Neguete Lengkapi Slot Pemain Asing Persija

Neguete memiliki postur ideal sebagai seorang bek. Tinggi badannya yang mencapai 190cm diharapkan bisa menjadi keunggulan Persija, terutama dalam hal bola mati.

Jakarta: Persija Jakarta terus memperkuat timnya dengan mendatangkan pemain baru. Kali ini tim berjuluk Macan Kemayoran mendatangkan bek tengah asal Brasil, Vinicius Lopes Laurindo. 

Pemain yang akrab disapa Neguete itu resmi dikontrak selama satu tahun dan akan membela skuat oranye selama musim kompetisi 2019. Penandatangan kontrak sendiri dilakukan pada Kamis 17 Januari 2019 di kediaman Direktur Utama Persija, Gede Widiade, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Neguete akan menjadi pemain asing keempat Persija.  Sebelumnya Persija sudah mengikat tiga pemain asing yakni Marko Simic, Jakhongir Abdumuminov, dan Bruno Matos. Ini berarti, lengkap sudah slot pemain asing Persija. Mereka sudah memiliki tiga pemain asing dan 1 pemain asing Asia.
 

Baca: Esteban Vizcarra Semringah Gabung Persib

“Neguete resmi bergabung dengan Persija dengan durasi satu tahun ke depan,” ujar Direktur Utama, Gede Widiade, dikutip dari persija.id pada Jumat, 18 Januari 2019.

Gede menyebut pemilihan Neguete bukan tanpa alasan. Perekrutan pemain 28 tahun itu juga atas dasar rekomendasi pelatih anyar Persija, Ivan Kolev. 

“Kami juga sudah konsultasikan kepada coach Ivan Kolev. Sekali lagi Ivan pun setuju dengan pemilihan Neguete sebagai pemain belakang baru kami,” tambahnya.
 

Baca juga: Persib Langsung Menurunkan Esteban Vizcarra di Piala Indonesia

Neguete merupakan pemain kelahiran Belo Horizonte, Minas Gerais, Brasil. Ia memiliki sejumlah pengalaman bermain di kompetisi terbaik Brasil (Serie A) dan juga level di bawahnya (Serie-B).

Dengan postur tubuh yang cukup ideal sebagai seorang bek tengah (190cm), Neguente diharapkan bisa menggantikan peran Jaimerson Xavier dalam memimpin lini belakang Persija.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Preview Arsenal vs Chelsea: Persaingan Zona Liga Champions

(ACF)

Esteban Vizcarra Diikat Kontrak Persib Satu Tahun

Esteban Viscara. (Foto: medcom.id/ Roni Kurniawan)

Esteban Vizcarra resmi bergabung dengan Persib Bandung. Eks Sriwijaya itu membela Maung Bandung selama satu tahun ke depan.

Bandung: Persib Bandung secara resmi memperkenalkan sosok Esteban Vizcarra untuk musim 2019 ini. Vizcarra diikat kontrak selama satu tahun dan telah tiba di Bandung, Jumat 18 Januari 2019.

Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, Vizcarra tiba di Bandung sekitar pukul 11:00 WIB usai melakukan perjalanan darat dari Bogor-Jakarta-Bandung menggunakan kereta api.

Vizcarra pun langsung dipernalkan kepada publik sekitar pukul 14:00 WIB dan sudah mengenakan kostum Persib berwarna biru.

“Vizcarra sudah menjadi bagian Persib. Vizcarra telah menjalin kesepakatan dan kontrak selama satu tahun,” kata Kuswara di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jumat 11 Januari 2019.
 

Kuswara mengaku, tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kotrak pemain naturalisasi asal Argentina itu jika mampu memberikan kontribusi bagi Maung Bandung.

“Dimungkinkan diperpanjang, kita lihat nanti,” lanjutnya.

Pemain yang musim 2018 lalu berkostum Sriwijaya FC ini pun akan mulai bergabung mengikuti sesi latihan pada Sabtu 19 Januari 2019 besok. Ia akan diperkenalkan kepada para pemain lainnya yang telah mengikuti sesi latihan sejak pekan lalu.

“Besok latihan perdana dengan persib. Kita harapkan bisa membaur dan kerjasama pemain lain,” tegasnya.

Video: Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

(ASM)

Patrich Wanggai Tinggalkan Persib Bandung

Patrich Wanggai (kanan). (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Bandung: Persib Bandung dipastikan takkan diperkuat Patrich Wanggai pada musim 2019. Pasalnya, Wanggai memilih untuk tidak melanjutkan kontrak bersama Maung Bandung yang telah habis pada 15 Januari 2019.

Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono, jajaran pelatih sebetulnya merekomendasikan Wanggai untuk tetap di Persib. Namun, Wanggai memilih untuk mencari klub baru sama halnya seperti Victor Igbonefo yang hijrah ke klub asal Thailand.

“Wanggai termasuk direkomendasikan pelatih. Tapi Wanggai ternyaya hampir sama dengan Victor, Wanggai tidak meneruskan dengan Persib,” ujar Kuswara di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jumat 18 Januari 2019.

Kuswara mengaku, sudah komunikasi langsung dengan Wanggai. Namun, ia tidak memberitahu alasan mengapa Wanggai enggan bertahan.

Baca: Persija Batal Uji Coba Kontra Timnas Singapura

“Sudah ada komunikasi dengan Wanggai, tapi kami tidak bisa menyebutkan alasannya, kalau tidak salah alasannya pribadi,” sambung Kuswara.

Persib pun kini tengah mencari pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Wanggai sebagai penyerang. Kuswara mengaku membidik pemain lokal yang memiliki kualitas sebagai juru gedor.

“Kita sedang komunikasikan dengan pelatih untuk penggantinya. Ada satu atau dua pemain yang sedang kita komunikasikan, nanti dalam waktu dekat akan kita umumkan,” pungkas Kuswara.

Video: Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

(ASM)

Tinggalkan Persebaya, OK John Merapat ke Kalteng Putra

OK John merupakan pemain naturalisasi sehingga tidak akan mengganggu kuota pemain asing Kalteng Putra. Kehadiran bek 36 tahun ini diharapkan bisa memperkuat lini belakang Kalteng Putra yang akan promosi ke Liga 1 musim 2019.

Jakarta: Kalteng Putra terus berbenah jelang tampil di kompetisi Liga 1 musim 2019. Teranyar, klub yang baru promosi itu mendatangkan bek veteran, Onoriode Kughegbe John atau lebih dikenal dengan nama OK John.

Pengumuman bergabungnya O.K John ke Kalteng Putra diumumkan secara resmi melalui akun instagram Kalteng Putra @Kaltengputra_news pada Kamis, 17 Januari 2019.

“Kerangka tim Kalteng Putra mulai terbentuk, perlahan namun pasti, tidak ada yang instan, semua butuh proses, perjuangan dan pengorbanan (waktu , tenaga, pikiran dan juga finansial). CEO Kalteng Putra, H. Agustiar Sabran ingin memberikan tim yang terbaik untuk Kalteng Putra, mohon dukungan dan doanya,” demikian tulis Kalteng Putra di akun instagramnya.
 

Baca: Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

Bergabungnya OK John ke Kalteng Putra cukup mengejutkan. Sebab, sebelumnya pemain berusia 36 tahun ini santer dikaitkan bakal bergabung dengan PSMS Medan yang terdegradasi ke Liga 2.

Kehadiran OK John yang sudah cukup berpengalaman di kompetisi sepak bola Indonesia diharapkan bisa membantu Kalteng Putra bersaing, atau setidaknya bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kebetulan, OK John juga merupakan pemain naturalisasi sehingga tidak akan mengganggu kuota pemain asing Kalteng Putra.

Kalteng Putra merupakan salah satu klub yang cukup aktif dalam melakukan pembenahan skuat jelang tampil di Liga 1 musim 2019. Sebelum OK John, klub berjuluk Isen Mulang itu sudah merekrut sejumlah pemain anyar, di antaranya; I Gede Sukadana (Bali United), Rizky Dwi Febrianto (Madura United), Pandi Ahmad Lestaluhu (PS TNI) dan Ferinando Pahabol (Persebaya).
 

Baca juga: Cara Menjaga Kebugaran Pemain Timnas U-22

Di sektor pelatih, Kalteng Putra juga tidak main-main. Mereka mendatangkan Gomes yang musim lalu sukses membawa Madura United mengakhiri kompetisi di posisi delapan.

Kualitas Gomes de Oliveira dan sejumlah pemain anyar Kalteng Putra bakal diuji saat berhadapan dengan PSM Makassar di babak 32 besar Piala Indonesia pada 26 Januari 2019. Kalteng Putra akan bertindak sebagai tuan rumah di laga ini.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

(ACF)

Persija Batal Uji Coba Kontra Timnas Singapura

Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade (Dok. Persija)

Jakarta: Persija Jakarta batal menggelar laga uji coba kontra Timnas Singapura. Sebelumnya, Macan Kemayoran diagendakan akan menjajal kekuatan Singapura pada 26 Januari di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi.

Namun, laga uji coba tersebut dipastikan urung digelar. Direktur Utama Persija, Gede Widiade, mengatakan pihak lawan yang membatalkan agenda uji coba tersebut.

“Singapura membatalkan diri (untuk uji coba) karena hampir 60 persen skuat mereka mengikuti wajib militer,” ujar Gede kepada awak media saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis 17 Januari.

Padahal, laga kontra Singapura bisa menjadi bekal positif Persija jelang tampil di Kualifikasi Liga Champions Asia. Macan Kemayoran dijadwalkan akan bertemu klub Singapura, Home United, pada 5 Februari.

Gede pun mengakui sempitnya waktu persiapan membuat Persija tak mungkin menggelar laga uji coba lagi. Tim asuhan pelatih Ivan Kolev praktis hanya akan menjadikan laga kontra 757 Kepri Jaya di babak 32 besar Piala Indonesia 2018 sebagai persiapan melawan Home United.

“Sebenarnya banyak tawaran dari klub luar negeri, contohnya dari klub Geylang (International FC). Tapi kan waktunya sempit,” pungkas Gede.

(REN)

Persija Gaet Sponsor Utama Jelang Arungi Liga 1 2019

Jumpa pers kerja sama Persija dengan sponsor utama mereka di Liga 1 (Dok. Persija)

Jakarta: Persija Jakarta berhasil menggaet sponsor utama mereka jelang mengarungi Liga 1 musim 2019. Macan Kemayoran resmi menjalin kerja sama dengan produsen makanan, Indofood, lewat salah satu produknya mie instantnya.

Direktur Utama Persija, Gede Widiade, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menuturkan jika kesepakatan kerja sama ini sebenarnya telah berjalan sejak 2018, namun baru diterapkan pada 2019.

“Sponsor ini nanti khusus untuk Liga 1 dan turnamen formal lainnya yang diselenggarakan PT Liga Indonesia Baru. Jadi di luar keikutsertaan kami di Liga Champions Asia atau Piala AFC,” kata Gede pada jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis 17 Januari.

Kesepakatan yang terjalin ini membuat Persija menjadi klub Indonesia kedelapan yang disponsori oleh Indofood. Sebelumnya, mereka telah mensponsori Persib Bandung, Bali United, Arema FC, PSIS Semarang, PSMS Medan, PSS Sleman, dan Celebest FC.

Tak hanya sebatas menjadi sponsor, Program kerja sama ini nantinya akan menggelar banyak kegiatan yang dilakukan bersama Persija. Salah satunya, dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

“Antara kami dan Persija ada misi yang sama, yaitu ingin mengajak masyarakat menebarkan energi positif. Kami juga ingin mengajak masyarakat mencintai olahraga, dalam hal ini sepak bola dan juga berprestasi. Nantinya, kami juga akan membuat kegiatan dengan suporter Persija,” kata Lucy Suganda, general manager marketing brand Indomie.

Peresmian kesepakatan kerja sama ini pun turut dihadiri para penggawa Persija. Diantaranya kapten tim Andritany Ardhiyasa, bomber legendaris Persija Bambang Pamungkas, dan Ryuji Utomo.

(REN)

Indra Sjafri: Pilih Kapten, Dua Menit Sebelum Laga Juga Bisa!

Jakarta: Pelatih Tim Nasional lndonesia U-22 Indra Sjafri, tidak ambil pusing soal jabatan kapten dalam timnya. Menurut dia, bukan hal sulit menentukan pemain untuk mengemban tugas kapten tersebut.

Seleksi Timnas Indonesia U-22 yang diikuti 35 pemain, pekan ini memasuki tahap kedua. Mereka semua saling berlomba menunjukkan performa terbaik agar terpilih masuk skuat inti.

Dari sekian banyak pemain yang dipanggil, terdapat nama Nurhidayat Haji Harris, yang berpengalaman sebagai kapten Timnas Indonesia U-19. Selain itu, ada Hanif Sjahbandi, Awan Setho dan Bagas Adi, yang lebih sering membela Timnas.

Baca juga: Komentar Arema Soal IB Berpotensi Jadi Tersangka Mafia Bola

Menurut Wikipedia, tugas kapten tim biasanya diemban pemain yang lebih tua atau paling berpengalaman. Selain itu, dia juga harus punya pengaruh terhadap rekan-rekannya. 

Kendati demikian, Indra belum memutuskan siapa yang bakal menjadi kapten. 

“Sejauh ini belum ada (kapten-Red). Tapi gampang untuk memilihnya. dua menit sebelum pertandingan juga bisa,” kata Indra singkat seusai latihan Indonesia U-22 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Cara Menjaga Kebugaran Pemain Timnas U-22

Saat ini Indra dan jajaran pelatihnya masih disibukkan dengan seleksi pemain, yang kabarnya bakal mengerucut menjadi 30 pemain saja pada akhir pekan nanti. Besar kemungkinan, kapten Timnas U-22 bisa diketahui ketika laga uji coba digelar melawan klub lokal pada pekan keempat nanti. 

Seleksi Timnas U-22 sudah memasuki tahap kedua pada pekan ini. Sebelumnya, Indra sudah mengganti tiga pemain lewat sesi tahap pertama yang berlangsung sepanjang pekan lalu.

Video: Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama
 

(RIZ)

Panpel Siapkan 30 Ribu Tiket untuk Celebration Game PSS

Para pemain PSS saat menjalani latihan di Stadion Maguwoharjo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sleman: Panitia Pelaksana (Panpel) laga selebrasi (celebration game) PSS Sleman kabarnya sudah menyediakan 30 ribu lembar tiket untuk penonton. Perayaan keberhasilan menjadi kampiun Liga 2 Indonesia 2018 ini menyajikan laga PSS kontra Persis Solo, pada Sabtu 19 Januari 2019.

Ketua Panpel Celebration Game PSS Tri Mulyanto mengatakan, ada tiga kategori harga tiket yang diberlakukan. Di tribun kuning dan hijau, kata dia, harga tiket Rp40.000, tribun merah Rp60.000 dan tribun biru Rp80.000.

“Terjadi perubahan harga tiket, karena PSS akan mengikuti kompetisi Liga 1. Untuk suporter Persis kami sediakan kuota 5 ribu lembar  tiket,” ujar Mulyanto di Sleman pada Kamis 17 Januari 2019.

Baca juga: Pilih Kapten, Indra Sjafri: Dua Menit Sebelum Laga Juga Bisa!

Ia mengungkapkan, pertandingan celebration game dimulai pukul 15.30 WIB. Pihak Panpel memajukan jadwal dari rencana yang sebelumnya pada pukul 19.00 WIB. Menurutnya, keputusan itu diambil menyesuaikan perizinan dari kepolisian.

“Izin dari kepolisian sudah keluar. Termasuk sudah disiapkan unttuk pengamanan pertandingan,” ujarnya.

Ia memperkirakan, ada sekitar 800 personel kepolisian terjun mengamankan laga. Jumlah personel pengamanan ini lebih banyak dibanding laga PSS di Liga 2, yang biasanya hanya sekitar 400 personel.

Mulyana berharap kelompok suporter Persis, Pasoepati dan Surakartans bisa tertib. Keduanya akan dialokasikan di tribun berbeda, yakni Pasoepati di tribun merah dan Surakartans di tribun biru.

“Polda DIY juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk pengamanan. Pengamanan di jalur-jalur keberangkatan suporter akan dijaga,” kata Mulyanto.

Video: PS Tira Datangkan Loris Arnaud
 

(RIZ)

Cari Pengganti Rene, PSM Datangkan Pelatih Belanda?

Erwin van de Looi saat ini menjabat sebagai pelatih Timnas Belanda U-21. Selain Erwin, PSM juga punya sejumlah kandidat untuk menggantikan posisi Robert Rene Alberts. Di antaranya Alfred Riedl dan eks pelatih Persib Mario Gomes.

Makassar: Setelah ditinggalkan Robert Rene Alberts, manajemen PSM Makassar, mulai mengincar pelatih baru untuk mengasuh tim Juku Eja. Pelatih tersebut digadang-gadang berasal dari negara Wiljan Pluim dan Mark Klok, yakni Belanda. 

Kabarnya, nama kandidat yang paling santer akan menukangi tim kebanggaan masyarakat Makasar tersebut saat ini tengah menakhodai Tim U-21 Belanda. Bahkan, sosok tersebut dikabarkan sangat dekat dengan Klok dan Pluim. 

CEO PSM Makassar, Munafri Afifuddin, mengatakan bahwa ada beberapa nama yang masuk dalam daftar calon pelatih. Appi sapaan akrabnya, saat ini masih akan mendiskusikan nama yang tepat untuk bekerjasama dengan semua pemain. 
 

Baca: Komentar Arema Soal IB Berpotensi Jadi Tersangka Mafia Bola

“Ya nama-namanya sudah ada. Tapi, kita masih harus mendiskusikan hal itu. Agar semua pemain bisa happy. Jadi, tidak hanya bisa bekerjasama dengan beberapa pemain,” katanya, Kamis 17 Januari 2019.

Oleh karena itu, kata Appi, dirinya membutuhkan sosok pelatih yang memiliki karakter kuat. Agar kata Appi, Dia (pelatih) yang nantinya menakhodai PSM Makassar bisa menyatukan semua kekuatan dari para pemain. 

“Kami butuh figur yang kuat. Yang bisa menyatukan kekuatan semua pemain,” katanya lagi. 
 

Baca juga: Joko Driyono Belum Bisa Penuhi Panggilan Satgas Anti-Mafia Bola

Setelah ditinggal Robert Rene Alberts ada beberapa nama yang masuk dalam daftar calon pelatih Tim Juku Eja di antaranya adalah Alfred Riedl, Peter Segrt, Mario Gomes hingga yang terkuat sekalipun seperti nama Marian Mihail. 

Namun, nama yang paling santer paling berpeluang menjadi suksesor Robert Rena Albert adalah Erwin van de Looi yang saat ini menjabat pelatih Timnas Belanda U-21. Lelaki berusia 46 tahun itu berpeluang besar menggeser kandidat lain. 

Tapi, Appi enggan berspekulasi terkait beberapa nama tersebut. Yang pasti kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan satu nama. Pelatih yang bisa memahami kondisi dan situasi serta ciri khas dari semua pemain. “Yang pasti waktu dekat ini kita umumkan,” ujarnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

(ACF)

Komentar Arema Soal IB Berpotensi Jadi Tersangka Mafia Bola

IB Berpotensi jadi tersangka karena adanya bukti transfer dari manajer Perseba Super Bangkalan sebesar Rp115 juta sebagai mahar tuan rumah Piala Suratin 2009. IB sendiri saat ini tengah bersiap menghadiri kongres tahunan PSSI di Bali, 20 Januari 2019.

Malang: Kepala Staf Ketum PSSI Iwan Budianto dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penipuan dalam pengaturan Tuan Rumah Piala Suratin pada November 2009. Pria yang akrab disapa IB ini sendiri diketahui juga menjabat sebagai CEO Arema FC.

Menanggapi itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengaku apabila yang dimaksud polisi adalah IB, maka dia yakin bahwa IB akan taat kepada prosedur hukum. Dia pun meyakini bahwa IB akan memenuhi panggilan polisi bila dimintai keterangan.

“Dan kami mohon semua pihak untuk menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah,” katanya, Kamis 17 Januari 2019.
 

Baca: Joko Driyono Belum Bisa Penuhi Panggilan Satgas Anti-Mafia Bola

Sudarmaji meminta agar semua pihak dapat menghargai bahwa saat ini PSSI dan klub-klub sebagai voter sedang fokus mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI. Kongres tersebut rencananya diselenggarakan di Bali, Minggu 20 Januari 2019.

“Kongres ini juga sangat penting karena menjadi tuntutan dan kebutuhan arah kebijakan setahun kedepan PSSI dalam mengelola sepak bola yang berprestasi. Tentunya para pimpinan PSSI juga stakeholder PSSI sedang fokus mempersiapkan dan pelaksanaan kongres tersebut,” jelasnya.

Peristiwa ini menurut Sudarmaji dikhawatirkan akan memicu kekhawatiran publik. Sebab, ekspektasi masyarakat agar sepak bola bisa segera digelar sangatlah tinggi. 

“Mohon maaf jangan sampai program baik PSSI dan klub yang sekarang sedang dikembangkan menjadi terabaikan karena imejnya dikalahkan dengan hal-hal lain. Harus ada sikap obyektif dari semua pihak karena sepak bola harus diselamatkan asetnya yakni kompetisi,” ungkapnya.

Di sisi lain, tim Arema sendiri tidak terganggu dengan adanya kasus ini. Sebab dalam beberapa waktu terakhir, tim Singo Edan ini tengah mempersiapkan laga melawan Persita Tangerang pada babak 32 besar Piala Indonesia yang digelar 26 Januari 2019 mendatang di Malang.

“Kalau Arema sendiri profesional tetap pada program yang sudah disusun,” pungkasnya.
 

Baca juga: 10 Years Challenge: Ronaldo, Messi, Neymar, Salah dan Hazard

Sebelumnya diberitakan, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan Perseba Super Bangkalan tak gratis menjadi tuan rumah Piala Suratin 2009. Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto kabarnya meminta sejumlah uang. 

Dedi mengungkapkan manajer klub Imron Abdul Fatah mulanya mengajukan diri sebagai tuan rumah. Iwan kemudian meminta uang sejumlah Rp115 juta. 

“Ternyata Imron merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019. 

Terkait kasus ini, Dedi mengaku sudah memiliki sejumlah bukti transfer dana. “Sudah ada bukti transfer dengan pelapor Imron Abdul Fattah dan terlapor IB dan kawan-kawan. IB berpotensi jadi tersangka,” tambah Dedi.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

(ACF)

Pemeriksaan Joko Driyono Molor

Joko diagendakan bertemu dengan Satgas Anti-Mafia Bola pada Kamis 17 Januari pukul 09.00 WIB. Tujuannya untuk mendalami kasus pengaturan skor yang melanda kancah sepak bola nasional.

Jakarta: Pemeriksaan Waketum PSSI, Joko Driyono, tidak berjalan lancar. Pasalnya, yang bersangkutan tidak menunjukkan batang hidungnya berdasar agenda yang ditetapkan.

Joko diagendakan bertemu dengan Satgas Anti-Mafia Bola pada Kamis 17 Januari pukul 09.00 WIB. Tujuannya untuk mendalami kasus pengaturan skor yang melanda kancah sepak bola nasional.

Hingga berita ini diturunkan atau berselang sekitar tiga jam dari agenda yang ditentukan, Joko masih belum menampakkan diri di Ditpid Tipikor yang menjadi lokasi pemeriksaan. Kendati demikian, kehadirannya masih ditunggu Satgas.

Baca: Komentar Ronaldo Usai Bawa Juventus Raih Trofi Piala Super Italia

Salah satu petugas piket ruang pemeriksaan Bareskrim menjelaskan, dirinya memang tidak tahu pasti kehadiran Joko. Tapi menurut dia, pihak Satgas bisa menunggu hingga malam hari.

“Belum ada yang namanya Joko Driyono dalam daftar hadir ini. Paling kalau dari PSSI baru ada nama Asep Edwin,” kata petugas piket ruang pemeriksaan tersebut.

“Meski begitu, biasanya pihak Satgas masih mau menerima meskipun dia (Joko Driyono) telat sampai malam sekalipun,” tambahnya.

Baca: Allegri Angkat Tinggi-tinggi Cristiano Ronaldo

Selain Joko, terdapat beberapa perangkat PSSI lain yang diagendakan menjalani pemeriksaan hari ini. Mereka semua adalah Papat Yunisal (anggota Exco), Irzan (Wakil Bendahara Umum), dan Asep Edwin (Komite Disiplin).

Sejauh ini, baru Asep saja yang sudah datang menjalani pemeriksaan. Dia datang seorang diri mengenakan kemeja biru sekitar pukul 09.30 WIB.

Video: Bruno Matos Tak Sabar Bela Persija

(PAT)

Joko Driyono Belum Bisa Penuhi Panggilan Satgas Anti-Mafia Bola

Satgas menjadwalkan Jokdri untuk menghadap ke Bareskrim Polri yang berada di Ombudsman pada Kamis 17 Januari pukul 09.00 WIB. Tapi berselang sekitar empat jam berlalu, Joko tetap tidak terlihat.

Jakarta: Waketum PSSI, Joko Driyono, belum bisa memenuhi panggilan Satgas Anti-Mafia Bola terkait penyelesaian kasus pengaturan skor. Itu terjadi karena dia sedang mempersiapkan diri menuju Kongres Tahunan PSSI.

Sejatinya, Satgas menjadwalkan Jokdri untuk menghadap ke Bareskrim Polri yang berada di Ombudsman pada Kamis 17 Januari pukul 09.00 WIB. Tapi berselang sekitar empat jam berlalu, Joko tetap tidak terlihat.

Ternyata setelah dihubungi wartawan, Joko memang belum bisa memenuhi pemanggilan tersebut. Ia mengatakan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan karena sedang bersiap menghadiri Kongres Tahunan PSSI.

Baca: Fakta Menarik Usai Juventus Sabet Gelar Piala Super Italia

“Berhubung besok terbang ke Bali untuk kongres, saya pun mengajukan penjadwalan ulang (pemeriksaan),” kata Joko ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

“Sebetulnya, jadwal pemanggilan saya itu  juga Jumat (18 Januari). Tapi, sudah saya reschedule menjadi Kamis 24 Januari pukul 11:00 WIB,” tambahnya.

Seperti diketahui, PSSI memang akan menggelar Kongres Tahunan di Bali pada Minggu 20 Januari mendatang. Di sana, akan dibahas berbagai evaluasi kerja sepanjang 2018 serta berbagai program yang akan dilakukan pada 2019.

Baca: Van der Vaart Heran Madrid Selalu Cadangkan Isco

Joko bukan satu-satunya wakil PSSI yang dijadwalkan menjalankan pemeriksaan di Ombudsman pada hari ini. Selain dia, masih ada Asep Edwin (Komite Disiplin), Papat Yunisal (anggota Exco) dan Irzan (Wakil Bendahara Umum).

Dari keempatnya, hanya Asep saja yang baru terlihat memenuhi panggilan pemeriksaan dengan baik. Dia datang seorang diri ke Ombudsman mengenakan kemeja biru sekitar pukul 09.30 WIB.

Video: Bruno Matos Tak Sabar Bela Persija

(PAT)

LIB Gandeng La Liga Demi Kembangkan Kualitas Sepak Bola Nasional

acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Liga Indonesia Baru (LIB) dan LaLiga di Jakarta (16/1). (Istimewa)

Jakarta: PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 menggandeng La Liga Spanyol untuk menjalin kerja sama pengembangan kualitas sepakbola nasional.

Kerja sama tersebut berupa pengelolaan sistem kompetisi yang tepat dan profesional. La Liga akan memberikan pengetehuan mulai dari peningkatan manajemen keuangan, masalah keorganisasian, hingga pelatihan agar LIB bisa membuat klub Indonesia dapat berkembang.

Bukan hanya itu, bentuk kerja sama lainnya antara LIB dan La Liga adalah pengembangan perwasitan yang ada di Tanah Air. Kedua belah pihak berkomitmen memberantas praktik kotor yang ada di persepakbolaan nasional yang mencuat belakangan ini.

“Saya ingin mengerti dan memahami apa masalah yang dialami di sepakbola Indonesia. Kami ingin membantu dan memberikan masukan kepada mereka [PT LIB],” kata managing direktur La Liga untuk kawasan Asia Ivan Codonia di Jakarta, Rabu (16/1).

La Liga dan PT LIB menjalin kesepakatan selama tiga tahun. Diharapkan kerja sama tersebut membuat kualitas kompetisi nasional jadi lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini tahap pertama yang kami lakukan, karena PT LIB akan mencoba masuk ke dalam dunia sepakbola internasional. Selain itu kami ingin memperkenalkan kompetisi Indonesia di mata dunia,” kata CEO PT LIB Risha Adi Wijaya.

(REN)

Tambah Daya Gedor, Arema Rekrut Dua Legiun Asing

Arema mengontrak Robert Lima Guimaraes yang berposisi sebagai penyerang dan Pavel Smolyachenko (gelandang) selama satu tahun. Mereka berdua bakal tampil saat Arema berhadapan dengan Persita di babak 32 besar Piala Indonesia.

Malang: Arema FC resmi merekrut dua pemain asing untuk memperkuat skuat di Liga 1 musim 2019. Kedua pemain asing tersebut adalah Robert Lima Guimaraes (Brasil) dan Pavel Smolyachenko asal Uzbekistan.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan kedua pemain ini dipanggil berdasarkan rekomendasi dari asisten pelatih, Kuncoro. 


(Manajemen Arema memperkenalkan pemain baru mereka, Pavel Smolyachenko. Foto: medcom.id/Daviq Umar) 

“Jadi Coach Kuncoro melihat video permainan kedua pemain ini dari agen. Dia setuju, dan bilang ke saya kalau ada gelandang dan striker bagus dari agen. Lalu CEO setuju ya saya pun setuju,” katanya.
 

Baca: Pejabat PSSI Minta Rp115 Juta ke Manajer Perseba

Ruddy mengaku timnya sebelumnya mengincar salah satu gelandang asing asal Korea Selatan yang telah bermain di salah satu klub di Indonesia. Namun, incaran tersebut gagal didapatkan.

“Pemain itu sama klubnya tidak dilepas dan pemainnya sendiri juga merasa berutang budi terhadap klub itu,” ungkapnya.

Dari situ, Ruddy kemudian menghubungi agen untuk minta dicarikan pemain asing di sektor gelandang dan striker. Manajemen Arema pun juga request ingin pemain yang seperti apa.

“Untuk sektor gelandang itu request. Akhirnya diberikan lah Pavel ini. Selain itu kami juga ditawarkan banyak striker, karena Arema memang cari striker saat itu,” ungkapnya.

Sebelum mendatangkan Robert Lima, tim pelatih Arema juga sempat meminta masukan dari Arthur Cunha. Sebab, stopper Arema tersebut juga berasal dari Brasil.
 

Baca juga: Sekjen PSSI Ratu Tisha Diperiksa Polisi

“Disamping liat video permainan, Kuncoro juga telepon Arthur, dan tanya tahu pemain ini tidak. Jadi salah satu referensinya ya Arthur,” tuturnya.

Sebagai informasi, dua pemain asing ini resmi dikontrak selama satu tahun. Keduanya sendiri juga telah beberapa kali mengikuti sesi latihan bersama pemain Arema yang lain

Rencananya, dua pemain ini bakal dipersiapkan sebagai pemain inti saat Arema menjamu Persita Tangerang pada babak 32 besar Piala Indonesia yang digelar 26 Januari 2019 mendatang di Malang.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ACF)

Arema Yakin Robert Lima dan Pavel Smolyachenko Lolos Verifikasi

Malang: Meski regulasi kompetisi Liga Indonesia 1 2019 belum diumumkan, Arema FC tetap meneken kontrak dua pemain asing. Keduanya yakni Robert Lima Guimaraes (Brasil) dan Pavel Smolyachenko asal Uzbekistan.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan kedua pemain ini tetap dikontrak meskipun regulasi baru belum diketahui. Hal itu dilakukan untuk memproteksi kedua pemain ini.

“Arema ingin memproteksi masa depan pemain, makanya dikontraklah dua pemain ini. Jadi biarkan mereka konsentrasi bermain dan berlatih saja. Kontrak ini untuk menyudahi pro kontra status mereka,” katanya.
 

Baca: Pejabat PSSI Minta Rp115 Juta ke Manajer Perseba

“Kami sudah korek-korek informasi dari pemain. Surat-surat mereka juga semua kita kumpulkan. Dari informasi itu memastikan keyakinan kita bahwa dua pemain ini dipastikan lolos verifikasi,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pavel dan Robert Lima belum menjalani verifikasi pemain. Meski begitu, manajemen Arema tetap optimis keduanya bisa memenuhi persayaratan sebagai pemain asing di Indonesia.

Sementara itu, status Robert Lima sendiri sebenarnya masih belum jelas hingga saat ini. Sebab, data Transfer Matching System (TMS) menyebutkan dia masih memperkuat Al Hazm (Liga Arab Saudi) musim 2016/2017 di kasta kedua waktu itu.

Padahal, Robert Lima sempat bermain di klub kasta ke enam Liga Brasil, Esportivo. Sehingga, jika menggunakan data TMS, kemungkinan dia bisa lolos verifikasi.

Sedangkan, status Pavel terhitung aman. Sebab, dia tercatat sebelumnya bermain di Metallurg yang merupakan kasta tertingi Uzbekistan.

“Operator menunggu regulasi soal verifikasi karena harus mengacu regulasi tahun 2019 dan itu diumumkan setelah Kongres PSSI,” ujar Sudarmaji.
 

Baca juga: Sekjen PSSI Ratu Tisha Diperiksa Polisi

“Kita belum tahu regulasi mengatur seperti apa tentang kualifikasi pemain berdasarkan di mana mereka bermain. Jadi tidak bisa hanya berdasarkan melihat, operator punya formula sendiri,” imbuhnya.

Sebagai informasi, dua pemain asing ini resmi dikontrak selama satu tahun. Keduanya sendiri juga telah beberapa kali mengikuti sesi latihan bersama pemain Arema yang lain

“Hasil tes medis kedua pemain ini sudah keluar dari dokter. Hasilnya secara global tidak ada masalah dengan mereka,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Rencananya, dua pemain ini bakal dipersiapkan sebagai pemain inti saat Arema menjamu Persita Tangerang pada babak 32 besar Piala Indonesia yang digelar 26 Januari 2019 mendatang di Malang.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Kilas Balik Olahraga 2018

(ACF)