelatih Persija, Mustaqim, mengaku terkesan dengan performa Bruno Matos saat pertandingan persahabatan yang dijalani Persija, Minggu 13 Januari. Ia menilai kehadiran pengatur serangan asal Brasil itu cocok dengan kebutuhan tim. 

Laga Charity Games yang berlangsung di Stadion Way Halim, Lampung, Minggu (13/1/2019), sore jadi laga debut perdana bagi Matos. Pemain asal Brasil ini bermain kurang lebih selama 20 menit di babak pertama melawan Lampung All Star.

Mustaqim melihat kemampuan individual pemain asal Brasil itu terbilang mumpuni. Ada di atas rata-rata pemain lokal, khususnya yang berposisi sebagai pengatur serangan.

“Saya lihat secara individual kemampuannya berkualitas. Bruno Matos juga tidak egois. Pemain lain senang dengan servis bola yang diberikan,” kata Mustaqim.

Lebih lanjut Mustaqim mengatakan kalau Bruno Matos tipe pemain dengan gaya bermain yang sederhana. Tidak membuat bingung diri sendiri dan rekan bermainnya.

“Cara bermainnya sederhana, sangat simple. Beberapa kali menciptakan peluang, baik dari assist maupun tembakan,” ujar Mustaqim.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Teco merasa telah mencapai prestasi tertinggi bersama Persija Jakarta. Kini, ia ingin meraih hal serupa di Bali United.

Bali: Pelatih baru Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra, membeberkan alasannya meninggalkan Persija Jakarta. Ia mengaku ingin mencari tantangan baru.

Beberapa pekan lalu, Teco sejatinya sudah menyetujui kontrak baru bersama Macan Kemayoran, namun ia akhirnya memutuskan menerima pinangan Bali United karena ingin mencari tantangan baru.

“Tugas saya sudah selesai di sana. Saya cari tempat baru dan Bali United yang kontak dengan saya,” kata Teco. 

Baca juga: Bali United Tambah Empat Pemain Baru

“Tim yang sangat bagus dan kotanya sangat terkenal di dunia. Ini challenge baru buat karier saya,” lanjutnya.

Untuk membantu kinerjanya di Bali, Teco pun membawa sejumlah pemain Persija. Mereka adalah, Gunawan Dwi Cahyo, Michael Orah dan William Pacheco yang di tahun 2017 sempat bersamanya di Persija namun musim lalu memutuskan hengkang ke klub Malaysia, Selangor FA.

Teco mencetak prestasi mentereng bersama Persija. Selain meraih gelar juara liga, pelatih 44 tahun itu meraih titel Piala Presiden 2018, juara Boost Sportfix Super Cup 2018 di Malaysia, serta terpilih sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2018.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Bali United Targetkan 5 Besar

CEO Bali United, Yabes Tanuri (kiri), bersama pelatih Teco Cugurra (Antara/Nyoman Budhiana)

Musim pertama Teco ditargetkan masuk lima besar. Musim berikutnya manajemen Bali United menargetkan prestasi yang lebih baik.

Bali: Bali United menetapkan target mereka untuk musim depan. Serdadu Tridatu diharapkan mampu menembus lima besar klasemen akhir Liga 1 Indonesia musim 2019.

Bali United telah mengontrak mantan arsitek Persija Jakarta, Stefano ‘Teco’ Cugurra sebagai pelatih. Ia dibebankan tugas membawa Stefano Lilipaly dan kawan-kawan untuk menembus lima besar di tahun pertama kontraknya dan membawa prestasi yang lebih tinggi lagi untuk Bali United di tahun kedua.

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Tahap pertama untuk coach Teco target utamanya adalah top 5. Karena ini adalah pengenalan kepada tim baru, makanya kita kontrak coach Teco dua tahun. Target berikutnya lagi baru kita menuju prestasi yang lebih tinggi,” kata CEO Yabes Tanuri.

“Target utama kita tahun ini kita fokus dulu untuk perbaikan tim. Menurut coach daya dobrak kita cukup bagus, tapi kita sering kebobolan lewat serangan balik,” lanjutnya.

Teco mencetak prestasi gemilang bersama Persija sepanjang musim 2018 lalu. Pelatih 44 tahun itu sukses membawa Macan Kemayoran menyabet tiga trofi sekaligus; yakni  Piala Presiden 2018, Boost Sportfix Super Cup 2018 di Malaysia, serta mengakhiri penantian 17 di kompetisi domestik Liga 1. Berkat kemampuannya itu, Teco juga didapuk sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2018.

Video: Bhayangkara FC Resmi Rekrut Bagas Adi Nugroho

(ACF)

Kesan Pertama Frets Butuan Latihan Bersama Persib

Frets Butuan direkrut Persib selama dua tahun dan akan memperkuat lini tengah Persib. Frets yang juga berprofesi sebagai anggota TNI ini bergabung dengan Persib karena ia sekarang berdinas di Yonif 330 Cicalengka, Bandung.

Bandung: Frets Butuan menjadi perhatian baru publik sepak bola di Bandung usai resmi direkrut Persib untuk durasi dua tahun. Frets pun tak menyangka bisa berkostum Maung Bandung meski klub yang ia bela di musim 2018 yakni PSMS Medan harus terdegradasi.

Hari pertama Frets di Bandung langsung diisi latihan yang dipimpin langsung pelatih Miljan Radovic. Dalam sesi latihan tersebut, gelandang berusia 22 tahun itu masih terlihat sungkan berbaur dengan para pemain Persib lainnya meski hanya sebatas untuk bergurau.

Hal itu diakui pemain kelahiran Ternate 4 Juni 1996 ini. Pasalnya ia masih tidak menduga bisa bergabung bersama Persib, salah satu klub yang memiliki nama besar di kompetisi sepak bola Indonesia.

“Pertama saya bersyukur kepada tuhan dan bersyukur untuk hari ini yang bisa menjalankan latihan dengan baik. Saya bersyukur buat manajemen Persib dan semuanya yang telah memercayai saya bergabung dengan Persib,” kata Frets usai jalani sesi latihan di lapang Arcamanik, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.
 

Baca: Tidak Ada Menu Berbeda pada Seleksi Timnas U-22 Pekan Kedua

Meski gugup, Frets menikmati latihan perdananya bersama Persib. Ia berharap bisa secepatnya beradaptasi dengan para pemain lainnya terutama yang tetap berkostum Persib musim ini.

“Untuk hari ini senang, cukup relaks tapi agak tegang sedikit karena ini perdana. Tapi saya yakin seiring berjalannya waktu bisa menyatu dengan tim ini, semoga saya di sini bisa membantu tim ini. Semoga Persib tahun ini bisa lebih baik,” ungkap Frets.

Sementara itu, Frets mengaku banyak tawaran dari beberapa klub setelah PSMS Medan dipastikan degradasi ke Liga 2 Indonesia. Namun Frets memilih untuk bergabung dengan Persib yang telah melakukan komunikasi intens sejak Desember 2018 lalu.
 

Baca juga: Dihadiri 22 Pemain, Persib Gelar Latihan Perdana

“Saya dihubungi Persib sejak Desember, dan banyak klub tawar saya, terus saya putuskan di Persib saja, karena siapa sih yang tidak mau main di Persib. Saya pribadi bangga, sampai sekarang tidak menyangka bisa main di sini,” bebernya.

Selain itu, faktor jarak dengan tempat dinas yang ditekuninya sebagai anggota TNI Yonif 330 Cicalengka yang berada di Kabupaten Bandung menjadi pertimbangan Frets.

“Saya ada tawaran dari empat klub Liga 1, tapi saya pilih Persib setelah ada surat perizinan. Karena saya dinas di Yonif 330,” tandasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Bali United Tambah Empat Pemain Baru

Total delapan pemain telah didatangkan Bali United musim ini. Namun, kebanyakan pemain tersebut didatangkan untuk menggantikan pemain yang hengkang, bukan untuk memperkuat tim.

Bali: Bali United resmi mendatangkan empat pemain anyar. Mereka adalah eks gelandang PSMS Medan, Gusti Sandria, mantan bek Borneo FC, Leonard Tupamahu, mantan bek Persija Jakarta, Gunawan Dwi Cahyo, dan eks pemain Selangor FA, William Pacheco.

Kedatangan empat pemain ini diumumkan beberapa jam setelah kedatangan mantan arsitek Persija Jakarta, Stefano ‘Teco’ Cugurra. Kedatangan mereka diumumkan melalui instagram resmi klub pada Senin, 14 Januari, siang.

Baca juga: PSM Perkenalkan Enam Pemain Anyar

Keempat pemain tersebut didatangkan secara gratis setelah kontrak mereka di klub masing-masing tidak diperpanjang. Tidak disebutkan berapa lama mereka akan diikat.

Keempat pemain tersebut diproyeksikan sebagai pengganti Sutanto Tan yang menjalani trial di klub Swedia, serta tiga pemain lain, yaitu Demerso, Syaiful, dan Taufik Hidayat yang tidak diperpanjang kontraknya.

Total sejauh ini Bali United telah mendatangkan delapan pemain. Sebelumnya mereka telah mendatangkan Ahmad Maulana (gelandang Borneo FC), Haudi Abdillah (bek PSIS Semarang), Samuel Reimas (kiper Perseru Serui), dan Michael Orah (bek Persija Jakarta).

Video: Persib Rekrut 3 Pemain Muda

(ACF)