PSS Sleman Tertarik Datangkan Pemain Muda Persipura

Kubu PSS Sleman tidak memungkiri ketertarikan terhadap penyerang muda Friska Womsiwor. Pelatih Seto Nurdiyantoro juga mengamini bahwa timnya butuh tambahan kekuatan di sektor penyerangan dan tengah.

Sleman: Klub promosi Liga 1, PSS Sleman terus berbenah dengan melakukan perekrutan pemain anyar. Klub kebanggaan warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini kemarin telah meresmikan mesin gol dari sesama klub promosi, Kalteng Putra, Kushedya Hari Yudo dengan kontrak satu tahun. 

Sempat berembus kabar, Laskar Super Elang Jawa, julukan PSS, berminat mendaratkan pemain muda Persipura Jayapura, Friska Womsiwor. Namun, kabar ini ternyata masih menjadi pembahasan manajemen klub tersebut. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro menjelaskan, manajemen masih menjalin komunikasi untuk perekrutan pemain, termasuk Friska. Ia mengakui nama pemain tersebut salah satu yang ada dalam daftar rekomendasi. 
 

Baca: Bocoran Agenda Kongres Tahunan PSSI

“Ya (Friska Womsiwor salah satu pemain yang masuk rekomendasi untuk direkrut),” kata Seto singkat menanggapi isu itu. 

Seto memimpin latihan PSS di Stadion Maguwoharjo Sleman pada Selasa, 15 Januari 2019. Ada sebanyak 18 pemain mengikuti latihan, termasuk tiga eks pemain PS Mojokerto Putra yang menjalani masa percobaan (trial); Derry Rachman, Haris Tuharea, dan Ricky Kambuaya. 

Adapun pemain lain yang mengikuti latihan yakni Amarzukih, Bagus Nirwanto, Dave Mustaine, Rian Miziar, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron, Slamet Budiono, Rangga, Irkham Zahrul Mila, Ilham Irhaz, Kushedya Hari Yudo, Try Hamdani Goentara, Rian Miziar, Wahyu Sukarta, dan Zamzani. Dominasi pemain lama ini diproyeksikan untuk ajang celebration game pada 19 Januari mendatang. 

Seto mengatakan timnya masih melakukan perburuan pemain untuk kompetisi Liga 1. Seto masih enggan menyebutkan nama-nama pemain incaran. 

“Nanti kita coba (mengisi posisi) di striker dan gelandang bertahan. Mungkin ada yang trial. Mereka (calon pemain) dari Liga 1. Pemain lokal,” ujarnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

PSM Sodori Kontrak Dua Tahun untuk Bayu Gatra

Bayu Gatra resmi bergabung dengan PSM Makassar. Ia menjadi satu-satunya pemain anyar Juku Eja yang dikontrak jangka panjang.

Makassar: PSM Makassar tampaknya sangat yakin dengan kualitas pemain anyarnya, Bayu Gatra. Terbukti, pemain kelahiran Jember tersebut langsung diganjar kontrak selama dua musim.

Kepastian kontrak Bayu dikonfirmasi langsung oleh CEO PT PSM Munafri Arifuddin, Selasa 15 Januari. Pada kesempatan itu, ia menjelaskan Bayu menjadi satu-satunya pemain yang diberi kontrak jangka panjang.

“Untuk pemain lokal yang lain termasuk dua asing baru kita kontrak setahun. Khusus untuk Bayu Gatra kita jadikan dua tahun masa kontraknya,” ujar Munafri.

Baca: Petr Cech Pensiun Akhir Musim Ini

“Jadi lima pemain lokal (selain Yandi Sofyan) kita rencana ikat kontrak malam ini. Untuk durasi, khusus Bayu Gatra kita sodori dua tahun,” tambahnya.

Bayu menjadi satu di antara delapan pemain baru yang direkrut PSM jelang bergulirnya kompetisi musim 2019. Sebelumnya, Juku Eja merekrut Yandi Sofyan, Munhar, Benny Wahyudi, Taufik Hidayat, Hery Prasetyo, Aaron Evans, dan Eero Markkanen.

Khusus untuk Yandi, proses transfer akhirnya tidak berjalan sesuai rencana. Yandi yang baru dua hari teken kontrak, memutuskan membatalkan kontrak tersebut dengan alasan keluarga. (Ant)

Video: Simic Sayangkan Kepergian Teco

(ACF)

Sekjen PSSI Tak Tahu Soal Penetapan 5 Tersangka Baru Skandal Pengaturan Skor

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria. (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Ketua tim media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono belum mau membuka identitas lima tersangka baru kasus pengaturan skor. Ia hanya mengatakan bahwa kelima tersangka itu adalah perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan di Liga 2 musim 2018.

Jakarta: Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, tidak bisa menjawab apa-apa ketika ditanya tentang lima tersangka baru kasus pengaturan skor. Dia malah mengaku belum tahu kabar tersebut.

“Belum, saya belum dapat laporannya,” jawab Tisha singkat kepada wartawan di sela pertemuan PSSI dengan AFC di Hotel Sultan, Jakarta 15 Januari.

Lima tersangka baru kasus pengaturan skor sempat diumumkan Satgas Antimafia Bola pada Senin 14 Januari malam WIB. Informasinya, bahkan, disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono.
 

Baca: Bocoran Agenda Kongres Tahunan PSSI

Lima tersangka baru itu didapat dari pengembangan laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani yang mengalami tindak pidana penipuan. Dalam laporannya, Lasmi menyebut nama Komite Wasit PSSI Priyanto dan anaknya Anik Yuni Sari.

Meski terdapat lima tersangka baru, Argo belum bisa menyebutkan nama mereka secara detail. Ia hanya berkenan menjelaskan bahwa kelimanya adalah para perangkat pertandingan Liga 2 Indonesia 2018 yang mempertandingkan Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan.

Dengan adanya kabar tersebut, artinya sudah terkumpul 10 tersangka yang ditetapkan Satgas Antimafia Bola. Sebelumnya ada wasit berinisial N, Johar Ling Eng, Priyanto, Anik Yuni Sari dan Dwi Irianto yang ditahan pihak kepolisian.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Persija Resmi Perkenalkan Ivan Kolev

Pelatih baru Persija Jakarta, Ivan Kolev (tengah) (Dok. Persija)

Ivan Kolev resmi menggantikan posisi Stefano Cugurra sebagai pelatih Persija. Ia dikontrak selama satu tahun ke depan.

Jakarta: Persija Jakarta resmi memperkenalkan Ivan Kolev sebagai pelatih baru mereka, Selasa 15 Januari. Kolev diikat kontrak oleh Macan Kemayoran selama satu tahun. 

Pelatih asal Bulgaria itu ditunjuk menggantikan posisi Stefano Cugurra. Pelatih yang membawa Persija juaral Liga 1 2018 lalu itu memilih hijrah ke Bali United.

Sosok Kolev sendiri bukan merupakan wajah baru bagi Persija. Ia sempat melatih Macan Kemayoran pada 1999 dan 2000 silam.

“Coba baca track record-nya. Ia (Kolev) sudah mengenal kultur sepak bola Indonesia dengan baik. Disamping itu ia juga tidak terkendala masalah komunikasi dengan pemain,” kata Direktur Utama Persija, Gede Widiade di situs klub.

“Selain itu manajemen juga tahu bagaimaca cara melatih Kolev. Misalnya Kolev sangat dekat dengan pemain, dia mampu menganyomi pemain. Ditambah lagi Kolev bukan sosok baru di Persija karena pernah menangani tim ini sebelumnya,” sambungnya.

Di Persija, Kolev akan dibantu staf pelatih musim lalu seperti Mustaqim di posisi asisten pelatih. Kemudian ada nama Ahmad Fauzi sebagai pelatih kiper, dan San San Susanpur sebagai pelatih fisik. Bersama mereka, Kolev bersiap membawa Persija bermain di kancah Asia yaitu babak kualifikasi Asian Champions League (ACL) 5 Februari nanti.

(REN)

Demi Arema, Pemkot Malang Siap Renovasi Stadion Gajayana

Agar Arema mau kembali bermarkas di Stadion Gajayana, Wali Kota Malang Sutiaji siap melakukan renovasi besar-besaran. Mulai menambah kapasitas stadion, mengganti papan skor, lampu stadion, hingga mengubah cat warna stadion dari hijau menjadi biru, warna kebesaran Arema.

Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berniat membujuk Arema FC untuk menggunakan Stadion Gajayana sebagai markas mereka. Berbagai upaya pun bakal dilakukan, salah satunya dengan merenovasi stadion berkapasitas 25 ribu penonton tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan renovasi Stadion Gajayana ini juga dilakukan untuk mengembalikan Kota Malang sebagai barometer sepak bola di Indonesia.

“Ketika kita bicara bola, ekonomi kreatif akan terbangun. Akan kita kembalikan Malang sebagai barometer persepakbolaan di Indonesia. Orang kalau ke Malang kalau masuk Gajayana itu udah marwahnya lain,” katanya.
 

Baca: Bocoran Agenda Kongres Tahunan PSSI

Sutiaji pun mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Malang Kota untuk kemungkinan pengoptimalan Stadion Gajayana. Sebab dia berencana meningkatkan kapasitas stadion tersebut.

“Kapasitasnya akan ditambah. Tribunnya agak ditambah sekeliling mungkin nambahnya sekitar 10 ribuan,” bebernya.

Selain itu, berbagai fasilitas stadion pun juga bakal direnovasi. Salah satu fasilitas yang paling mendesak yakni lampu stadion dan scoring board atau papan skor.

“Scoring board tahun ini sudah mulai dibenahi, sama fasilitas-fasilitas yang lain. Tahun ini scoring boardnya sudah masuk anggaran, jumlahnya Rp 3 miliar. Lampunya juga belum standar, mungkin volumenya kurang tinggi,” ungkapnya.

Bahkan, orang nomor satu di Kota Malang ini berencana mengubah warna cat Stadion Gajayana. Bila sebelumnya berwarna hijau, akan diganti dengan warna kebanggaan Arema yakni biru. Hanya saja, urusan pindah stadion, Sutiaji menyerahkan kepada Arema.

“Itu kan domain Arema. Ya semoga saja,” terangnya.
 

Baca juga: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

Di sisi lain, pria berkacamata ini ingin mengembalikan pembinaan pemain sepak bola di Kota Malang. Sehingga, pemain Arema nantinya biasa diambil dari pemain-pemain asal Kota Malang.

“Tidak instan mengambil orang-orang yang sudah jadi, sambil pembinaan. Malang sudah menjadi industri pemain, bisa menjadi kontribusi pemain-pemain profesional. Malang itu dulunya punya karakter bolanya, total football di Indonesia itu ya di Malang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selama ini Arema menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai markas mereka. Stadion yang terletak di Kabupaten Malang itu selalu digunakan Singo Edan baik laga resmi maupun sesi latihan.

Sedangkan, jarak dari mess pemain Arema menuju Stadion Kanjuruhan terhitung jauh, butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam. Sementara itu, jarak menuju Stadion Gajayana hanya memakan waktu 10-15 menit saja.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Tiga Mantan Pemain PS Mojokerto Ikut Trial di PSS Sleman

Status ketiga pemain tersebut masih trial alias percobaan. Pihak PSS Sleman baru akan memastikan status ketiganya setelah menjalani sesi latihan selama satu sampai dua hari.

Sleman: Tiga eks pemain PS Mojokerto Putra, Derry Rachman, Harus Tuharea, dan Ricky Kambuaya terlihat mengikuti latihan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 15 Januari 2019. Sempat berembus kabar ketiganya akan berseragam PSS. 

Manajer PSS Sleman, Retno Sukmawati mengatakan ketiga pemain itu masih dalam masa percobaan (trial). Soal peluang ketiganya bergabung, kemungkinan bisa terjadi. 

Retno menjelaskan jika tiga pemain itu masih akan dikoordinasikan lebih lanjut statusnya. “Untuk saat ini statusnya masih trial,” katanya. 
 

Baca: Bocoran Agenda Kongres Tahunan PSSI

Tiga pemain tersebut bergabung dengan belasan pemain PSS yang menjalani latihan di Stadion Maguwoharjo. Selain ketiganya, para pemain yang ikut latihan yakni Amarzukih, Bagus Nirwanto, Dave Mustaine, Rian Miziar, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron, Slamet Budiono, Rangga, Irkham Zahrul Mila, Ilham Irhaz, Kushedya Hari Yudo, Try Hamdani Goentara, Rian Miziar, Wahyu Sukarta, dan Zamzani. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro juga mengatakan ketiga pemain itu menjalani masa percobaan. Ia mengakui ketiganya diundang untuk mengikuti masa percobaan. 
 

Baca juga: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

“Ada masukan dari teman, mereka ikut latihan. Kita kan juga melakukan seleksi tak terbuka juga, (ada sistem) kita undang (pemain),” ujarnya. 

Seto tak bisa memastikan ketiganya bakal berkostum PSS. Ia mengaku masih melakukan pemantauan dalam beberapa hari ke depan. 

“Resmi tidakya nanti keputusan manajemen. Dari awal dikasih tahu dia ikut latihan. Saya belum tahu sampai mana kemampuan mereka. Kita lihat 1-2 hari (ke depan),” tuturnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Bocoran Agenda Kongres Tahunan PSSI

Berbagai hal akan dibahas dalam kongres tahunan PSSI di Bali, 20 Januari nanti. Mulai dari penentuan pelatih Timnas U-18, evaluasi Liga 1 hingga skandal pengaturan skor. Isunya, akan ada anggota Exco yang mengundurkan diri dalam kongres nanti.

Jakarta: PSSI akan menggelar kongres tahunan di Bali pada Minggu 20 Januari mendatang. Berbagai hal akan dibahas dalam kongres tersebut. Di antaranya penentuan pelatih Timnas Indonesia U-18 dan upaya memberantas skandal pengaturan skor. 

Yoyok Sukawi selaku anggota Exco PSSI memastikan diri bakal menghadiri kongres tersebut. Meski belum diumumkan PSSI, dia tak segan membocorkan berbagai agenda kongres yang bakal bergulir.

Adapun agenda yang diingat Yoyok adalah berbagai laporan manajemen PSSI di sepanjang 2018, yakni meliputi laporan keuangan, pengesahan program kerja, pengesahan rencana keuangan dan perubahan pengurus di jajaran komisi yudisial (Komite Disiplin, Komite Banding dan Komite Etik).
 

Baca: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Mafia Bola

“Mungkin di antaranya, bakal ada anggota Exco juga yang mundur. Kira-kira seperti itu,” kata Yoyok yang juga CEO PT. Mahesa Jenar Semarang atau pemilik klub PSIS Semarang.

Tidak lupa, Yoyok juga menyebutkan, PSSI bakal membahas isu yang paling panas, yakni seputar upaya penyelesaian polemik pengaturan skor dan penentuan pelatih timnas U-18.

“Sementara ini yang masuk kandidat pelatih U-18 baru Fakhri Husaini,” tutup Yoyok yang dihubungi via telepon oleh wartawan, Selasa 15 Januari.
 

Baca juga: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

Skandal pengaturan skor menjadi isu yang paling “panas” dan menyita perhatian publik pecinta sepak bola. Pihak Kepolisian RI bahkan harus turun tangan dan membentuk Satgas khusus untuk memberantas praktik mafia bola di Indonesia.

Sejauh ini, Satgas telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Mirisnya, mayoritas orang-orang yang ditangkap dan ditetapkan tersangka adalah orang dalam PSSI.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Dua Hari Jadi Pemain PSM, Yandi Sofyan Mundur

Yandi Sofyan mundur dari PSM baru dua hari menjadi pemain PSM. Keluarga menjadi alasan mundurnya mantan pemain Bali United.

Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari Yandi Sofyan. Ia menyatakan mundur setelah baru dua hari menjadi pemain PSM Makassar.

Kabar tersebut diumumkan langsung PSM di situs resmi mereka. Yandi yang baru diperkenalkan pada Minggu 13 Januari lalu mundur karena alasan keluarga.

Keputusan mantan pemain Bali United itu diterima oleh manajemen tim Juku Eja. CEO PSM, Munafri Arifuddin mengatakan Yandi telah pamit secara baik-baik dari klub.

“Kami tidak bisa melarang Yandi mengambil keputusan itu. Karena bagaimana pun, keluarga harus didahulukan. Alasan itu dapat kami terima. Dia datang baik-baik, pergi juga baik-baik,” kara Munafri di situs resmi klub.

Namun, kepergian Yandi tampak tak terlalu berpengaruh dengan komposisi lini depan PSM. Juku Eja musim ini telah mengamankan sejumlah pemain baru di lini serang mereka.

Seperti Bayu Gatra yang didatangkan dari Madura United. Serta bomber asing asal Finlandia, Eero Markkanen yang diboyong dari klub divisi dua Swedia, Dalkurd FF.

(REN)

PSIS Tunjuk Eks Pelatih Persis Solo Jadi Asisten Jafri Sastra

Widyantoro (kanan) saat masih menjabat sebagai pelatih Persis Solo. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PSIS Semarang merekrut Widyantoro sebagai asisten pelatih Jafri Sastra demi memperbaiki kinerja lini depan PSIS. Di musim lalu, kubu Mahesa Jenar hanya mengoleksi 39 gol dari 34 pertandingan. Jumlah itu hanya lebih baik dari Perseru Serui yang berada di papan bawah.

Semarang: PSIS Semarang resmi menunjuk Widyantoro, sebagai asisten pelatih. Mantan juru taktik Persis Solo itu bakal membantu kinerja pelatih kepala, Jafri Sastra dalam meracik strategi Laskar Mahesa Jenar. 

General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto membenarkan kabar PSIS mendatangkan pelatih yang juga mantan striker Laskar Mahesa Jenar. 

“Tentu banyak pertimbangan mengapa kami menunjuk Widyantoro sebagai asisten pelatih. Termasuk juga untuk alasan teknis nantinya di lapangan. Apalagi coach Widi pernah jadi striker tajam di masanya,” katanya di Semarang, Selasa 15 Januari 2019.
 

Baca: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

Menurutnya, kehadiran sosok berusia 48 tahun itu untuk memoles lini depan PSIS Semarang. Maklum, catatan gol tim Laskar Mahesa Jenar musim lalu masih kurang  memuaskan.

Musim lalu PSIS hanya mencetak 39 gol sepanjang 34 pertandingan. Jumlah gol itu cuma lebih baik dari Perseru Serui dengan 34 gol. Sementara perbandingan dengan jumlah kemasukan, menembus 42 gol.

Musim lalu tim Laskar Mahesa Jenar bertumpu pada dua sosok yakni Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto untuk urusan mencetak gol. Bruno mengemas 16 gol dan Hari nur mengemas 10 gol.
 

Baca juga: Tottenham Selidiki Kasus Hinaan Rasial kepada Son Heung-min

Sementara para ujung tombak lainnya belum memberikan kontribusi signifikan dalam urusan mencetak gol. Aldaier Makatindu hanya memberikan satu assist dari 20 penampilan. Sementara Komarudin mencetak satu gol dan dua assist dari 29 laga.

Sementara itu, Widyantoro sendiri mengaku sudah berdiskusi dengan Jafri Sastra. Hanya saja, diskusi tersebut belum menjurus ke detail program latihan hingga pembahasan taktik dan strategi.

“Saya menunggu instruksi dari coach Jafri Sastra nanti seperti apa. Termasuk konsep latihan juga,” ungkap wiwid.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Dilirik Klub Luar, Osvaldo Haay Prioritaskan Persebaya

Selebrasi Osvaldo Haay usai mencetak gol untuk Persebaya ke gawang Madura United di Liga 1 2018. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

Kontrak Osvaldo Haay dengan Persebaya sudah berakhir sejak Desember. Namun, Osvaldo belum merespons tawaran dari dalam dan luar negeri, karena prioritas utamanya adalah tetap memperkuat Bajul Ijo.

Jakarta: Osvaldo Haay tidak ambil pusing dengan kontrak kerjanya yang belum diperpanjang Persebaya sejak Desember lalu. Ia siap hengkang apabila memang itu yang harus dilakukan.

Menurut Osvaldo, sudah ada beberapa klub lokal maupun luar negeri yang tertarik meminangnya. Tapi, dia belum bisa menyebutkan nama klub tersebut karena belum terjadi kesepakatan.

Kesepakatan dengan klub lain tak kunjung terjadi karena Osvaldo sendiri masih berharap kembali memperkuat Persebaya. Selain itu, dia juga sedang disibukkan dengan agenda seleksi timnas U-22.
 

Baca: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

“Saya masih komunikasi dengan Persebaya terkait perpanjangan kontrak. Tapi, tawaran juga sudah ada dari dalam dan luar negeri. Tapi, saya masih memprioritaskan Persebaya,” kata Osvaldo seusai berlatih menjadi pemain timnas U-22, Selasa (15/1/2019).

“Jika tidak diperpanjang, belum tahu juga mau merapat ke mana. Soalnya saya masih fokus dengan timnas U-22,” kata Osvaldo.
 

Baca juga: Tottenham Selidiki Kasus Hinaan Rasial kepada Son Heung-min

Dengan adanya tawaran dari klub lain, Osvaldo pun mengaku tidak khawatir dengan masa depannya sebagai pesepak bola profesional. Hanya saja, dia juga harus berkomunikasi dengan keluarganya apabila hengkang dari Persebaya.

“Kalau itu yang harus dilakukan Persebaya (tidak memperpanjang kontrak), silakan saja. Intinya, saya harus keluar dengan baik-baik karena Persebaya juga sudah menerima saya dengan baik,” pungkas Osvaldo.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

PSSI Minta Bantuan AFC Atasi Polemik Pengaturan Skor

PSSI mengundang AFC ke Indonesia untuk membantu terbentuknya komite adhoc integrity. Nantinya, komite adhoc ini akan mengurusu berbagai kasus yang berhubungan dengan integritas, termasuk kasus pengaturan skor.

Jakarta: Jajaran PSSI menggelar pertemuan dengan perwakilan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa 15 Januari. Tujuannya tak lain untuk membantu induk sepak bola Tanah Air menyelesaikan polemik pengaturan skor.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mengatakan wakil AFC yang hadir adalah Mohammad Yazid Bin Zakaria yang bergerak di bagian Integrity Executive Legal Affairs. Dia datang untuk memberi saran tentang langkah pembentukan Komite Adhoc Integrity yang salah satu tugasnya nanti adalah mengatasi pengaturan skor.

“Sebelum kongres, kami memang ingin mengundang wakil AFC atau FIFA. Tujuannya untuk membuat framework pembentukan Komite Adhoc Integrity,” kata Tisha kepada wartawan saat jeda pertemuan dengan wakil AFC.
 

Baca: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Mafia Bola

“Tadi kami belajar beberapa kasus yg pernah dialami anggota AFC juga, di antaranya Thailand, Nepal, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian apa saja yang negara itu lakukan dan bagaimana kolaborasinya dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Tisha menjelaskan, Komite Adhoc Integrity dibuat sebagai cikal bakal berdirinya departemen khusus yang berada di bawah kesekjenan PSSI untuk menangani berbagai kasus integritas sepak bola Tanah Air. Rencananya, departemen khusus itu bakal terbentuk pada 2020.

Dengan adanya Komite Adhoc Integrity, PSSI bisa lebih fokus menangani berbagai temuan kasus integritas, termasuk pengaturan skor. Bukti-bukti yang mereka temukan bisa dilaporkan langsung kepada badan yudisial PSSI atau Komisi Disiplin (komdis).
 

Baca juga: Ditinggal Indra Sjafri ke Spanyol, Seleksi Timnas U-22 Tetap Bergulir

“Sementara ini, kita juga tahu bahwa badan yudisial juga disibukkan dengan berbagai perkara keolahragaan lainnya yang terjadi,” ujar Tisha.

Pertemuan untuk membentuk Komite Adhoc Integrity tidak hanya dihadiri oleh PSSI dan AFC saja. Tetapi, turut hadir juga perwakilan Polri dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Umuh Muchtar Isyaratkan Mundur dari Persib

(ACF)

Gomes De Oliveira Jadi Pelatih Anyar Kalteng Putra

Setelah mengumumankan beberapa pemain baru untuk persiapan Liga 1 2019, Kalteng Putra resmi menunjuk mantan pelatih Madura United, Gomes De Oliveira. 

Palangka Raya: Tim promosi Liga 1 Indonesia 2019, Kalteng Putra resmi menunjuk Gomes De Oliveira sebagai pelatih. Kepastian itu dikonfirmasi oleh CEO klub, Agustiar Sabran. 

Pengalaman melatih beberapa klub Indonesia membuat Kalteng Putra yakin Gomez De Oliveira mampu mengangkat prestasi tim kebanggaan Palangka Raya ini. Rilis ini sekaligus mengakhiri spekulasi soal pelatih Kalteng Putra.

Awalnya Kas Hartadi coba dipertahankan. Tapi, negosiasi yang berlangsung ternyata kurang mulus. Akhirnya Kalteng Putra memilih Gomes De Oliveira.

“Setelah memperhatikan, mengingat, dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, akhirnya kami mantap memilih Gomes De Oliveira sebagai pelatih,” kata Agustiar.

Musim kemarin, Gomes De Oliveira merupakan pelatih Madura United FC. Namun, pada masa pramusim 2018, sempat diberhentikan. Tapi, di tengah kompetisi, pelatih asal Brasil ini dipercaya lagi menjadi pelatih menggantikan Milomir Seslija.

Video: Stefano Cugurra Teco Latih Bali United

(ASM)

PSMS Medan Tunjuk Abdul Rahman Gurning Sebagai Pelatih

Medan: Manajemen PSMS Medan menunjuk Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih. Pria 61 tahun itu bakal membesut Ayam Kinantan untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2019.

Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat yang akhirnya sepakat menunjuk Abdul Rahman Gurning sebagai direktur teknik merangkap pelatih. Nantinya Guring akan berduet dengan Edy Syahputra sebagai pendamping serta ditambah Sugiar selaku pelatih kiper.

“Manajemen sepakat mempercayakan PSMS kepada ketiga nama tersebut menukangi PSMS menghadapi Liga 2 Indonesia. Besar harapan kami mereka dapat kembali mengangkat PSMS bisa berlaga di Liga 1 nanti,” kata Julius. 

Dalam rapat tersebut, lanjut dia, juga diputuskan seleksi terhadap pemain mulai dilakukan Rabu (16/1) di Stadion Kebun Bunga Medan dengan melibatkan sejumlah mantan legenda PSMS seperti Nobon, Tumsila, Parlin Siagian, dan Bambang Usmanto.
     
Sementara, mengenai sistem yang akan digunakan dalam seleksi, akan dibicarakan lebih lanjut antara pelatih dengan legenda yang dilibatkan.

“Besok pelatih dan sejumlah legenda akan kumpul membahas skema yang akan digunakan nanti dalam proses seleksi. Pemain seperti apa yang dibutuhkan, siapa dan bagaimananya nanti mereka yang putuskan,” katanya.

PSMS harus turun berlaga di Liga 2 Indonesia setelah finis di peringkat paling bawah di Liga 1 2018.

“Kita berharap tahun depan bisa kembali ke Liga 1 dan tentunya itu semua butuh kerja keras dan kerja sama kita semua. Mari kita saling dukung dan saling membesarkan agar tim kebanggaan kita ini bisa kembali menjadi tim besar,” katanya.

Video: Stefano Cugurra Teco Latih Bali United

(ASM)