Pavel Smolyachenko Tak Sabar Main untuk Arema

Malang: Arema FC resmi mendatangkan pemain asing baru, Pavel Smolyachenko, untuk musim 2019. Pemain asal Uzbekistan ini mengaku bakal tertantang untuk berlaga bersama Singo Edan.

“Ini tantangan yang menarik buat saya karena saya baru pertama kali bermain di Indonesia,” katanya.

Pavel sendiri mengaku tak sabar untuk segera berlaga bersama Arema. Rencananya dia bakal dipersiapkan sebagai pemain inti saat Arema menjamu Persita Tangerang pada babak 32 besar Piala Indonesia.
 

Baca: Tambah Daya Gedor, Arema Rekrut Dua Legiun Asing

“Kompetisi masih lama, tapi masih ada Piala Indonesia. Menurut saya kompetisi terlalu panjang. Jika hanya latihan-latihan saja, kita menunggu terlalu lama. Jika bisa, besok sudah mulai kompetisinya,” tegasnya.

Pemain berposisi gelandang ini mengaku sebelumnya tidak tahu banyak soal Arema. Dia mengatakan baru memahami karakter tim kebanggaan Arek Malang ini setelah tiba di Indonesia.

“Ketika saya sampai sini baru paham Arema tim seperti apa. Arema saya suka, terutama fans mereka karena ini bisa memberikan energi tambahan untuk tim dan saya secara pribadi,” ujarnya.

Berbeda dengan klub sebelumnya, saat di Indonesia Pavel harus membiasakan diri untuk menjalani laga tandang hingga ke luar pulau. Bahkan ribuan kilometer harus ia tempuh selama semusim.
 

Baca juga: Pejabat PSSI Minta Rp115 Juta ke Manajer Perseba

“Tidak ada masalah jika kemudian harus travel bahkan berapa kilometer. Bahkan jika kemudian harus naik kendaraan atau pun bus,” jelasnya.

Mantan pemain Metallurg FC, Uzbekistan, ini pun mengaku bakal mencoba untuk berkeliling Malang dalam waktu dekat. Dia mengaku senang dengan suasana kota di Jawa Timur ini.

“Belum semua Malang Raya saya lihat, karena aktifitas saya hanya dari hotel ke stadion saja saat ini. Tapi jika ada istirahat lebih 2-3 hari, saya akan mencoba melihat keindahan Kota Malang,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ACF)

Abaikan Tawaran dari Malaysia, Robert Lima Mantap Pilih Arema

Robert Lima, penyerang baru Arema yang berasal dari Brasil. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)

Robert Lima mendapat tiga tawaran sebelum memutuskan bergabung dengan Arema. Salah satunya datang dari klub asal Malaysia.

Malang: Robert Lima Guimaraes resmi bergabung dengan Arema FC untuk musim 2019. Pemain asal Brasil ini mengaku lebih memilih tim Singo Edan meskipun mendapatkan sejumlah tawaran dari klub lain.

Sebelum berlabuh ke Malang, Robert Lima mendapatkan setidaknya tiga tawaran. Mulai diperpanjang klub asalnya hingga tawaran dari sebuah klub asal Malaysia.

“Sebelum ke sini ada tawaran dari Malaysia. Tapi lihat Arema, saya pilih Arema,” katanya.
 

Baca: Tambah Daya Gedor, Arema Rekrut Dua Legiun Asing

Mantan pemain Al-Hazm, Arab Saudi ini mengatakan musim ini adalah musim yang penting baginya karena bisa bermain dengan Arema. Sebab menurutnya, Arema adalah tim yang bagus.

“Ini kesempatan penting bisa bermain di Arema. Saya senang karena Arema adalah tim yang  bagus dan ini musim yang sangat penting bagi saya,” ujarnya.

Sama seperti Pavel, Robert Lima sejatinya tidak tahu banyak soal Arema. Ia mengetahui klub Arema dari agen. Kemudian dia menghubungi stopper Arema, Arthur Cunha yang juga sama-sama berasal dari Brasil untuk mengetahui informasi lebih dalam tentang Arema. Dari sinilah ia kemudian mantap memilih Arema.
 

Baca juga: Pavel Smolyachenko Tak Sabar Main untuk Arema

“Arema tim bagus, pemain juga bagus-bagus. Saya senang bisa menjalani latihan beberapa hari ini,” tuturnya.

Pemain yang bakal menggunakan nomor punggung 9 ini mengaku tidak ada kendala adaptasi saat bergabung dengan Arema. Sebab, sejak latihan perdana, dia merasa pemain lainnya dan pelatih telah menganggapnya teman.

“Saya ini kuat dan tidak ada masalah terutama dengan makanan di sini. Saya akan membunuh lini pertahanan lawan karena saya adalah gladiator,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ACF)

Seto Ingin Tambahan Asisten Manajer di PSS Sleman

Asisten yang diminta Seto nantinya akan membantu dirinya mengelola tim junior PSS Sleman. Termasuk memilah-milah pemain yang akan dipromosikan ke tim utama PSS di Liga 1 musim 2019.

Sleman: PSS Sleman memerlukan banyak persiapan untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2019. Bukan hanya pemain, PSS juga perlu tambahan asisten manajer untuk mendampingi pelatih Seto Nurdiyantoro. 

Sejauh ini, asisten manajer PSS dijabat Danilo Fernando. Danilo di PSS berperan juga sebagai pencari bakat pemain muda. 

Seto mengatakan telah menyampaikan keinginannya itu ke manajemen. “Saya minta penambahan satu asisten teknis. Nanti bertugas membantunya sebagai pelatih,” kata Seto di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 16 Januari 2019. 
 

Baca: Tambah Daya Gedor, Arema Rekrut Dua Legiun Asing

Seto mengatakan, keberadaan asisten ini nantinya penting untuk tim. Berkompetisi di Liga 1, PSS harus juga memiliki tim di bawahnya, yakni U-20. Asisten tersebut nantinya akan membantu dalam mengelola tim dan mengartur keluar-masuknya pemain muda untuk tim utama. 

“Artinya nanti bisa naik turun. Lebih lanjut akan membicarakan dengan manajemen,” kata dia. 

Ia mengakui PSS sedang mengalami transisi dari Liga 2 ke Liga 1. Terlihat banyak uang di Liga 2 tapi tak demikian di Liga 1. Dengan sejumlah kekurangan dan kelebihan, Seto akan kembali melihat target tim untuk musim depan. 
 

Baca juga: Pejabat PSSI Minta Rp115 Juta ke Manajer Perseba

PSS sejauh ini belum bergerak banyak untuk transfer pemain. Tercatat, baru mantan pemain Kalteng Putra, Kushendra Hari Yudo yang berhasil dibeli. Sementara, tiga pemain PS Mojokerto Putra; Derry Rachman, Haris Tuharea, dan Ricky Kambuaya masih dalam masa percobaan. Proses kontrak pemain lama yang akan dipertahankan pun belum sepenuhnya selesai. 

Sementara, sejumlah klub Liga 1 lain telah banyak melakukan transfer pemain baru, termasuk klub promosi Kalteng Putra dan Semen Padang. “Kami akan lihat nanti apa target (tim) musim depan. Saya pikir mereka (pemain) memiliki potensi,” ujarnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ACF)

LIB tak Masalah Liga 1 2019 Hanya Diikuti 10 Klub

Jelang Liga 1 2019, baru 10 klub yang lolos verifikasi dan punya lisensi profesional AFC. Sejalan dengan BOPI, PT LIB tidak keberatan jika Liga 1 hanya diikuti 10 klub.

Jakarta: PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1 tak masalah kompetisi 2019 hanya diikuti 10 klub. Pasalnya dari 18 klub peserta Liga 1, sejauh ini baru 10 klub saja yang telah lolos verifikasi dan mengantongi lisensi klub profesional AFC.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sempat menegaskan akan lebih ketat soal aturan verifikasi klub. Badan di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin setiap klub peserta lolos verifikasi untuk berkompetisi.

“Karena suatu kompetisi, liga dan juga klubnya menurut undang-undang harus melalui kami untuk mendapatkan verifikasi untuk berkompetisi,” Ketua BOPI Richard Sambera di tayangan Narasi TV, 11 Januari.

“Oleh karena itu, komitmen kita misalnya kalau memang 10 klub yang layak untuk tampil di kompetisi, ya itu saja,” sambungnya.

Baca: PSM Perpanjang Kontrak Marc Klok Hingga 2023

LIB pun menanggapi positif pernyataan BOPI. COO PT LIB, Tigor Shalom Boboy, mengatakan sejalan dengan pernyataan BOPI tersebut dan tidak keberatan jika memang Liga 1 2019 hanya diikuti 10 klub.

“Itu kan sistemnya sama, yakni lisensi klub. Kita punya 10 klub (yang lolos verifikasi dan punya lisensi profesional AFC), kalau mau ikut mereka (BOPI) 10 klub itu yang boleh berkompetisi, ya kita ikut,” kata Tigor kepada Medcom.id saat ditemui, Rabu 16 Januari. 

“Jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan yang diminta oleh BOPI. Mereka juga tahu standar yang kita terapkan itu standar tinggi. Kita sama-sama bekerja menentukan klub yang memang verified ya kita tentukan itu,” lanjut Tigor.

Tigor yang juga menjabat Kepala Departemen Lisensi Klub PSSI memang telah menjalankan proses verifikasi untuk mendapatkan lisensi klub profesional AFC sejak April 2018 lalu. Setelah melewati enam bulan proses, diputuskan 10 dari 18 klub Liga 1 2018 mendapatkan lisensi klub profesional AFC.

Berikut daftar 10 klub yang lolos verifikasi dan punya lisensi profesional AFC: 
1. Persib Bandung
2. Persija Jakarta
3. Arema FC
4. PSM Makassar
5. Madura United
6. Barito Putera 
7. Bali United
8. Persipura Jayapura
9. Borneo FC
10. Bhayangkara FC

(ACF)

PSS Sleman Terancam Kehilangan 3 Pemain Andalan

Ichsan Pratama yang menyandang predikat pemain terbaik Liga 2 sudah memberi kode bakal meninggalkan PSS Sleman. Sementara itu, bomber veteran Cristian ‘El Loco’ Gonzales juga belum pasti dipertahankan karena usianya sudah lebih dari 40 tahun.

Sleman: PSS Sleman terancam kehilangan sejumlah pilar penting. Mereka yang berpotensi hengkang adalah pemain-pemain yang berkontribusi besar dalam membawa PSS merengkuh trofi Piala Liga 2 2018. 

Pemain terbaik Liga 2 2018, Ichsan Pratama memberikan kode perpisahan untuk klub yang berkandang di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Sang pemain membuatkan indikasi perpisahan dengan PSS lewat media sosialnya di instagram. 

Sementara itu, pemain senior Cristian Gonzales juga belum jelas masa depannya. Isu yang berkembang, usia pemain berjuluk El Loco yang sudah lebih dari 40 tahun akan menyulitkannya bersaing di kompetisi Liga 1. Meskipun, Gonzales jadi aktor sentral di lini depan PSS sejak babak delapan besar hingga final Liga 2 musim lalu. 
 

Baca: 5 Hal Menarik Jelang Piala Super Italia

Adapula Slamet Budiono yang terancam hengkang. Pemain ini jelang akhir Liga 2 2018 sempat menjalani operasi karena cedera. Meski demikian, Slamet sudah mengikuti latihan PSS. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengatakan manajemen mencoba mengundang semua pemain yang bermain untuk tim selama Liga 2 2018, khususnya saat babak final. Mereka dikumpulkan untuk ikut berlatih untuk persiapan celebration game melawan Persis Solo pada 19 Januari 2019. 

“Manajemen sudah mengundang semua (pemain) itu. Setelah itu (masa depan pemain) akan dibahas lagi,” ujar Seto di Sleman pada Rabu, 16 Januari 2019. 

Seto mengaku belum tahu pasti masa depan tiga pemain itu. Namun, Seto memberi kode ketiga pemain masuk dalam daftar nama rekomendasi untuk dipertahankan. 
 

Baca juga: Romagnoli: Juve Boleh Diunggulkan, tapi Milan Sekarang Lebih Kuat!

Ia juga mengatakan, rencana mempertahankan 50 hingga 60 persen dari jumlah musim lalu masih tarik-ulur. Mantan pemain Tim Nasional Indonesia ini mengatakan sejumlah pemain yang akan dipertahankan masih terus dipantau. Sejauhnya, sudah lebih dari sembilan nama permain yang telah dikontrak PSS. 

“Kalau ada (pemain) yang bisa (menunjukkan kemampuan) bagus (kemungkinan dipertahankan), jadi fleksibel. Saya sudah merekomendasikan dari tim pelatih ke manajemen. (Keputusan) terserah manajemen,” kata dia. 

Sekitar 18 pemain telah mengikuti latihan PSS untuk persiapan celebration game. Jumlah itu termasuk permain anyar Kushedya Hari Yudo serta tiga mantan PS Mojokerto Putra, Derry Rachman, Haris Tuharea, dan Ricky Kambuaya yang dalam masa percobaan. Selain mereka yakni ada Amarzukih, Bagus Nirwanto, Dave Mustaine, Rian Miziar, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron, Slamet Budiono, Rangga Muslim, Irkham Zahrul Mila, Ilham Irhaz, Try Hamdani Goentara, Rian Miziar, Wahyu Sukarta, dan Zamzani. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ACF)

Kiper Legendaris I Komang Putra Resmi Bergabung dengan PSIS

I Komang Putra. (Foto: Dok. MI)

I Komang Putra bergabung dengan PSIS Semarang. Dia akan memberikan motivasi kepada skuat PSIS.

Semarang: PSIS Semarang terus memperbaiki barisan offisial. Setelah merekrut Widyantoro sebagai asisten pelatih, kali ini giliran I Komang Putra bergabung dengan skuat Mahesa Jenar. 

General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto mengatakan, mantan kiper Timnas Nasional tersebut akan memberikan motivasi tersendiri untuk Laskar Mahesa Jenar. 

“Komang kami kontrak dua tahun, ya harapanya dengan merekrut para legenda, PSIS bisa lebih baik,” kata Wahyu di Semarang, Rabu 16 Januari 2019. 

Ia mengungkapkan, pengalaman para pemain legendaris PSIS yang bergabung tidak diragukan lagi. Ia yakin dengan bergabungnya I Komang Putra dan Widyantoro di staf pelatih akan meningkatkan kualitas bermain Laskar Mahesa Jenar. 

Baca: 5 Hal Menarik Jelang Piala Super Italia

“Para legenda ini kan juga punya pengalaman yang cukup di klubnya dulu,” terangnya. 

Sementara itu, Komang Putra menjelaskan alasannya memilih PSIS Semarang. Menurutnya, PSIS punya jasa membesarkan namanya di sepak bola Indonesia.

“Saya memilih PSIS karena punya andil besar dalam karier saya. Memang ada tawaran dari klub lain, tapi prioritas saya tetap di PSIS,” ujar Komang. 

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

PSM Perpanjang Kontrak Marc Klok Hingga 2023

Marc Anthony Klok (tengah). (Foto: Antara/Yusran Uccang)

Marc Klok masih bertahan di PSM Makassar. Gelandang asal Belanda itu sudah kerasan dan berharap bisa juara musim ini.

Makassar: Posisi gelandang bertahan PSM Makassar tampaknya masih dihuni wajah lama. Pasalnya, pada musim transfer kali ini, manajemen PSM Makassar memutuskan untuk memperpanjang kontrak pesepak bola asal Belanda, Marc Klok. 

Keputusan ini dikatakan langsung oleh CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dalam laman resmi PSM, Mark Klok masih membela tim Juku Eja hingga empat tahun ke depan. 

“PSM dan Marc Klok sepakat untuk memperpanjang hingga tahun 2023,” kata Munafri dalam laman resmi klub, Rabu 16 Januari 2019. 

Perpanjangan kontrak Klok bukan tanpa alasan. Munafri menyebut, peran pemain 25 tahun itu cukup vital bagi PSM. Klok disebut tidak tergantikan pada setiap pertandingan.

Baca: 5 Hal Menarik Jelang Piala Super Italia

Klok bergabung bersama PSM sejak 2017 dan telah menyumbangkan 10 gol. Berdasarkan kontrak sebelumnya, karier Klok di PSM akan berakhir pada akhir tahun 2019. 

Dengan perpanjangan ini, maka Klock dipastikan kembali akan mewarnai setiap laga Tim Juku Eja. “Saya cinta PSM dan Makassar. Saya tidak ragu lagi untuk tetap di sini dalam waktu lama. Terima kasih untuk PSM. Semoga kita juara musim ini,” kata Klok.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Kesan Rachmat Latief Bergabung dengan Arema FC

Malang: Rachmat Latief resmi dikontrak Arema FC untuk musim 2019 dengan durasi satu tahun. Bergabung dengan tim Singo Edan membuat pemain 30 tahun ini kembali berlaga di liga kasta tertingi di Indonesia.

Latief, sapaan akrabnya, sebenarnya bukan sosok baru dalam sepak bola di Indonesia. Dia pernah bergabung dengan beberapa klub besar di Indonesia seperti PSM Makassar, Persiram Raja Ampat, Sriwijaya, Mitra Kukar, dan Persiba Balikpapan.

Bahkan, pemain kelahiran 27 November 1988 ini juga pernah beberapa kali dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia U-23 dan timnas senior. Namun, musim lalu kariernya merosot ke Liga Indonesia 2 2018 bersama Martapura FC.

“Suatu kebanggaan bisa gabung dengan Arema. Saya dari Martapura terus ke Arema sini, tidak menyangka juga,” kata Latief.

Pemain asal Makassar ini mengaku betah meskipun baru beberapa hari menginjakkan kaki di Malang. Sebab, kehadiran Aremania (julukan suporter Arema FC) membuatnya semakin yakin untuk memperkuat Arema.

“Bisa gabung di sini itu kebanggaan. Karena Arema punya suporter yang fanatik dan sangat welcome sama orang baru seperti saya,” bebernya.

Baca: 5 Hal Menarik Jelang Piala Super Italia

Latief pun mengaku tidak akan kesulitan beradaptasi dengan klub barunya ini. Sebab, ada beberapa pemain senior yang dulu pernah bermain bersamanya di timnas seperti Dendi Santoso, Hendro Siswanto dan Johan Ahmad Farizi.

“Kalau saya sih cocok dengan karakter tim Arema, cocok aja. Karena Arema kan banyak pemain senior dari saya, juga ada temen dulu-dulu di timnas. Jadi masalah adaptasi tidak ada masalah,” pungkasnya.

Arema FC resmi meneken kontrak tiga pemain lokal untuk masuk skuat musim 2019. Ketiganya yakni, Sandy Firmansyah (penjaga gawang), Ikhfanul Alam (pemain bertahan), dan Rachmat Latief (pemain bertahan).

Rencananya, Sandy Firmansyah bakal menggantikan posisi Srdan Ostojic. Sedangkan, Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief bakal menggantikan posisi Purwaka Yudi, Israel Wamiau dan Bagas Adi Nugroho.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Jalan Panjang Ikhfanul Alam Sebelum Gabung Arema

Malang: Mimpi Ikhfanul Alam untuk bergabung dengan skuat Arema FC kini terwujud. Pasalnya, manajemen tim Singo Edan resmi mengontrak pemain 26 tahun itu untuk musim 2019 dengan durasi satu tahun.

Bergabung dengan Arema merupakan sebuah kebanggan bagi Alam, sapaan akrabnya. Sebab, cita-citanya masuk tim senior Arema terwujud setelah dia sebelumnya bergabung dengan Akademi Arema saat masih 17 tahun.

Jalan yang ditempuh untuk bergabung ke Arema butuh waktu belasan tahun. Alam harus bergabung dengan sejumlah klub sebelum bisa menjadi skuat Arema. Mulai dari Persikoba, Persekam Metro FC, PON Jatim, dan lain-lain.

“Setelah gabung tim PON Jatim saya kemudian memutuskan jadi anggota polisi dan tinggalkan sepak bola dulu,” kata Alam.

Baca: Arema Resmi Kontrak Tiga Pemain Lokal

Setelah resmi berseragam polisi, keinginan dari hati kecil Alam untuk menjadi pemain Arema timbul kembali. Dari situ pemain asal Malang ini kemudian mencoba ikut seleksi PS Polri untuk mulai membuka jalan.

“Ikut seleksi PS Polri dan masuk. Dari situ keyakinan timbul lagi. Setalah pindah-pindah klub, Alhamdulillah cita-cita itu nyata, sekarang saya ada di Arema. Bukan hanya cita-cita yang ada di kata-kata, tapi harus ada pembuktian,” sambungnya.

Sebagai informasi, Alam hingga saat ini masih tergabung dalam satuan Korps Brimob Polri. Hanya saja, dia telah mendapatkan Dispensasi Prestasi untuk dapat merumput bersama Arema.

“Korps Brimob Polri nya tidak ada masalah. Mulai dari komandan kesatuan dari bawah sampai Kakorps Brimob pun mendukung. Bahkan sekarang ada surat perizinan dari Kapolri,” tutur Alam.

Di sisi lain, setelah bergabung dengan Arema, Alam tidak menganggap Aremania (julukan suporter Arema FC) sebagai tekanan baginya. Sebab, sebelumnya dia juga pernah menjadi Aremania dan mendukung Arema dari tribun.

“Sebelum jadi pemain Arema, dulunya saya juga pernah di tribun, saya juga pernah mendukung. Saat di tribun saya juga pengen rasanya ada di lapangan. Suporter itu jadi motivasi saya juga,” pungkasnya.

Arema FC resmi meneken kontrak tiga pemain lokal baru untuk masuk skuat musim 2019. Ketiganya yakni, Sandy Firmansyah (penjaga gawang), Ikhfanul Alam (pemain bertahan), dan Rachmat Latief (pemain bertahan).

Rencananya, Sandy Firmansyah bakal menggantikan posisi Srdan Ostojic. Sedangkan, Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief bakal menggantikan posisi Purwaka Yudi, Israel Wamiau dan Bagas Adi Nugroho.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Sandy Firmansyah tak Mengenal Persaingan dalam Tim

Malang: Arema FC kini resmi memiliki penjaga gawang baru yakni, Sandy Firmansyah. Kiper kelahiran 7 Juli 1983 itu dikontrak tim Singo Edan untuk musim 2019 dengan durasi selama satu tahun.

Dengan begitu, Arema kini praktis memiliki empat penjaga gawang. Mereka ialah Utam Rusdiana, Kurniawan Kartika Ajie, Andreas Francisco, dan Sandy Firmansyah.

Namun, meski jadi kiper paling senior, bukan berarti Sandy langsung jadi kiper utama. Pasalnya, Utam masih jadi pilihan utama setelah tampil apik musim lalu.

“Kalau dilihat dari kiper Arema semuanya memiliki kualitas. Tapi kalau bagi saya sendiri tidak ada kata saingan, karena kita di situ jadi satu keluarga,” kata Sandy.

Mantan pemain Sriwijaya FC ini pun mengaku bakal menyerahkan segala keputusan siapa yang bakal jadi kiper utama kepada pelatih. 

“Untuk posisi main atau tidak itu semua tergantung di lapangan. Nanti pelatih lah yang menentukan. Kalau saya tidak ada kata saingan. Saling dukunglah,” sambungnya.

Baca: Arema Resmi Kontrak Tiga Pemain Lokal

“Kalau di lapangan yaudah kita sama-sama, tidak ada senior-junior. Kalau di luar lapangan baru ada senior-junior,” imbuhnya.

Sandy pun mengaku tidak masalah apabila di banding-bandingkan dengan kiper legendaris Arema, Kurnia Meiga. Dia mengaku bahwa Meiga memang memiliki kualitas yang istimewa.

“Jika diberikan kesempatan sama pelatih, ya kita main bagus,” sambungnya.

Mantan kiper Gresik United ini pun mengaku ingin menjadikan Arema sebagai batu loncatan untuk menuju timnas Indonesia. Sebab, bermain untuk tim Garuda merupakan targetnya selama ini yang belum terpenuhi.

“Target pasti ada. Siapa sih pemain yang tidak mau membela timnas, itu suatu kebanggaan. Apalagi sekarang di Malang juga suatu kebanggan bagi saya,” pungkasnya.

Arema FC resmi meneken kontrak tiga pemain lokal baru untuk masuk skuat musim 2019. Mereka ialah Sandy Firmansyah (penjaga gawang), Ikhfanul Alam (pemain bertahan), dan Rachmat Latief (pemain bertahan).

Rencananya, Sandy Firmansyah bakal menggantikan posisi Srdan Ostojic. Sedangkan, Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief bakal menggantikan posisi Purwaka Yudi, Israel Wamiau dan Bagas Adi Nugroho.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Menunggu Hasil Kongres PSSI, Arema Belum Umumkan Skuat Resmi

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. (Foto: medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)

Arema FC belum mengumumkan skuat resmi. Singo Edan memutuskan untuk menunggu hasil kongres PSSI pada 20 Januari mendatang.

Malang: Arema FC belum bisa menentukan skuat penuhnya untuk musim 2019. Pasalnya, tim Singo Edan ini masih menunggu hasil regulasi terbaru yang akan dikeluarkan pada Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, setelah Bagas Adi Nugroho hengkang, praktis timnya saat ini tinggal memiliki 26 pemain. Jumlah tersebut termasuk tiga pemain lokal dan dua pemain asing yang baru masuk.

“Jadi harapannya tidak ada tambahan regulasi. Tapi jaga-jaga standby sampai tanggal 20 hasilnya apa. Nanti kita baru menyesuaikan dengan regulasi itu,” kata Ruddy.

Ruddy menyebut, pihaknya berencana memboyong beberapa pemain dari Akademi Arema U-19 untuk masuk tim senior. Namun, rencana tersebut masih ditunda menunggu hasil kongres.

Baca: Aleksandar Rakic Resmi Bergabung dengan Madura United

“Rencana tiga anak U-19 naik ke senior. Sekarang mereka sudah mulai ikut latihan dengan tim senior. Mudah-mudahan tidak ada regulasi yang aneh-aneh biar anak akademi bisa naik dan pemain kita jadi 29 sisa slot 1,” bebernya.

Arema pun masih berencana mendatangkan satu pemain lokal baru. Tim pelatih sudah menyodorkan satu nama pemain kepada manajemen. Hanya saja, manajemen masih belum bisa memberikan kepastian.

“Tunggu tanggal 20 bagaimana nanti, tanggal 21-22 baru kita ambil langkah. Kalau tidak ada perubahan regulasi, ada pemain baru yang kita rekrut,” sambungnya.

Pemain tersebut bocorannya berposisi sebagai gelandang. Hal itu untuk mengantisipasi banyaknya gelandang Arema yang dipanggil timnas Indonesia U-22 seperti Hanif Sjahbandi, Jayus Hargiono dan Muhammad Rafli.

“Banyak gelandang kita yang ditarik timnas. Di sisi lain kita bangga, berarti development Arema sukses. Maka dari itu kami harus cari pemain cadangan di lini tengah,” pungkasnya.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Arema Resmi Kontrak Tiga Pemain Lokal

Tiga pemain anyar Arema. (medcom.id/ Daviq Umar)

Arema sudah sepakat dengan tiga pemain lokal. Ketiga pemain tersebut akan dikontrak selama setahun semua.

Malang: Arema FC resmi meneken kontrak tiga pemain lokal baru untuk masuk skuat 2019. Ketiga pemain tersebut ialah Sandy Firmansyah (penjaga gawang), Ikhfanul Alam (pemain bertahan), dan Rachmat Latief (pemain bertahan).

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku, telah berkomunikasi dengan Sandy Firmansyah dan Rachmay Latief jauh-jauh hari. Tepatnya, sebelum pertandingan terakhir Liga Indonesia 1 2018 dimulai.

“Sandy sama Latief ini sudah pra kontrak dengan Arema satu hari sebelum Arema melawan Sriwijaya di pertandingan terakhir (Liga 1). Sudah ada komunikasi,” kata Ruddy.

Sedangkan, manajemen Arema baru berkomunikasi dengan Ikhfanul Alam sejak dua minggu yang lalu. Kini, ketiganya telah resmi bergabung dengan Singo Edan untuk durasi selama satu tahun per Selasa 15 Januari 2019.

Baca: Gagal Perpanjang Kontrak, Persebaya Siapkan Pengganti Osvaldo

“Ketiganya dikontrak untuk melengkapi pemain Arema musim lalu yang tidak kita perpanjang musim ini. Karena ada pemain yang hilang di beberapa posisi sehingga akhirnya kita tarik pemain baru,” bebernya.

“Durasi setahun semua. Nanti lihat progressnya, kalau bagus ya kita perpanjang,” imbuhnya.

Ruddy mengaku, pihaknya memang sengaja tidak menggaet banyak pemain. Sebab, Arema hanya tertarik kepada pemain yang serba bisa. Seperti Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief yang juga bisa bermain di sektor tengah. “Jadi buat apa ambil banyak-banyak.” ujarnya.

Rencananya, Sandy Firmansyah bakal menggantikan posisi Srdan Ostojic. Sedangkan, Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief bakal menggantikan posisi Purwaka Yudi, Israel Wamiau dan Bagas Adi Nugroho. 

“Tapi, Alam juga bisa main di gelandang bertahan. Untuk Sandy, kita memang mencari kiper yang senior agar bisa membimbing Kurniawan Kartika Aji dan Utam Rusdiana dalam hal non teknis,” pungkasnya.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Aleksandar Rakic Resmi Bergabung dengan Madura United

Aleksandar Rakic (kiri). (Foto: Antara/Risky Andrianto)

Madura United terus mempersiapkan diri menyambut musim baru. Teranyar, mereka memboyong top skorer Liga 1 2018, Aleksandar Rakic.

Jakarta: Top skorer Liga 1 musim lalu Aleksandar Rakic dipastikan bergabung dengan Madura United. Kesepakatan itu diumumkan melalui laman Twitter Madura United. 

“Sudah beres penandatanganan kontrak dengan Rakic.  Kalau tidak ada halangan, antara besok sampai lusa sudah bergabung dalam latihan,” kata Manajer Madura United Haruna Soemitro dalam laman resmi Twitter MU pada Rabu, 16 Januari 2019.

Terpilihnya Rakic, menjadi penggenap slot pemain asing di Madura United. Adapun tiga pemain asing yang sudah bergabung antara lain, Dane Milovanovic (Australia), Jaimerson da Silva Xavier (Brasil), dan Zah Rahan (Liberia).

Haruna bilang, pemilihan Rakic sudah melalui pertimbangan yang matang sesuai kekuatan finansial tim. Selain itu, dia diklaim sebagai sosok yang dibutuhkan pelatih Dejan Antonic. 

Baca: Simic Menyayangkan Kepergian Teco

“Di Liga 1 2018, kemampuan Rakic sudah banyak yang tahu. Dia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dari seluruh striker di Liga 1.  Musim lalu, Madura United  sangat kekurangan di posisi striker. Bahkan pencetak gol terbanyak Madura United adalah bek,” sambungnya.

Striker 31 tahun itu berhasil menjadi top skorer di Liga 1 Indonesia musim 2018. Ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 26 gol bersama PS TIRA. 

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Gagal Perpanjang Kontrak, Persebaya Siapkan Pengganti Osvaldo

Pelatih kepala Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman (kanan). (Foto: Antara/ M. Risyal Hidayat)

Persebaya Surabaya bergerak cepat mendatangkan pengganti Osvaldo Haay. Namun, manajemen tidak ingin buru-buru mengumumkan siapa pemain tersebut.

Surabaya: Negosiasi manajeman Persebaya Surabaya untuk melobi Osvaldo Haay gagal. Akibatnya, pemain asal Papua itu dipastikan hengkang dari Tim Bajul Ijo.

“Kayaknya kami sudah tidak kejar lagi Osvaldo. Karena manajemen mungkin sudah capek kejar dia terus,” kata Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, dikonfirmasi Rabu, 16 Januari 2019.

Djadjang menegaskan, Persebaya telah memutus kontrak dengan Osvaldo. Sebab, hingga saat ini, negosiasi belum menemui titik terang terkait kontrak dengan Osvaldo. “Sekarang kami mencari opsi lain pengganti Osvaldo,” sambungnya.

Sepanjang musim 2018, Osvaldo Haay tampil gemilang, terutama saat putaran kedua. Osvaldo mampu menunjukkan top performa dengan terus mencetak gol. Osvaldo telah mengumpulkan sembilan gol dan dua assist dari 21 kali penampilannya bersama Persebaya selama semusim.

Baca: Simic Menyayangkan Kepergian Teco

Bahkan, Osvaldo mampu mendapatkan penghargaan sebagai “pemain muda terbaik Liga 1 2018”. Meski sudah merasa putus asa tidak kunjung mendapatkan tanda tangan Osvaldo, Djanur masih belum mau membocorkan nama pengganti pemain Osvaldo.

“Ditunggu saja dulu. Yang jelas kita sudah temukan pengganti Osvaldo, nanti aja” ujarnya.

Video: Ivan Kolev Pantau Latihan Persija

(ASM)

Simic Menyayangkan Kepergian Teco

Jakarta: Penyerang Persija, Marko Simic, menyayangkan kepergian beberapa pemain kunci Persija, termasuk Stefano Cugurra Teco yang hijrah ke Bali United. Namun dirinya tetap optimistis Macan Kemayoran bisa sukses di bawah nahkoda baru yakni Ivan Kolev.

Persija Jakarta resmi memperkenalkan Ivan Kolev sebagai pelatih baru mereka, Selasa 15 Januari. Kolev diikat kontrak oleh Macan Kemayoran selama satu tahun. 

Pelatih asal Bulgaria itu ditunjuk menggantikan posisi Stefano Cugurra. Pelatih yang membawa Persija juaral Liga 1 2018 lalu itu memilih hijrah ke Bali United.

Selain kepergian Teco, Simic juga menyangkan bek Persija Jaimerson da Silva dan gelandang, Rohit Chand.

“Sekarang saya di tim, ini adalah yang terbaik. Pelatih baru, kita akan melakukan persiapan dan kami memiliki pemain baru,”kata Simic. 

“Saya juga merindukan pemain lokal lainnya. Saya senang bisa kembali. Tentunya kembali dengan keadaan yang fin dan bermain dengan enjoy di depan Jakmania,”ujarnya pemain asal Kroasia itu. 

Sosok Kolev sendiri bukan merupakan wajah baru bagi Persija. Ia sempat melatih Macan Kemayoran pada 1999 dan 2000 silam.