Aremania Diimbau Tidak Saksikan Latihan dari Pinggir Lapangan

Kubu Arema berharap suporter bisa tertib saat menyaksikan latihan Arema. Mereka diimbau tidak menonton dari pinggir lapangan. Selain mengganggu konsentrasi pemain, Aremania juga terancam mengalami cedera akibat terkena bola atau kaki pemain.

Malang: Arema FC menggelar latihan perdana di Stadion Gajayana, Malang, Kamis 10 Januari 2019 lalu. Saat itu, ratusan suporter fanatik Arema, Aremania terlihat menonton latihan secara langsung di pinggir lapangan.

Antusiasme Aremania itu terbilang wajar mengingat Arema FC baru saja menjalani libur akhir tahun selama kurang lebih satu bulan. Namun, antusiasme suporter yang menyaksikan latihan dari pinggir lapangan ternyata cukup mengganggu konsentrasi pemain.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengimbau agar pada latihan selanjutnya Aremania diharapkan dapat menyaksikan aksi Hamka Hamzah dan kawan-kawan dari atas tribun saja. Sehingga pemain dapat fokus saat menjalani menu latihan.
 

Baca: Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh

“Aremania jangan turun ke lapangan, tapi cukup di tribun saja, karena pemain butuh fokus latihan,” katanya.

Sudarmaji sendiri saat latihan perdana telah berulang kali mengingatkan kepada Aremania untuk menjauh dari lapangan. Namun suporter yang mendekat ke lapangan ternyata justru semakin banyak.

“Mungkin kemarin masih kami tolerir, karena kerinduan Aremania ingin melihat latihan perdana dari dekat, tapi ke depan saya harap tidak terjadi lagi, agar latihan bisa maksimal,” ungkapnya.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Sementara itu, Pelatih Arema FC, Milomir Seslija juga ikut mengimbau kepada Aremania agar tidak mendekat ke lapangan saat timnya berlatih. Sebab, ia khawatir ada suporter yang terkena bola atau kaki dari pemainnya.

“Sebenarnya saya senang jika banyak Aremania yang datang saat latihan. Tapi saya takut Aremania kena kaki pemain saat berlari jika dekat lapangan dan saya khawatir mereka cedera,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pemain Muda Indonesia Berguru di Spanyol

(ACF)

PSS Sleman Rekrut Mesin Gol Kalteng Putra

Kushendya Hari Yudo saat menjalani sesi latihan bersama PSS Sleman. Yudo direkrut dari Kalteng Putra. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Pihak PSS Sleman berharap Kushendya Hari Yudo bisa cepat beradaptasi, sehingga bisa mempertahankan ketajamannya seperti di Liga 2 musim 2018. Di musim lalu, Yudo sukses mencetak 14 gol dan membantu Kalteng Putra promosi ke Liga 1 musim 2019.

Sleman: Pemain Kalteng Putra, Kushendya Hari Yudo resmi berkostum sesama tim promosi Liga 1, PSS Sleman. Pemain berstatus topskorer di Kalteng Putra selama gelaran Liga 2 musim lalu itu telah menandatangani kontrak semusim dengan PSS. 

PSS mengumumkan perekrutan Yudo lewat situs resminya dan media sosial Twitter dan Instagram pada Senin, 14 Januari 2019. Manajer PSS, Retno Sukmawati tampak berfoto bersama Yudo yang memegang kostum PSS. 

Yudo menjadi mesin gol andalan Kalteng Putra di Liga 2 musim lalu dengan koleksi 14 gol. Meski begitu, produktivitas gol Yudo masih kalah dari Vivi Azrisal (Persiraja) dan Cristian Gonzales (PSS) dengan 15 gol. Adapula top skor Liga 2 2018, Indra Setiawan (PS Mojokerto Putra) dengan torehan 29 gol. 
 

Baca: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro telah mengetahui kemampuan sang pemain berusia 25 tahun itu. Menurut dia, koleksi 14 gol menjadi modal bagus untuk sang pemain. 

“Kita sudah lihat dia (Yudo) tahun lalu di Liga 2. Dia pemain bagus,” kata Seto saat ditemui di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta, Senin, 14 Januari 2019. 

Seto berharap Yudo bisa segera menyatu dengan tim. Mantan pemain Timnas Indonesia itu berharap Yudo tak mengalami kendala beradaptasi. 

“Mudah-mudahan dia bisa menyesuaikan. Semoga dia bisa beradaptasi dengan baik di tim (PSS),” kata dia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Gandeng Apparel Spanyol, Ini Bocoran Jersey Baru Arema

Jersey baru Arema nanti diklaim tidak akan robek kendati ditarik hingga 30cm. Arema jadi tim Asia Tenggara pertama yang menjalin kerja sama dengan Munich-X yang berasal dari Spanyol.

Malang: Arema FC resmi menggaet apparel baru untuk musim 2019, yakni Munich-X. Ke depannya, apparel asal Spanyol ini menjanjikan jersey yang berbeda untuk tim Singo Edan.

Associate Sponsorship Munich-X, Sonny Agus Santoso mengatakan jersey Arema musim 2019 akan memiliki ciri khas. Jersey pun dibuat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

“Warna biru, putih dan gold tetap harus ada. Kami juga akan menyematkan salah satu motif yang sangat diagungkan dan dihormati oleh Arek Malang. Tunggu tanggal mainnya,” katanya.
 

Baca: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Sonny menjelaskan pihaknya tidak akan main-main saat menggarap jersey baru Arema ini. Sebab, proses yang dilakukan telah berdasarkan hasil survei, mulai dari bahan hingga motif.

“Proses memproduksi jersey ini kita tidak asal. Pemain bola itu kan butuh bahan jersey yang menyerap keringat, fleksibel dan ringan,” bebernya.

Bahkan Sonny mengaku jersey baru Arema ini bakal menggunakan bahan yang lentur. Jersey tersebut diklaim tidak akan robek meskipun ditarik hingga 30 centimeter.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Jersey nantinya bisa ditarik hingga 30 centimeter, baik dari atas, bawah, kiri dan kanan. Daya serapnya juga lumayan, warna tidak luntur, logo tidak leleh meski disetrika,” jelasnya.

Sonny tidak menjelaskan secara rinci bahan yang digunakan pada jersey tersebut. Tapi saat dicoba ke beberapa pemain Arema, mereka mengaku puas dengan sample jersey baru tersebut.

Sebagai informasi, kontrak kerjasama Arema FC dengan Munich-X bakal berjalan selama satu tahun. Arema sendiri adalah tim pertama di Asia Tenggara yang bekerjasama dengan Munich-X.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Seleksi Timnas Indonesia U-22

(ACF)

Latihan Perdana PSS Sleman Hanya Diikuti 9 Pemain

Sembilan pemain yang sudah mengikuti sesi latihan PSS Sleman merupakan pemain yang telah memperbarui kontraknya. Latihan digelar sebagai persiapan untuk melakoni laga uji coba melawan Persis Solo pada 19 Januari 2019.

Sleman: Klub promosi Liga 1, PSS Sleman menggelar latihan perdana di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta pada Senin sore, 14 Januari 2019. Belum semua pemain klub berjuluk Super Elang Jawa ikut bergabung. 

Latihan perdana PSS ini baru diikuti sebanyak sembilan pemain. Mereka yakni Asraq Gufron, Rangga Muslim, Bagus Nirwanyo, Zamzani, Kushendya Hari Yudo, Ilham Irhas, Irkham Zahrul Mila, Try Hamdani Goentara, dan Dave Mustaine.

Nama-nama di atas telah memperbarui kontrak bersama PSS. Selain itu, para asisten hingga tim pelatih, termasuk pelatih Seto Nirdiyantoro dan Asisten pelatih Danilo Fernando tampil memandu latihan.
 

Baca: PSS Sleman Rekrut Mesin Gol Kalteng Putra

Seto mengatakan, ada sejumlah pemain yang belum bisa bergabung. Ia menyebut pemain seperti Ega Risky (kiper) berhalangan hadir dan telah menyampaikan izin. 

“Tapi hari ini ada pemain yang datang, tidak tahu (jumlah) pastinya berapa. Mungkin yang lebih tahu manajemen,” kata Seto. 

Ia mengatakan, latihan kali ini dan beberapa hari ke depan sebagai persiapan celebration game melawan Persis Solo pada 19 Januari 2019. Para pemain pun belum diberikan porsi latihan berat. 
 

Baca juga: Indra Sjafri Setop Promosi Pemain di Timnas U-22

Seto menyatakan, materi latihan lebih pada pengondisian para pemain setelah menjalani masa libur. Ia berharap, selama latihan tak ada pemain yang cedera. 

“Mungkin nanti akan ada simulasi game (dalam latihan). Juga akan mengembalikan sentuhan-sentuhan bola untuk mereka,” ujarnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Tinggalkan Persija, Pengorbanan Terbesar Atep untuk Persib

Atep masih belum bisa menerima kenyataan harus mengakhiri kariernya di Persib Bandung. Ia bahkan bercerita soal pengorbanan besarnya saat meninggalkan Persija Jakarta dan bergabung dengan Persib Bandung. 

Bandung: Sepuluh musim mengabdi di Persib Bandung membawa segudang kenangan bagi Atep Rizal. Kepindahan dari Persija Jakarta ke Persib pada musim 2008 menjadi momen yang sangat spesial bagi Atep.

Menginjak usia 33 tahun, Atep harus rela terdepak dari skuat Persib yang kini ditukangi pelatih Miljan Radovic. Pelatih asal Montenegro itu tidak memasukkan nama Atep dalam program kerja bersama Maung Bandung di musim ini.

Keputusan itu tampaknya membuat Atep cukup terpukul. Sebab, pemilik nomor punggung 7 ini telah menjadikan Persib sebagai rumah.
 

Baca: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Atep pun bercerita bagaimana pengorbanan besarnya untuk Persib. Hal itu terjadi pada 2008 saat ia masih memperkuat Persija Jakarta yang notabene rival Maung Bandung.

Atep yang saat itu tengah menanjak kariernya bersama klub ibu kota, membuat keputusan berani. Sebagai salah satu jebolan dari diklat Persib, Atep merasa terpanggil untuk kembali ke rumah asalnya dan mengabdi.

“Momen kepindahan saya dari Persija ke Persib menjadi momen yang tidak akan terlupakan. Karena saat itu, saya termasuk orang yang dipertahankan di Persija. Dan saya harus mengambil keputusan itu untuk masuk ke Persib,” kata Atep saat menyambangi Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.

Meski bersinar bersama Persija selama empat musim, namun hal itu tidak serta merta membuat karier Atep di Persib berjalan mudah. Di musim pertamanya, Atep tidak mendapat tempat di skuat utama Persib yang saat itu dipimpin Jaya Hartono.

“Saya tidak menjadi pilihan utama saya tidak masuk line up juga, tetapi saya harus berjuang untuk mendapatkan posisi itu,” sambungnya.
 

Baca juga: Kepastian Bergabungnya Egy, Ezra dan Saddil akan Diputuskan Pekan Ini

Kerja keras pemain kelahiran Cianjur ini akhirnya berbuah. Perlahan tapi pasti, Atep mulai mendapatkan kepercayaan masuk dalam skuat utama dan menjadi andalan di sisi kiri lini serang Persib. Bahkan, Atep pun pernah mengemban tugas sebagai kapten Persib selama dua musim berturut-turut. 

“Saya juga bisa menghasilkan gol demi gol di setiap pertandingan,” kenang Atep.

Akan tetapi, hal itu kini menjadi kenangan bagi Atep dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Atep harus mencari pelabuhan baru guna meneruskan kariernya.

“Kedepannya, saya belum tahu saya harus berdiskusi dengan istri masih suasana sedih karena 10 musim ini saya identik dengan logo Persib dengan warna biru,” pungkas Atep.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pemain Muda Indonesia Berguru di Spanyol

(ACF)

Diputus Kontrak Via Telepon, Atep: Tidak Etis!

Atep tidak sepenuhnya bisa menerima sikap manajemen Persib yang mengakhiri kontrak dengannya hanya lewat sambungan telepon. Menurutnya, hal itu tidak etis mengingat ia merupakan salah satu pemain yang paling setia di Persib. Atep sudah 10 tahun mengabdi di Persib. 

Bandung: Atep Rizal harus menerima kenyataan tidak lagi berkostum Persib Bandung. Manajemen Persib memutuskan tidak menggunakan jasanya lagi mulai musim 2019.

Kabar pemutusan kontrak dari Persib diketahui Atep pada Sabtu 12 Januari lalu. Pihak manajemen enggan memperpanjang kontrak sang pemain yang berakhir pada 2019.

“Iya mengejutkan juga, tapi memang saya juga sudah prediksi ke arah sana (diputus kontrak). Tapi mengejutkannya di detik terakhir, keputusan seperti itu. Saya mendapat keputusan ini di hari Sabtu sekitar jam 10.00 WIB pagi,” ujar Atep saat ditemui di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 14 Januari 2019.
 

Baca: Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh 

Yang mengejutkan dan membuat Atep sedikit kecewa adalah, manajemen memberikan kabar pemutusan kontraknya lewat sambungan telepon. Hingga kini, ia belum bertemu dengan manajemen Persib, klub yang telah dibelanya selama 10 terakhir ini.

“Hanya sebatas telepon saja. Saya meminta untuk ketemu dengan manajemen karena saya datang ke Bandung ini dengan baik-baik, saya pun ingin berpisah dengan baik-baik. Jadi menurut saya tidak etis kalau hanya berbicara di telepon,” sambungnya.

Lebih jauh, Atep mengaku telah menyampaikan kepada pemain lain terkait hal tersebut Persib. Sama seperti dirinya, para pemain lain juga cukup terkejut mendengar kabar tersebut.

“Sama Tantan, Dado (Dedi Kusnandar) dan Deden (M. Natshir) saya cerita ke mereka, saya sudah selesai di Persib. Tapi mereka tidak percaya,” tutur Atep.
 

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Meninggalkan Persib, klub yang telah dibelanya sejak tahun 2009 tentu menjadi hal yang berat buat Atep. Sudah banyak kenangan indah dan pahit yang dijalaninya, termasuk ketika mengangkat trofi Liga Indonesia pada 2014.

Faktor keluarga menjadi salah satu hal yang membuat Atep agak berat menerima kenyataan tersebut.

“Saya ajak bicara setelah mendapat keputusan itu adalah istri. Saya saya tanya ke istri Kamu sudah siap dengan keputusan ini. Istri juga berat, apalagi saya sudah berada di sini (main untuk Persib) cukup lama,” pungkas Atep.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Lopicic Siap Jawab Keraguan Bobotoh

Srjdan Lopicic. (Foto: medcom.id/Roni Kurniawan)

Bandung: Pemain anyar Persib Bandung Srjdan Lopicic siap memberikan yang terbaik untuk musim 2019 ini. Meski sudah memasuki usia 35 tahun, Lopicic mengaku belum habis untuk mengolah si kulit bundar.

Lopicic merupakan salah satu rekrutan anyar berstatus pemain asing musim ini. Pelatih kepala Persib Miljan Radovic memboyong Lopicic dari Montenegro untuk mempertajam lini serang Maung Bandung.

Lopicic pun bangga bisa bergabung dengan Persib yang dinilai salah satu klub besar di Asia yang memiliki basis suporter yang banyak. Pemain yang pernah memperkuat beberapa klub di Indonesia itu mengaku tertantang berkostum Pangeran Biru.

“Saya bangga dan merasa terhormat bisa main di Persib. Saya datang ke sini karena Persib salah satu tim paling besar di Asia dan juga bobotoh seperti itu,” ujar Lopicic usak latihan perdana bersama Persib di lapang Arcamanik, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.

Perekrutan Lopicic oleh manajemen Persib pun sempat mendapat penolakan oleh bobotoh. Pasalnya Lopicic dinilai pemain tua dengan usia 35 tahun dan diragukan kualitasnya oleh bobotoh.

Baca: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Ya itu kalau umur tidak bisa prediksi, bisa datang pemain 20 tahun umurnya tapi tidak bisa lari. Saha kelihatan seperti umur 35 (tahun), kita tidak tahu untuk sepak bola, kita tidak bisa prediksi,” tutur Lopicic.

Bahkan ia akan berusaha untuk bermain maksimal dalan setiap laga guna memberikan pembuktian atas keraguan kualitasnya. Ia pun percaya dengan pelatih Radovic yang membantunya masa penyembuhan pascacedera di Montenegro.

“Saya janji dan minta kasih waktu sampai mulai kompetisi panjang untuk kasih bukti. Saya tahu, saya percaya diri dan percaya pelatih karena saya bukan pemain baru main di sini (Indonesia),” pungkas Lopicic.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ASM)

Debut 20 Menit, Perfoma Pemain Baru Persija Tuai Pujian

Bruno Matos didatangkan Persija, Sabtu 5 Januari lalu dari PKNS di Liga Malaysia. Gelandang serang itu resmi direkrut Macan Kemayoran selama satu musim. 

Jakarta: Asisten pelatih Persija, Mustaqim, mengaku terkesan dengan performa Bruno Matos saat pertandingan persahabatan yang dijalani Persija, Minggu 13 Januari. Ia menilai kehadiran pengatur serangan asal Brasil itu cocok dengan kebutuhan tim. 

Laga Charity Games yang berlangsung di Stadion Way Halim, Lampung, Minggu (13/1/2019), sore jadi laga debut perdana bagi Matos. Pemain asal Brasil ini bermain kurang lebih selama 20 menit di babak pertama melawan Lampung All Star.

Mustaqim melihat kemampuan individual pemain asal Brasil itu terbilang mumpuni. Ada di atas rata-rata pemain lokal, khususnya yang berposisi sebagai pengatur serangan.

“Saya lihat secara individual kemampuannya berkualitas. Bruno Matos juga tidak egois. Pemain lain senang dengan servis bola yang diberikan,” kata Mustaqim.

Lebih lanjut Mustaqim mengatakan kalau Bruno Matos tipe pemain dengan gaya bermain yang sederhana. Tidak membuat bingung diri sendiri dan rekan bermainnya.

“Cara bermainnya sederhana, sangat simple. Beberapa kali menciptakan peluang, baik dari assist maupun tembakan,” ujar Mustaqim.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

Teco merasa telah mencapai prestasi tertinggi bersama Persija Jakarta. Kini, ia ingin meraih hal serupa di Bali United.

Bali: Pelatih baru Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra, membeberkan alasannya meninggalkan Persija Jakarta. Ia mengaku ingin mencari tantangan baru.

Beberapa pekan lalu, Teco sejatinya sudah menyetujui kontrak baru bersama Macan Kemayoran, namun ia akhirnya memutuskan menerima pinangan Bali United karena ingin mencari tantangan baru.

“Tugas saya sudah selesai di sana. Saya cari tempat baru dan Bali United yang kontak dengan saya,” kata Teco. 

Baca juga: Bali United Tambah Empat Pemain Baru

“Tim yang sangat bagus dan kotanya sangat terkenal di dunia. Ini challenge baru buat karier saya,” lanjutnya.

Untuk membantu kinerjanya di Bali, Teco pun membawa sejumlah pemain Persija. Mereka adalah, Gunawan Dwi Cahyo, Michael Orah dan William Pacheco yang di tahun 2017 sempat bersamanya di Persija namun musim lalu memutuskan hengkang ke klub Malaysia, Selangor FA.

Teco mencetak prestasi mentereng bersama Persija. Selain meraih gelar juara liga, pelatih 44 tahun itu meraih titel Piala Presiden 2018, juara Boost Sportfix Super Cup 2018 di Malaysia, serta terpilih sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2018.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Bali United Targetkan 5 Besar

CEO Bali United, Yabes Tanuri (kiri), bersama pelatih Teco Cugurra (Antara/Nyoman Budhiana)

Musim pertama Teco ditargetkan masuk lima besar. Musim berikutnya manajemen Bali United menargetkan prestasi yang lebih baik.

Bali: Bali United menetapkan target mereka untuk musim depan. Serdadu Tridatu diharapkan mampu menembus lima besar klasemen akhir Liga 1 Indonesia musim 2019.

Bali United telah mengontrak mantan arsitek Persija Jakarta, Stefano ‘Teco’ Cugurra sebagai pelatih. Ia dibebankan tugas membawa Stefano Lilipaly dan kawan-kawan untuk menembus lima besar di tahun pertama kontraknya dan membawa prestasi yang lebih tinggi lagi untuk Bali United di tahun kedua.

Baca juga: Alasan Teco Terima Pinangan Bali United

“Tahap pertama untuk coach Teco target utamanya adalah top 5. Karena ini adalah pengenalan kepada tim baru, makanya kita kontrak coach Teco dua tahun. Target berikutnya lagi baru kita menuju prestasi yang lebih tinggi,” kata CEO Yabes Tanuri.

“Target utama kita tahun ini kita fokus dulu untuk perbaikan tim. Menurut coach daya dobrak kita cukup bagus, tapi kita sering kebobolan lewat serangan balik,” lanjutnya.

Teco mencetak prestasi gemilang bersama Persija sepanjang musim 2018 lalu. Pelatih 44 tahun itu sukses membawa Macan Kemayoran menyabet tiga trofi sekaligus; yakni  Piala Presiden 2018, Boost Sportfix Super Cup 2018 di Malaysia, serta mengakhiri penantian 17 di kompetisi domestik Liga 1. Berkat kemampuannya itu, Teco juga didapuk sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2018.

Video: Bhayangkara FC Resmi Rekrut Bagas Adi Nugroho

(ACF)

Kesan Pertama Frets Butuan Latihan Bersama Persib

Frets Butuan direkrut Persib selama dua tahun dan akan memperkuat lini tengah Persib. Frets yang juga berprofesi sebagai anggota TNI ini bergabung dengan Persib karena ia sekarang berdinas di Yonif 330 Cicalengka, Bandung.

Bandung: Frets Butuan menjadi perhatian baru publik sepak bola di Bandung usai resmi direkrut Persib untuk durasi dua tahun. Frets pun tak menyangka bisa berkostum Maung Bandung meski klub yang ia bela di musim 2018 yakni PSMS Medan harus terdegradasi.

Hari pertama Frets di Bandung langsung diisi latihan yang dipimpin langsung pelatih Miljan Radovic. Dalam sesi latihan tersebut, gelandang berusia 22 tahun itu masih terlihat sungkan berbaur dengan para pemain Persib lainnya meski hanya sebatas untuk bergurau.

Hal itu diakui pemain kelahiran Ternate 4 Juni 1996 ini. Pasalnya ia masih tidak menduga bisa bergabung bersama Persib, salah satu klub yang memiliki nama besar di kompetisi sepak bola Indonesia.

“Pertama saya bersyukur kepada tuhan dan bersyukur untuk hari ini yang bisa menjalankan latihan dengan baik. Saya bersyukur buat manajemen Persib dan semuanya yang telah memercayai saya bergabung dengan Persib,” kata Frets usai jalani sesi latihan di lapang Arcamanik, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019.
 

Baca: Tidak Ada Menu Berbeda pada Seleksi Timnas U-22 Pekan Kedua

Meski gugup, Frets menikmati latihan perdananya bersama Persib. Ia berharap bisa secepatnya beradaptasi dengan para pemain lainnya terutama yang tetap berkostum Persib musim ini.

“Untuk hari ini senang, cukup relaks tapi agak tegang sedikit karena ini perdana. Tapi saya yakin seiring berjalannya waktu bisa menyatu dengan tim ini, semoga saya di sini bisa membantu tim ini. Semoga Persib tahun ini bisa lebih baik,” ungkap Frets.

Sementara itu, Frets mengaku banyak tawaran dari beberapa klub setelah PSMS Medan dipastikan degradasi ke Liga 2 Indonesia. Namun Frets memilih untuk bergabung dengan Persib yang telah melakukan komunikasi intens sejak Desember 2018 lalu.
 

Baca juga: Dihadiri 22 Pemain, Persib Gelar Latihan Perdana

“Saya dihubungi Persib sejak Desember, dan banyak klub tawar saya, terus saya putuskan di Persib saja, karena siapa sih yang tidak mau main di Persib. Saya pribadi bangga, sampai sekarang tidak menyangka bisa main di sini,” bebernya.

Selain itu, faktor jarak dengan tempat dinas yang ditekuninya sebagai anggota TNI Yonif 330 Cicalengka yang berada di Kabupaten Bandung menjadi pertimbangan Frets.

“Saya ada tawaran dari empat klub Liga 1, tapi saya pilih Persib setelah ada surat perizinan. Karena saya dinas di Yonif 330,” tandasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ACF)

Bali United Tambah Empat Pemain Baru

Total delapan pemain telah didatangkan Bali United musim ini. Namun, kebanyakan pemain tersebut didatangkan untuk menggantikan pemain yang hengkang, bukan untuk memperkuat tim.

Bali: Bali United resmi mendatangkan empat pemain anyar. Mereka adalah eks gelandang PSMS Medan, Gusti Sandria, mantan bek Borneo FC, Leonard Tupamahu, mantan bek Persija Jakarta, Gunawan Dwi Cahyo, dan eks pemain Selangor FA, William Pacheco.

Kedatangan empat pemain ini diumumkan beberapa jam setelah kedatangan mantan arsitek Persija Jakarta, Stefano ‘Teco’ Cugurra. Kedatangan mereka diumumkan melalui instagram resmi klub pada Senin, 14 Januari, siang.

Baca juga: PSM Perkenalkan Enam Pemain Anyar

Keempat pemain tersebut didatangkan secara gratis setelah kontrak mereka di klub masing-masing tidak diperpanjang. Tidak disebutkan berapa lama mereka akan diikat.

Keempat pemain tersebut diproyeksikan sebagai pengganti Sutanto Tan yang menjalani trial di klub Swedia, serta tiga pemain lain, yaitu Demerso, Syaiful, dan Taufik Hidayat yang tidak diperpanjang kontraknya.

Total sejauh ini Bali United telah mendatangkan delapan pemain. Sebelumnya mereka telah mendatangkan Ahmad Maulana (gelandang Borneo FC), Haudi Abdillah (bek PSIS Semarang), Samuel Reimas (kiper Perseru Serui), dan Michael Orah (bek Persija Jakarta).

Video: Persib Rekrut 3 Pemain Muda

(ACF)

PSM Perkenalkan Enam Pemain Anyar

Resmi datangkan enam pemain untuk kompetisi musim 2019, PSM masih akan menambah amuniasi pemain. 

Makassar: PSM Makassar resmi memperkenalkan enam pemain anyar untuk musim Liga 1 2019. Deretan pemain itu adalah Bayu Gatra, Munhar, Beny Wahyudi, Hery Prasetyo, aufik Hidayat dan Yandi Sofyan.

Bayu Gatra, Munhar, Beny Wahyudi, dan Hery Prasetyo merupakan pemain yang musim kemarin memperkuat Madura United FC. Sedangkan Taufik Hidayat dan Yandi Sofyan eks Bali United. 

CEO PSM Munafri Arifuddin memperkenalkan mereka secara resmi kepada media. Barisan pemain baru itu diyakini menambah kekuatan Pasukan Ramang untuk musim 2019. Munafir juga menambahakan masih ada beberapa pemain baru yang akan datang ke PSM. 

“Ini belum final, masih ada pemain lagi yang akan datang. Juga ada slot yang kami sisakan, jika pelatih baru nanti minta didatangkan pemain baru,”kata Munafri. 

Sementara untuk pemain asingm Munafri memastikan sudah mengamankan dua pemain. Kedua pemain tersebut berasal dari Eropa dan Asia. “Besok kita perkenalkan,”lanjutnya. 

Pada musim ini PSM akan bertanding di tiga ajang. Yaitu, Piala Indonesia, Liga 1, dan Piala AFC.

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ASM)

Teco Cugurra Resmi Latih Bali United

Stefano ‘Teco’ Cugurra resmi melatih Bali United. Ia dikontrak untuk jangka waktu dua musim.

Bali: Bali United resmi mengontrak eks manajer Persija Jakarta, Stefano ‘Teco’ Cugurra, sebagai pelatih baru mereka. Teco dikontrak selama dua tahun. 

Bali kehilangan pelatihnya, Widodo C. Putro, di penghujung kompetisi Liga 1 Indonesia setelah ia memutuskan untuk mengambil kursus lisensi kepelatihan dan dilatih oleh asisten pelatih hingga kompetisi usai.

Baca juga: Perjuangan Tim AIA Indonesia Dikawal Para Legenda

Teco sempat membuat kehebohan setelah memutuskan mundur dari posnya sebagai pelatih Persija. Padahal, pelatih asal Brasil ini telah setuju untuk melatih Macan Kemayoran.

Teco memulai kariernya sebagai asisten pelatih Jacksen Tiago di Persebaya. Setelahnya, pelatih 44 tahun itu melanjutkan karier sebagai pelatih di Thailand dengan melatih beberapa klub lokal di sana.

Teco dikenal karena sukses membawa Persija menjuarai kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Ia juga sukses menjuarai Piala Presiden 2018 dan Boost Sportsfix Super Cup di Malaysia.

Video: Dejan Antonic Jadi Pelatih Baru Madura United

(ASM)

Dihadiri 22 Pemain, Persib Gelar Latihan Perdana

Bandung: Persib Bandung mulai melakukan latihan perdana pada musim 2019 yang dipimpin langsung pelatih anyar Miljan Radovic di lapangan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, 14 Januari 2019. Sebanyak 22 pemain mengikuti sesi latihan perdana termasuk pemain anyar Srjdan Lopicic.

Berdasarkan pantauan medcom.id, sesi latihan dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Radovic serta empat asistennya yakni Dejan Miljanic, Budiman, Yaya Sunarya dan Gatot Prasetyo. 

Radovic pun memperkenalkan diri sebagai pelatih anyar kepada para pemain terutama yang dipertahankan dan pernah berjuang bersama di lapangan hijau seperti Hariono dan I Made Wirawan.

Sementara itu, tiga pemain lokal yang baru direkrut turut hadir dalam sesi latihan perdana yakni Abdul Aziz, Erwin Ramdani, dan Frets Butuan. Mereka tampak tak canggung lagi dan langsung berbaur dengan pemain lainnya dalam sesi latihan tersebut.

Selain itu, dua pemain dari Persib U-19 pun naik kasta ke senior yakni Becham Putran dan Mario Jardel. Mereka merupakan dua pemain yang sukses membawa Persib U-19 juara Liga 1 Indonesia U-19 musim 2018.

Baca: Teco Cugurra Resmi Latih Bali United

Namun dalam latihan perdana tidak terlihat pemain naturalisasi yang baru direkrut musim ini, Esteban Viscara. Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, mantan pemain Sriwijaya FC itu masih memiliki urusan bersama keluarga.

“Viscara masih ada urusan keluarga. Kalau administrasi sudah beres,” ucap Kuswara di lokasi latihan.

Adapun pemain yang absen di latihan perdana yakni Bojan Malisic, Ezechiel N’Dousell, Patrich Wanggai, Gian Zola, Ardi Idrus dan Billy Panji Keraf.

Berikut ini daftar pemain Persib yang mengikuti sesi latihan perdana:

– Supardi
– Hariono
– Kim Kurniawan
– Dedi Kusnandar
– Puja Abdillah
– Wildansyah
– Agung
– Gojali Siregar
– Muclis Hadiningrat
– Sabillah
– Febri Haryadi
– Henhen
– Wildan
– Deden Natsir
– I Made Wiriawan
– Alfi Syafik
– Mario Jardel
– M. Becham Putra

Pemain Baru
– Sdrjan Lopicic
– Abdul Azis
– Erwin Ramdani
– Frets Butuan

Video: Persija Menang Tipis Atas Lampung All Star di Laga Amal

(ASM)

Besok, Persib Gelar Latihan Perdana

Persib Bandung akan melakoni latihan perdana bersama kelima pemain anyarnya. Di antaranya adalah Esteban Viscara, Srjdan Lopicic, Erwin Ramdani, Frets Butuan, dan Abdul Aziz.

Bandung: Persib Bandung akan melakoni latihan perdana di lapang Arcamanik, Bandung, Senin 14 Januari. Latihan tersebut pun merupakan perdana dilakukan Persib di bawah sang pelatih Miljan Radovic.

Radovic mengaku sesi latihan perdana besok akan langsung diikuti seluruh pemain Persib termasuk lima pemain rekrutan baru yakni Esteban Viscara, Srjdan Lopicic, Erwin Ramdani, Frets Butuan, dan Abdul Aziz.

“Besok kita akan mulai berlatih dan saya sudah punya program latihan,” ujar Radovic di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (13/1/2019).

Radovic pun akan langsung melihat kemampuan skuat Maung Bandung termasuk beberapa pemain yang kembali dari masa pinjaman pada musim 2018 seperti Billy Keraf, Gian Zola dan Wildansyah.

Baca: Spurs Kontra United, Bukan Soal Solskjaer atau Pochettino

“Besok kita lihat, karena besok latihan pertama, jadi bagus untuk semua. Mereka punya proses,” sambungnya.

Sebanyak tujuh pemain dipastikan tidak akan ikut berlatih karena telah didepak Persib untuk musim 2019. Tujuh pemain tersebut yakni Jonathan Bauman, Oh Inkyu, Tony Sucipto, Eka Ramdani, Airlangga, Imam Arif, dan Atep.

Baca: PSS Sleman Jadwalkan Ulang Agenda Celebration Game

Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermarrabat, Kuswara S. Taryono mengaku, menyerahkan seluruh kewenangan terhadap Radovic guna menilai ulang para pemain lama yang masih terikat dengan Persib.

“Di sesi latihan (Radovic) akan menilai ulang pemain-pemain yang masih terikat dengan Persib. Nanti dalam menjalani latihan, coach Miljan (Radovic) mempunyai pertimbangan lain,” pungkas Kuswara.

Video: Osvaldo Haay Gabung Seleksi Timnas U-22

(PAT)

Penuhi Kuota, Persib Incar Pemain Asia

Bandung: Persib Bandung tengah berupaya memenuhi kuota pemain Asia pada bursa transfer pemain Liga 1 Indonesia untuk musim 2019. Mereka pun memastikan sudah ada tiga pemain Asia yang dibidik dalam bursa transfer saat ini.

Sebelumnya, Persib telah mengamankan tiga peman asing non Asia. Di antaranya adalah Bojan Malisic, Ezechiel N’Dousell, dan Srdjan Lopicic.

Namun, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono memastikan klubnya akan mengalihkan fokus untuk mendapatkan tiga pemain Asia. Persib akan memutuskan secepatnya salah satu dari tiga pemain bidikan tersebut untuk segera bergabung.

“Pemain untuk slot Asia sedang dimatakangkan, ini menyusul. Ada dua atau tiga opsi untuk pemain asing Asia,” ujar Kuswara saat jumpa pers di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (13/1/2019).

Baca: Spurs Kontra United, Bukan Soal Solskjaer atau Pochettino

Namun, Kuswara enggan membeberkan nama-nama pemain Asia yang tengah dibidik termasuk posisi yang dibutuhkan. Pasalnya, pemain tersebut masih terikat kontrak dengan klub lainnya, sehingga Persib lebih memilih menahan diri.

“Nanti kalau sudah positif, kami sampaikan,” sambungnya.

Baca: Persib Rekrut Tiga Pemain dari Tim Degradasi

Sementara itu, pelatih Persib, Miljan Radovic menuturkan, dalam menentukan pemain asing Asia tidak mudah. Pasalnya, Radovic menginginkan pemain yang berkualitas agar skuat Maung Bandung bisa sempurna di musim 2019 ini.

“Nanti, saya belum bisa katakan sekarang. Karena saya ingin pemain bagus,” tegas Radovic.

Video: Bhayangkara FC Resmi Rekrut Bagas Adi Nugroho

(PAT)

PSS Sleman Jadwalkan Ulang Agenda Celebration Game

Momen saat para PSS Sleman merayakan keberhasilan juara Liga 2 Indonesia 2018 (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

Sleman: PSS Sleman menjadwalkan ulang agenda celebration game. Pihak manajemen memutuskan mengganti calon mitratanding dengan melawan Persis Solo pada pekan depan.

Sebelumnya, PSS dijadwalkan akan menghadapi Persela Lamongan untuk celebration game atas keberhasilan promosi ke Liga 1 dan juara Liga 2, di stadion Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 12 Januari 2019. 

“Manajemen telah mengonfirmasi celebration game akan melawan Persis (Solo) pada 19 Januari (2019),” kata Pelatih PSS, Seto Nirdiyantoro saat dihubungi, Sabtu (12/1/2019). 

Keputusan ini kembali pada rencana awal yang sudah sempat berembus pada akhir 2018. Bagi Seto, suporter PSS maupun Persis memiliki sebuah kedekatan kendati sempat memanas beberapa tahun lalu.

Baca: Dejan Antonic, Pelatih Anyar Madura United 

Ia menilai, laga celebration game bisa sekaligus menjalin keakraban antar kedua kelompok suporter. “Ini yang harus kita junjung di sepakbola, adanya persaudaraan,” kata dia. 

PSS hingga kini masih dalam proses pembentukan tim setelah para pemain telah habis masa kontraknya. Seto juga telah memberikan daftar nama pemain yang bisa dikontrak manajemen untuk kompetisi Liga 1 musim 2019.

Baca: Persib Bongkar Jajaran Asisten Pelatih 

Untuk celebration game, Seto akan mengundang para pemain yang berkontribusi bagi PSS atas keberhasilan merebut trofi Liga 2 musim lalu. Namun demikian, sejumlah pemain anyar juga potensial sudah bisa bergabung. 

“Laga (celebration game) ini kan jadi bagian apresiasi untuk kerja keras pemain atas capaian tim musim lalu. Tim akan segera mengumpulkan pemain,” katanya.

Video: Osvaldo Haay Gabung Seleksi Timnas U-22

(PAT)

Persib Rekrut Tiga Pemain dari Tim Degradasi

Manajemen Persib bersama pelatih Persib Miljan Radovic mengumumkan rekrutan anyar dalam konferensi pers (Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan)

Bandung: Persib Bandung mulai gencar melakukan perekrutan pemain untuk mengarungi musim 2019. Sebanyak tiga pemain lokal telah diikat Maung Bandung yang dilatih oleh Miljan Radovic.

Tiga pemain lokal yang direkrut Persib yakni Frets Butuan, Erwin Ramdani, dan Abdul Aziz. Ketiga pemain tersebut merupakan bagian penggawa PSMS Medan pada musim 2018 yang terdegradasi dari kompetisi tertinggi di Indonesia.

“Pemain anyar sudah ada kesepahaman dengan kita,” kata Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono, saat jumpa pers di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (13/1/2019).

Kuswara mengaku tiga pemain tersebut merupakan rekomendasi dari Radovic dan mendapatkan kontrak selama dua tahun. Manajemen Persib pun tidak melakukan intervensi atas perekrutan pemain.

Baca: Gasak Bologna, Juventus Mulus ke Perempat Final

“Ketiga pemain ini kita kontrak dengan durasi dua tahun,” tutur Kuswara.

Sementara itu, pelatih Persib, Radovic mengaku perekrutan tiga pemain itu sesuai dengan kebutuhan tim yang mulai dibesutnya musim ini. Terlebih tiga pemain itu dinilai masih muda dan merupakan jebolan dari diklat Persib.

“Saya pikir di klub Persib ada banyak pemain, mereka punya proses. Ada banyak pemain muda dari Bandung, West Java, tapi mereka tidak main sendiri di Persib. Saya pikir kalau saya bisa bantu untuk pemain muda,” pungkas Radovic ditempat yang sama.

Video: Iran Bungkam Perlawanan Vietnam

(PAT)

Persib Bongkar Jajaran Asisten Pelatih

Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic (kiri) membongkar jajaran staf kepelatihan timnya (Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan)

Bandung: Persib Bandung hanya mempertahankan asisten pelatih fisik Yaya Sunarya untuk mengarungi musim 2019. Sedangkan dua asisten lainnya telah didepak. Salah satunya mantan kiper legendaris Persin, Anwar Sanusi.

Sebelumnya, Persib mendepak Fernando Soler bersamaan pelatih kepala Mario Gomez usai kompetisi 2019 berakhir. Pergantian pelatih kepala yang dipercayakan kepada Miljan Radovic pun membuat nama-mana kursi asisten berubah.

“Kami umumkan asisten pelatih untuk musim ini yaitu Yaya Sunarya tetap tidak ada perubahan sebagai asisten pelatih fisik. Terus Budiman, Gatot Prasetyo sebagai asisten pelatih kiper dan dari asing Dejan Miljanic dari Montenegro,” ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono, di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (13/1/2019).

Kuswara mengatakan, para asisten tersebut akan berjibaku bersama Radovic untuk meracik penggawa Persib musim ini. Pemilihan asisten pun, lanjut Kuswara, merupakan rekomendasi dari Radovic yang memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung: Tottenham Hotspur vs Man United

“Semua ini telah mendapatkan merupakan rekomendasi dari coach dan manajemen tinggal menindaklanjuti. Ini merupakan hasil rapat dan keputusan bersama di jajaran manajemen PBB,” bebernya.

Sementara itu, untuk asisten pelatih Budiman merupakan promosi yang sebelumnya membesut Persib U-19 dan berhasil membawa gelar juara Liga 1 Indonesia U-19 musim 2018.

BacaSarri Geregetan Ditanya Soal Masa Depan Willian

Sedangkan Gatot Prasetyo merupakan mantan asisten pelatih kiper di tim nasional Indonesia U-16 bersama pelatih kepala Fachri Husaini.

Untuk Dejan Miljanic, adalah sosok baru asisten pelatih yang dibawa langsung oleh Radovic dari Montenegro. Pria 42 tahun itu merupakan mantan pemain yang pernah membela klub asal Malaysia, My Team FC. 

Video: Bhayangkara FC Resmi Rekrut Bagas Adi Nugroho

(PAT)

Dejan Antonic, Pelatih Anyar Madura United

Dejan Antonic langsung memasang target tinggi usai ditunjuk sebagai pelatih anyar Madura United. Ia menjanjikan gelar untuk tim yang berjuluk Laskar Sapeh Kerab tersebut pada musim 2019.

Surabaya: Madura United akhirnya mendapat pelatih anyar untuk menghadapi Liga 1 Indonesia musim 2019. Manajemen tim yang berjuluk Laskar Sapeh Kerab tersebut menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih mereka selama satu musim.

Pengumuman terkait perekrutan Dejan tersebut langsung dikonfirmasi Direktur Tim PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq Abdurrahim dalam konferensi pers pada Minggu 13 Januari. 

“Dejan adalah salah seorang pelatih terbaik saat ini sehingga manajemen memilihnya melatih Madura United,” ujar Zia.

Ungkapan kebahagiaan juga dilontarkan langsung oleh Dejan yang diperkenalkan pada acara konferensi pers tersebut. Pada kesempatan itu, pelatih asal Serbia itu juga menjanjikan akan membawa MU meraih gelar musim depan.

Baca: Bhayangkara FC Indikasikan Incar Pelatih Asing

“Puji Tuhan saya bisa berada di tim ini dengan segala kualitas yang ada di dalamnya, baik manajemen maupun pemain. Saya akan berusaha bersama pemain membawa Madura United juara,” kata Dejan.

Dejan bukan sosok yang asing di Liga Indonesia. Ia sudah memiliki banyak pengalaman untuk melatih di klub-klub Indonesia. Sebelumnya, pelatih 49 tahun itu pernah menangani Arema Indonesia, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, termasuk Borneo.

Baca: Bhayangkara Menangi Perburuan Bek Brasil Incaran Persija

Borneo menjadi tim Indonesia terakhir dilatih Dejan. Ia melatih tim yang berjuluk Pesut Etam itu pada musim 2018. Pada periode itu, Dejan membawa Borneo finis di peringkat ketujuh klasemen sementara.

Selain itu, Dejan juga pernah berkarier di luar Indonesia. Di antaranya adalah melatih tim Liga Hong Kong, Kitchee FC (2005–2008) dan timnas Hong Kong selama dua musim (2007–2009). 

Dengan segudang pengalamannya, Dejan pun diharapkan bisa memperbaiki performa MU pada musim ini. Mengingat, mereka hanya mampu finis di peringkat kedelapan klasemen pada musim lalu. (Ant)

Video: Irak Gulung Yaman 3-0

(PAT)

Giliran Atep Dilepas Persib

Atep Rizal menjadi satu di antara lima pemain yang didepak Persib Bandung pada musim 2019. Sebelumnya, ada empat pemain dilepas Maung Bandung seperti Tony Sucipto, Airlangga, Eka Ramdani, dan Imam Fadilah Arif.

Bandung: Persib Bandung memastikan tidak akan menggunakan jasa Atep untuk mengarungi musim 2019 ini. Pasalnya, Atep tidak masuk dalam skema Persib yang kini dilatih oleh Miljan Radovic.

Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono, kontrak Atep tidak diperpanjang meski masih memiliki ikatan bersama Persib. Selain Atep, Persib pun mendepak Tony Sucipto, Airlangga, Eka Ramdani, dan Imam Fadilah Arif.

“Jadi ada lima orang pemain yang tidak diperpanjang kontrak di Persib Bandung,” ujar Kuswara saat konferensi pers di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (13/1/2019).

Namun, Kuswara enggan membeberkan alasan mendepak Atep yang telah berkostum Persib sejak 2008 lalu. Pasalnya hal itu, lanjut Kuswara, merupakan rekomendasi dari Radovic dan diputuskan bersama oleh manajemen Maung Bandung.

Baca: Dejan Antonic, Pelatih Anyar Madura United

“Tapi yang pasti, pelatih sudah mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang, dan pemain tersebut tidak bisa diperpanjang,” ungkap Kuswara.

Hal serupa pun terjadi pada Tony Sucipto, Airlangga, dan Imam Fadilah Arif yang tidak dilakukan perpanjangan kontrak. Sementara Eka Ramdani memilih untuk pensiun sebagai pesepakbola profesional musim ini.

Baca: Kata Adam Alis Usai Gabung Bhayangkara FC

Keputusan Persib melepas Atep cukup mengejutkan. Bukan apa-apa. Sang pemain merupakan sosok yang sudah lama membela Maung Bandung. Total, pemain kelahiran Cianjur tersebut memperkuat Persib selama 10 tahun.

Sebanyak dua gelar juga dipersembahkan Atep bersama Persib. Di antaranya satu gelar Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Video: Irak Gulung Yaman 3-0

(PAT)

Bhayangkara Menangi Perburuan Bek Brasil Incaran Persija

Jakarta: Bhayangkara FC memenangi perburuan bek asing asal Brasil yang juga menjadi incaran Persija Jakarta, Anderson Salles. Kepastian itu disampaikan langsung manajer Bhayangkara, AKBP Sumardji.

Ia mengatakan sudah menjalin kesepakatan dengan pemain yang digadang bergabung dengan Persija. Anderson memang dikabarkan akan berlabuh ke Persija menggantikan Jaimerson Xavier yang hengkang ke Madura United.

Namun, Bhayangkara berhasil mencapai kesepakatan terlebih dahulu dengan pemain 30 tahun tersebut. Hal itu pun menurut Sumardji telah diketahui oleh pihak Persija.

“Semuanya sudah clear (persaingan dengan Persija). Kami ambil Anderson dari Brasil, dia stopper,” kata Sumardji kepada Medcom.id, Minggu 13 Januari.

“Kami sudah bicara dan sudah menemui angkanya. Harapan saya minggu-minggu ini dia datang,” sambung Sumardji.

Anderson sendiri diproyeksikan akan menambal lini belakang Bhayangkara yang ditinggalkan Vladimir Vujovic. Mantan pemain Persib Bandung itu memutuskan pensiun seiring berakhirnya Liga 1 2018 lalu.

(REN)

Kata Adam Alis Usai Gabung Bhayangkara FC

Adam Alis Setyano (kanan) saat meresmikan kepindahannya ke Bhayangkara FC (Istimewa)

Jakarta: Adam Alis Setyano menjadi penggawa baru Bhayangkara FC untuk kompetisi 2019. Kepindahannya dari Sriwijaya FC diresmikan The Guardians pada Jumat 11 Januari malam.

Adam Alis diikat kontrak oleh Bhayangkara FC selama satu tahun ke depan. Sebelumnya, ia pun sempat memperkuat The Guardians pada paruh musim kedua Liga 1 2018 lalu.

Bukan tanpa alasan pemain yang berposisi sebagai gelandang itu kembali menerima pinangan Bhayangkara. Ia menilai jika The Guardians bisa merealisasikan targetnya untuk bisa meraih juara dan berkompetisi di papan atas.

“Target saya mungkin ingin bisa membawa Bhayangkara berkompetisi di papan atas lagi musim depan. Syukur-syukur menjadi juara,” kata pemain 25 tahun itu kepada Medcom.id, Minggu 13 Januari.

“Saya dikontrak selama satu tahun. Hari Senin (14/1) besok saya mulai ikut latihan resmi tim,” sambungnya.

Selain mengusung target juara, ia pun memiliki alasan lain memilih bergabung dengan Bhayangkara. Menurutnya, ia saat ini enggan bermain dengan klub yang jauh dari keluarganya yang berdomisili di Depok, Jawa Barat.

“Alhamdulillah ya senang saja, tahun ini bisa lebih dekat lagi sama keluarga,” pungkasnya.

Adam Alis sebelumnya membela Sriwijaya FC pada awal Liga 1 2018. Namun, krisis finansial yang dialami Laskar Wong Kito membuatnya memutuskan hengkang ke Bhayangkara di paruh musim kedua lalu.

(REN)

Bhayangkara FC Indikasikan Incar Pelatih Asing

Jakarta: Bhayangkara FC mengindikasikan mengincar pelatih asing sebagai juru taktik baru untuk kompetisi 2019. Kehilangan Simon McMenemy yang menukangi Timnas Indonesia membuat kursi pelatih The Guardians masih kosong.

Manajemen Bhayangkara tengah mencari sosok pelatih yang tepat untuk bisa mendongkel prestasi musim 2019. Namun, manajer Bhayangkara, AKBP Sumardji, lebih condong untuk kembali memakai jasa pelatih asing.

“60-40 persen lah (kemungkinan pelatih Bhayangkara FC). 60 asing,  40 persen lokal lah,” kata Sumardji kepada Medcom.id, Minggu 13 Januari.

Ia pun mengatakan jika baru akan mengumumkan pelatih baru tersebut pekan depan. Pihaknya kini masih melakukan diskusi dan seleksi terhadap beberapa nama pelatih yang telah dikantongi.

“Beberapa hari ini kita intens bicara soal pelatih baik asing maupun lokal. Saya minta waktu sampai minggu depan lah. Siapa pun yang kita putuskan akan membawa aura positif buat Bhayangkara di masa depan,” sambung Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya tersebut.

Ia juga menegaskan jika memang manajemen memutuskan memakai pelatih asing, pihaknya tak akan berspekulasi. Manajemen Bhayangkara hanya akan memakai pelatih asing yang merupakan wajah lama di persepakbolaan Indonesia.

“Kami tidak berani mengambil pelatih yang belum pernah berada di Liga 1. Jadi bisa dicari saja lah di Liga 1 yang belum dapat klub siapa. Saya takut salah menyebutkan, karena saya masih minta waktu untuk menentukan supaya tidak salah,” pungkasnya.

(REN)

Musim Baru, Bhayangkara FC Pertahankan Komposisi Lama

Jakarta: Bhayangkara FC memilih mempertahankan komposisi pemain lama jelang mengarungi musim baru Liga 1 2019. Manajer Bhayangkara, AKBP Sumardji, mengatakan sebagian besar komposisi lama tersebut terdiri dari para pemain lokal.

Menurutnya, para pemain lokal sejauh ini masih mengisi slot beberapa posisi dan masih dipertahankan. Ia menegaskan jika Bhayangkara tak akan melakukan perobakan lagi dan hanya akan menambah kekuatan dari pemain asing.

Untuk pemain lokal sendiri, Bhayangkara baru saja kedatangan dua amunisi baru, Adam Alis Setyano dan Bagas Adi Nugroho. Sebelumnya, The Guardians juga telah memulangkan Ilham Udin Armaiyn dan mendatangkan Rahmat Hidayat.

“Kalau pemain lokal yang lama hampir semuanya boleh dibilang 80 persen bertahan. Kalau penambahan yang baru ada tiga. Ada Bagas dari Arema, Rahmat Hidayat dari PSMS Medan, satu lagi Adam Alis dari Sriwijaya FC,” kata Sumardji kepada Medcom.id, Minggu 13 Januari.

“Pemain asing yang sudah pasti (penambahan), kami beberapa hari ini ada koordinasi dan sudah mengarah ke hal positif,” sambung Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya tersebut.

Bhayangkara FC sendiri mengakhiri Liga 1 musim 2018 lalu di peringkat ketiga. Sebelumya, tim yang bermarkas di Stadion PTIK Jakarta itu berhasil menyegel kampiun Liga 1 pada musim 2017.

(REN)

Perjuangan Tim AIA Indonesia Dikawal Para Legenda

Kathryn Parapak, Head of Brand and Communication (Tengah) bersama dengan legenda sepak bola Indonesia Firman Utina dan Ponaryo Astaman dalam jumpa pers AIA Championship 2019. (Foto: Istimewa)

Mereka semua akan berjuang menjadi finalis demi tiket putaran final yang berlangsung di Stadion White Hart Lane, London.

Jakarta: Kompetisi nasional AIA Championship 2019 telah selesai bergulir pada Sabtu 12 Januari. Eventnya diikuti 24 tim yang terbagi dalam dua kategori, yakni AIA Partner League dan AIA League. 

Juara pertama kategori Partner League dan 8 pemain terbaik League akan mewakil tim AIA Indonesia melakoni fase regional. Eventnya berlangsung di Bangkok, Thailand pada Maret mendatang.

Ketika memainkan fase regional, tim AIA Indonesia akan dibantu para legenda sepak bola nasional, yakni Firman Utina, Ponaryo Astaman, M. Ridwan, Hendro Kartiko, Vennard Hutabarat, Budi Sudarsono, Handi Ramdhan dan Matias Ibo. 
 

Klik: Dortmund Dapatkan Pemain Muda Boca Juniors

“Saya sangat senang menjadi bagian dari tim AIA Indonesia. Kami akan mengerahkan semua kemampuan dan berbagi ilmu kepada para pemain muda demi memenangkan kompetisi,” kata Firman mewakili rekan-rekannya.

“Saya harap para pemain bisa memanfaatkan kompetisi untuk mengembangkan kemampuan dan menorehkan prestasi sepak bola Indonesia di panggung internasional.” tambah mantan gelandang timnas Indonesia tersebut.  

Sejatinya, tim AIA Indonesia akan membawa lima tim ke Thailand, yaitu juara pertama Partner League, 8 pemain terbaik League, dua tim perempuan Championship for Women dan legenda sepak bola Tanah Air. Mereka semua akan berjuang menjadi finalis demi tiket putaran final yang berlangsung di Stadion White Hart Lane, London.

(KAU)

Indra Sjafri Coret 3 Pemain pada Seleksi Tahap Pertama

Proses promosi dan degradasi dilakukan Indra untuk mencari pemain yang sesuai dengan skema strateginya.

Jakarta: Pelatih timnas U-22, Indra Sjafri, mencoret tiga nama pada seleksi tahap pertama timnas U-22. Informasi ini disampaikan langsung lewat situs resmi PSSI pada Sabtu 12 Januari.

Tiga pemain yang dicoret adalah kiper Hilman Syah (PSM) Makassar), serta dua gelandang Dalmiansyah Matutu (Arema FC) dan Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta). Meski begitu, Indra sudah memanggil tiga nama lain dengan posisi yang sama.

Pemain yang baru dipanggil adalah kiper Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan dua gelandang Jayus Hariono (Arema FC) serta M Syafril Lestaluhu (Persib U-19). Ketiganya disebutkan bakal bergabung menjalani seleksi tahap kedua pada Senin 14 Januari mendatang. 
 

Klik: Manchester City Tidak Butuh Pemain Baru di Bursa Musim Dingin

Pengumuman nama yang dicoret disampaikan beberapa jam setelah seleksi tahap pertama berakhir. Sebelumnya, para pemain sempat diuji dengan laga internal yang berlangsung selama tiga jam di Lapangan ABC Komplek Olahraga Gelora Bung Karno.

35 pemain yang mengikuti seleksi tahap awal mendapat kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya dalam laga internal tersebut. Mereka dibagi menjadi tiga tim untuk melakukan pertandingan kontra rekannya sendiri dengan durasi 30 menit per laga.
 

Klik: Timnas Suriah Pecat Pelatihnya

“Ada empat kriteria, yakni kemampuan skill, fisik, taktikal kecerdasan, dan mental. Itu ditambah informasi mengenai kesehatan dan fisioterapi, dan psikotes mereka, dengan semua aspek lainnya,” kata Indra menjelaskan metode penilaian para pemainnya seusai latihan.

“Semua informasi pemain tentang kesehatan, fisioterapi, psikotes, dan kemampuan mereka sudah kami dapatkan. Jadi, tidak terlalu sulit buat saya untuk menentukan siapa yang lanjut atau tidak,” tambahnya.

Proses promosi dan degradasi dilakukan Indra untuk mencari pemain yang sesuai dengan skema strateginya. Jika sudah terbentuk, para pemain akan dihadapkan dengan tiga turnamen yang sudah menunggu, yakni Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala AFC U-23, dan SEA Games 2019.

(KAU)

Telat Gabung Latihan, Riko Simanjuntak Tak Alami Kendala


Riko Simanjuntak (Medcom.id/Rendy Renuki H)

Jakarta: Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak baru bergabung untuk menjalani latihan bersama rekan-rekannya di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat 11 Januari sore. Riko telat bergabung menjalani latihan bersama Macan Kemayoran yang telah dimulai sejak 7 Januari.

Riko sebelumnya meminta izin datang untuk datang tidak sesuai jadwal yang ditetapkan kepada manajemen karena menjalani liburan. Meski datang terlambat, sayap timnas Indonesia di Piala AFF 2018 ini mengaku tidak mengalami kendala apapun saat menjalani latihan perdana bersama Macan Kemayoran.

"Kemarin memang saya baru liburan juga ya, ini latihan perdana saya. Tapi, masih ada teman-teman lama juga jadi tadi latihan juga belum berat, masih ringan untuk jaga kebugaran untuk persiapan laga amal di Lampung," kata Riko Simanjuntak.

Salah satu alasan dirinya tidak mengalami kendala saat bergabung latihan dikarenakan ia tetap menjaga kebugaran fisiknya selama menjalani liburan. Saat berada di kampung halaman, Riko tetap menjalani program latihan yang diberikan oleh staff kepelatihan Persija Jakarta.

"Kebetulan pas liburan kemarin juga Riko sempatkan juga latihan dan jaga kondisi. Sharing-sharing juga sama dokter," tutur Riko Simanjuntak.

 

Resmi: Bhayangkara FC Dapatkan Adam Alis & Bagas Adi

Adam Alis Setyano (kanan) dan Bagas Adi Nugroho (kedua dari kiri) saat penandatanganan kontrak bersama Bhayangkara FC (Istimewa)

Jakarta: Bhayangkara FC kembali bergerak cepat mendatangkan pemain jelang musim kompetisi 2019 bergulir. The Guardians telah resmi mendatangkan dua pemain anyar, Adam Alis Setyano dan Bagas Adi Nugroho.

Kedua pemain tersebut diresmikan Bhayangkara pada Jumat, 11 Januari malam. Penandatanganan dilakukan langsung kedua pemain di depan manajer Bhayangkara, AKBP Sumardji.

Adam Alis didatangkan dari Sriwijaya FC, sedangkan Bagas Adi diboyong dari Arema FC. Adam dan Bagas diikat kontrak oleh kampiun Liga 1 2017 dengan durasi satu tahun.

“Di luar Polri pastinya durasinya (kontrak) satu tahun semua,” kata Sumardji kepada Medcom.id, Jumat 11 Januari malam. 

“Pastinya kami berharap hampir semua pemain yang sudah pernah makan dan minum di mess Bhayangkara pastinya kerasan. Mudah-mudahan harapan saya juga begitu, karena setelah bergabung dengan Bhayangkara yang kami utamakan adalah kebersamaan,” sambungnya.

Bergabungnya Adam Alis dan Bagas Adi membuat Bhayangkara FC sejauh ini telah kedatangan empat pemain baru. Dua pemain lainnya yang bergabung adalah Rahmat Hidayat dari PSMS Medan dan Ilham Udin Armaiyn yang dipulangkan dari Selangor FA.

(REN)

PSS Sleman Mulai Kontrak Pemain

Direktur Keuangan PSS Sleman Djaka Waluja mengatakan lebih dari tujuh pemain yang sudah sepakat mendatangani kontrak.

Sleman: PSS Sleman mulai mengontrak sejumlah pemain lama untuk kompetisi Liga 1 Indonesia 2019. Manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa ini mengontrak belasan pemain yang musim lalu mengantarkan PSS kampiun di Liga 2. 

Kabar yang beredar, sudah ada 13 nama masuk rekomendasi untuk memperpanjang kontraknya. Di media sosial resmi klub tersebut, ada tujuh pemain yang sudah tanda tangan kontrak. Mereka yakni Asyraq Gufron, Bagus Nirwanto, Ikhwan Ciptadi, Irkham Zahrul Milla, Try Hamdani Goentara, Rangga Muslim, dan Zamzani. 

Namun demikian, Direktur Keuangan PSS Sleman Djaka Waluja mengatakan lebih dari tujuh pemain yang sudah sepakat mendatangani kontrak. “Ada sembilan (pemain) yang sepakat. Tiga pemain baru, sisanya pemain lama,” kata Djaka saat dihubungi, Jumat 11 Januari 2019. 

Baca juga: Tony Sucipto Belum Tahu Main di Klub Mana

Djaka menuturkan, manajemen masih menjalin komunikasi dan negosiasi dengan sejumlah pemain lainnya. Namun, ia menolak siapa saja pemain yang akan menyusul dikontrak. 

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan sudah memberikan sejumlah rekomendasi nama-nama pemain untuk dikontrak. Sejumlah nama di antaranya yang ikut membawa PSS juara Liga 2. 

Seto juga mengaku sudah banyak agen yang menawarkan jasa pemain asing untuk PSS. Meski demikian, Seto masih melihat kesesuaian kebutuhan dan keuangan klub. 

“Masih dibahas manajemen. Fleksibel, apakah sudah pernah bermain (sepak bola) di Indonesia atau belum,” ungkapnya. 

CEO PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Soekeno juga mengakui sudah ada sejumlah agen yang menjalin komunikasi. “Ada (tawaran pemain) dari Eropa yang tertarik bermain di Liga Indonesia,” tuturnya.

Video: Ratu Tisha Mengaku Belum Tahu Soal Pelaporan Dua Petinggi PSSI
 

(RIZ)

Tony Sucipto Belum Tahu Main di Klub Mana

Tony menuturkan belum mempunyai klub baru sebagai pelabuhan berikutnya. Tony masih tertutup terkait klub yang akan dibelanya di musim 2019.

Bandung: Tony Sucipto telah habis kontraknya bersama Persib Bandung. Tony dipastikan tidak akan berkostum Persib musim 2019 dan tengah mencari klub baru untuk melanjutkan karirnya di Liga Indonesia.

Pemain kelahiran Surabaya ini telah menyampaikan perpisahan dengan Persib melalui akun instagramnya pada Jumat 11 Januari 2019 pagi. Ketika dihubungi, Tony mengaku telah habis masa kontrak dengan Persib dan kini mencari klub baru untuk pelabuhan selanjutnya.

“Yang pasti untuk musim (2019) sudah enggak lagi sama Persib. Kontrak juga habis,” ujar Tony saat dihubungi via telepon seluler.

Baca juga: Tony Sucipto Pamit dari Persib

Tony menuturkan belum mempunyai klub baru sebagai pelabuhan berikutnya. Tony masih tertutup terkait klub yang coba meminangnya untuk di musim 2019.

“Belum tahu rencana mau kemana. Istirahat dulu saja,” sambungnya.

Namun, Tony memastikan hal ini telah disampaikan kepada manajemen Persib. 

“Kalau untuk saya biar saja nanti manajemen yang menjelaskan. Nanti ada pengumuman dari manajemen,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S. Taryono belum mau angkat bicara terkait hengkangnya Tony.

“Nanti saja ya,” singkat Kuswara saat dihubungi terpisah.

Video: MU Tidak akan Menang Lawan Tottenham
 

(RIZ)

Kasus di Laga PSS vs Madura Naik Menjadi Penyidikan

Satgas Antimafia Bola sebelumnya sudah memanggil dua orang untuk dimintai keterangan terkait pertandingan PSS Sleman Vs Madura FC.  Yakni Ratu Tisha dan Risha Agung.

Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola masih terus menyelidiki terkait kasus pengaturan skor pada pertandingan Liga 2 Indonesia 2018. Pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC, yang mulanya penyelidikan naik status ke penyidikan. 

“Mulai hari ini, pertandingan PSS Sleman dengan Madura itu sudah dinaikkan ke penyidikan,” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat 11 Januari 2019.

Status yang mulanya penyelidikan itu naik menjadi penyidikan dilakukan setelah melakukan gelar perkara. Keterangan saksi-saksi juga telah dikumpulkan.

Baca juga: Barito Putera Lepas Hansamu ke Persebaya

“Ini dilakukan setelah tim antimafia bola memeriksa kasus tersebut,” ucap Argo.

Satgas Antimafia Bola telah memanggil dua orang untuk dimintai keterangan terkait pertandingan PSS Sleman Vs Madura FC. Keduanya yakni Sekjen PSSI Ratu Tisha dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Agung. Keduanya dipanggil untuk menjelaskan peran dan tugasnya masing masing.

Hingga kini, Satgas terus membuka laporan dan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi. Satgas Antimafia Bola sudah menerima 278 laporan masuk dan 60 laporan di antaranya dilanjutkan ke dalam tahap penyelidikan.

Secara keseluruhan, tim Satgas sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan anggota komite wasit Dwi Irianto alias Mbah putih, anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, beserta putrinya Anik Yuni Artikasari dan Nurul Safarid yang bertindak sebagai wasit di laga Persibara vs PS Pasuruan.

Video: Ratu Tisha Mengaku Belum Tahu Soal Pelaporan Dua Petinggi PSSI
 

(RIZ)

PSS Sleman Siapkan Modal Kompetisi Hingga Rp20 Miliar

Sleman: PSS Sleman kabarnya memiliki modal sebesar Rp20 miliar untuk menyambut kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2019. Klub promosi dari Liga 2 ini mendapatkan kucuran dana tersebut untuk kegunaan belanja, kontrak pemain, hingga operasional. 

CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS) Soekeno, mengatakan dana tersebut telah disiapkan untuk klub berjuluk Super Elang Jawa ini. 

“Nilainya tak jauh dari angka itu,” ujarnya saat dihubungi, Jumat 11 Januari 2019. 

Baca juga: Mourinho Dapat Pekerjaan Baru

Ia menyadari kiprah PSS akan berat di Liga 1 nanti. Hal ini menilik ketatnya kompetisi tersebut. Baginya, dana yang hanya sebesar itu menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR) bagi klub. 

Ia berharap, keikutsertaan PSS di Liga 1 bisa menjadi magnet bagi pihak sponsor. Selain sponsor, kehadiran suporter ke stadion bisa menjadi pemasukan bagi klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu.

“Kami juga harapkan dukungan puluhan ribu suporter (untuk menyaksikan laga di stadion). Kami ingin suporter PSS bisa menjadi contoh dan membanggakan,” ujarnya. 

Baca juga: Barito Putera Lepas Hansamu ke Persebaya

Soekeno mengungkapkan, kebutuhan kontrak pemain PSS diperkirakan menghabiskan uang dengan nilai lebih besar. Ia juga menilai para pemain lokal saat ini sudah mulai bisa menunjukkan kualitas. 

“Walau hanya pemain lokal, kami kira nilainya sudah membanggakan. Ini suatu kemajuan bagi sepak bola Indonesia,” ungkapnya.

Video: Ratu Tisha Mengaku Belum Tahu Soal Pelaporan Dua Petinggi PSSI
 

(RIZ)

Tony Sucipto Pamit dari Persib

Bandung: Persib Bandung harus kehilangan bek kembali pada bursa transfer pemain Liga 1 Indonesia 2019. Usai kehilangan Victor Igbonefo beberapa hari lalu, giliran Tony Sucipto pamit hengkang dari Maung Bandung.

Kabar kepergian dari Persib pun dikonfirmasi langsung oleh Tony melalui akun Instagram miliknya pada Jumat 11 Januari. Pada kesempatan itu, ia melontarkan salam perpisahan untuk kubu Persib.

“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya buat manajemen, manajer Bapak H. Umuh yang sudah saya anggap seperti orang tua sendiri, official tim, pemain, media, dan bobotoh,” tulis Tony dalam unggahan fotonya terbarunya, Jumat (11/1/2019).

“Delapan musim yang sangat luar biasa bersama Persib. Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah kata dan perbuatan, baik yang disengaja atau tidak disengaja,” sambung Tony.

Baca: Taklukkan India, UEA Panaskan Persaingan Grup A

“Terima kasih buat semua Bobotoh atas dukungannya selama ini. Hatur Nuhun,” tutup Tony.

Meski sudah pamitan dari Persib, masa depan Tony masih menjadi pertanyaan. Saat ini, belum diketahui secara pasti soal klub selanjutnya yang akan dibela Tony. Namun, menurut kabar beredar sang pemain akan bergabung dengan Persebaya Surabaya.

Baca: Juventus Siap Pagari Allegri dari Kejaran United

Kepergian Tony menjadi kabar menyedihkan bagi Persib. Sebab, ia sudah lama menjadi bagian dari Persib. Total, pemain berusia 32 tahun tersebut sudah membela Maung Bandung selama delapan musim.

Selama itu pula Tony membantu Persib meraih dua gelar. Di antaranya adalah Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Video: Timnas U-22 Asah Penyelesaian Akhir dan Kekompakan Lini Pertahanan

(PAT)

Barito Putera Lepas Hansamu ke Persebaya

Banjarmasin: Klub sepak bola Barito Putera resmi melepas bek andalan mereka Hansamu Yama. Hal tersebut langsung disampaikan oleh Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman.

Hasnuryadi mengatakan pihaknya bisa memaklumi keputusan yang diambil Hansamu. Termasuk jika sang pemain memutuskan pindah ke Persebaya.

“Kami hanya bisa berikhtiar agar Hansamu Yama tetap nyaman di Barito Putera. Tapi karena sudah menyangkut kebahagiaan keluarga, kami memaklumi dan mengikhlaskan. Semoga di lain waktu bisa bekerja sama,” kata Hasnuryadi.

Sebelum mengumumkan keputusan ini, Hasnuryadi Sulaiman dan Hansamu bertemu di salah satu hotel di Surabaya, Kamis kemarin malam. Dalam pertemuan itu, Hansamu mengungkapkan keinginan pindah dari Barito Putera.

“Mohon maaf saya tidak bisa lanjut di Barito Putera. Saya memilih ke Persebaya. Awal tahu ini saya akan menikah dan sudah sepakat untuk menetap di Mojokerto,” kata Hansamu Yama. (Liga Indonesia)

Video:Indonesia Raih Emas & Perunggu di Asian Track Championship

(PAT)

Arema Lepas Bagas Adi

Bagas Adi Nugroho. (Foto: Instagram @bagasadingrh)

Malang: Arema FC telah melepas salah satu pemain muda berbakat mereka kepada klub lain. Dia adalah Bagas Adi Nugroho. Pemain belakang ini dipastikan tidak masuk skuad Singo Edan untuk musim 2019.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan kontrak Bagas sebenarnya baru berakhir pada Februari 2019 mendatang. Namun pemain 21 tahun ini telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bersama Arema.

“Sampai Februari, Bagas memang masih pemainnya Arema. Tapi dia sudah pamitan, meski kontraknya habis pada Februari mendatang,” katanya.

Ruddy mengaku belum tahu pasti kemana Bagas akan berlabuh. Hanya saja, pemain langganan Timnas Indonesia ini santer dikabarkan bakal berkostum Bhayangkara FC pada musim 2019.

Baca: Molde tidak Restui Solskjaer Bertahan di United

Namun, saat ditanya alasan kepindahan Bagas, Ruddy mengaku tidak bisa menjelaskan kepada awak media. Pasalnya, alasan hengkangnya pemain asal Sleman, Yogyakarta itu bersifat pribadi.

“Saya tahu alasan alasan dia pindah, tapi lebih baik ditanyakan langsung ke Bagas saja,” lanjutnya.

Baca: Komentar Icardi Soal Perbaruan Kontrak Bersama Inter 

Kabar hengkangnya Bagas sebetulnya sudah mencuat sejak Liga Indonesia 1 2018 berakhir. Pasalnya, dikabarkan mantan pemain PSS Sleman ini tak kunjung menandatangani pra kontrak bersama Arema.

Sedangkan, selama musim 2018 di Arema, Bagas sendiri kurang memiliki jam terbang dan sering dibangku cadangkan. Sebab, posisi stopper seringkali diisi dengan duet Arthur Cunha dan Hamka Hamzah.

Video: Tekad Marinus Manewar Bersama Garuda Muda

(PAT)

PS Tira Berencana Ganti Nama

Bogor: PS Tira berencana mengubah nama klub. Hal ini dilakukan untuk menegaskan di mana tempat mereka bermarkas untuk musim 2019.

Sekretaris PS Tira, Yandri, mengungkapkan perubahan nama ini pasti dilakukan. Tapi waktunya belum bisa ditentukan. “Kemungkinan nanti saat peluncuran tim,” ucap Yandri.

Mulai musim 2019, PS Tira kembali ke Stadion Pakansari. Sebelumnya, mereka pernah memakai stadion itu di musim 2017.

Tapi, pada musim lalu, PS Tira memutuskan pindah ke Bantul dan memakai Stadion Sultan Agung.  Uniknya, apabila nanti benar-benar ganti nama, PS Tira akan menjadi klub yang dalam tiga tahun terakhir memakai nama berbeda.

Pada musim 2017, mereka masih menggunakan nama PS TNI. Kemudian musim 2018 berganti menjadi PS Tira, dengan keinginan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

Dan, sekarang di musim 2019, PS Tira akan memakai nama lain lagi. Kita tunggu saja apa nama baru yang akan dipakai. (Liga Indonesia)

Video:Indonesia Raih Emas & Perunggu di Asian Track Championship

(PAT)

Bagas Adi Hengkang dari Arema FC

Bagas Adi Nugroho. (Foto: Instagram @bagasadingrh)

Malang: Arema FC resmi melepas salah satu pemain muda berbakat mereka ke klub lain. Bagas Adi Nugroho, pemain belakang Singo Edan ini dipastikan tidak masuk skuat untuk musim 2019.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengatakan, kontrak Bagas sebenarnya baru berakhir Februari 2019 mendatang. Namun, pemain 21 tahun ini memutuskan tidak memperpanjang kontraknya bersama Arema.

“Sampai Februari, Bagas memang masih pemainnya Arema. Tapi dia sudah pamitan, meski kontraknya habis pada Februari mendatang,” katanya.

Baca juga: Dua Pemain Asing Anyar Arema Butuh Waktu

Ruddy mengaku belum tahu pasti ke klub mana Bagas akan berlabuh. Hanya saja, pemain langganan Tim Nasional  Indonesia ini santer dikabarkan bakal berkostum Bhayangkara FC pada musim 2019.

Namun, saat ditanya alasan kepindahan Bagas, Ruddy mengaku tidak bisa menjelaskan kepada awak media. Pasalnya, alasan hengkangnya pemain asal Sleman, Yogyakarta, itu bersifat pribadi.

“Saya tahu alasan alasan dia pindah, tapi lebih baik ditanyakan langsung ke Bagas saja,” lanjutnya. 

Baca juga: Empat Pemain Masih Absen, Ini Jawaban Indra Sjafri

Kabar hengkangnya Bagas sebetulnya sudah mencuat sejak Liga Indonesia 1 2018 berakhir. Pasalnya, dikabarkan mantan pemain PSS Sleman ini tak kunjung menandatangani pra-kontrak bersama Arema.

Sedangkan, selama musim 2018 di Arema, Bagas sendiri kurang memiliki jam terbang dan sering dibangku cadangkan. Sebab, posisi stopper seringkali diisi duet Arthur Cunha dan Hamka Hamzah.

Video: Wasit Liga 2 Mengaku Sering Diintimidasi
 

(RIZ)

Satgas Antimafia Bola Belum Ungkapkan Temuan di Yogyakarta

Yogyakarta: Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola melakukan kerja selama dua hari di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu-Kamis, 9-10 Januari 2019. Selama dua hari, Satgas menemui pemain yang disanksi akibat terlibat pengaturan skor Liga 2, Krisna Adi serta memeriksa wasit. 

Satgas menemui Krisna di kediamannya di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY, Rabu. Namun, Satgas yang dipimpin Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti, tak bisa melakukan pemeriksaan lantaran kondisi Krisna belum pulih. 

Saat itu, Krishna sempat mengatakan adanya keterlibatan wasit dalam kasus pengaturan skor. Keterlibatan itu baik kemauan sendiri maupun terpaksa mengikuti. 

Baca juga: Empat Pemain Masih Absen, Ini Jawaban Indra Sjafri

“Ada juga wasit tak tahu (ada) pengaturan skor, tapi tak terlibat,” ungkapnya. 
 
Krishna enggan menyebutkan siapa saja wasit yang diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor. Namun, ia mengatakan Satgas sudah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak transaksi kasus pengaturan skor. 

Usai menemui pemain, Satgas kemudian memeriksa wasit Liga 2 di Markas Polda DIY. Dari pemeriksaan, wasit bernama Muhammad Irham menyerahkan data siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor. 

Baca juga: Latihan Perdana, Sembilan Pemain Arema Absen

Namun, Krishna tetap menolak memberikan penjelasan sejauh mana hasil yang dikerjakan Satgas di Yogyakarta. “Untuk hasil nanti Kasubsatgas (Kepala Sub Satgas) Humas (memberi penjelasan),” katanya. 

Sementara, wasit Irham mengaku pernah diancam orang yang memiliki jabatan hingga klub. Bahkan ia berani menyebut hampir seluruh klub Liga 2 terlibat dalam kasus pengaturan skor. 

“Klub di Liga 2 hampir semua (ikut pengaturan skor) seperti itu,” katanya. 

Ia berharap, wasit yang mengetahui adanya kasus dugaan pengaturan skor bisa buka suara. “Ini demi sepakbola Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Video: Wasit Liga 2 Mengaku Sering Diintimidasi
 

(RIZ)

Dua Pemain Asing Anyar Arema Butuh Waktu

Dua pemain asing baru Arema FC, yakni Robert Lima Guimaraes (Brasil) dan Pavel Smolyachenko (Uzbekistan) melahap semua porsi latihan yang diberikan tim pelatih.

Malang: Dua pemain asing baru Arema FC, yakni Robert Lima Guimaraes (Brasil) dan Pavel Smolyachenko (Uzbekistan), langsung ikut latihan perdana di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Kamis 10 Januari 2019. Keduanya tampak melahap semua porsi latihan yang diberikan tim pelatih.

Kedua pemain asing anyar itu, berlatih bersama tiga pemain lokal yang juga baru gabung, yakni Sandy Firmansyah, Ikhfanul Alam, dan Rachmat Latief.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengatakan, kedua pemain asing tersebut baru kali pertama merumput di Indonesia. Wajar jika performa keduanya belum bisa dilihat pada latihan perdana.

Baca juga: Empat Pemain Masih Absen, Ini Jawaban Indra Sjafri

“Pemain baru asing butuh pengalaman juga. Hari ini latihan perdana, tak bisa terburu-buru menilai mereka. Keduanya baru saja datang, memang butuh waktu. Kita tak bisa nilai dulu,” katanya usai latihan.

Menurut pantauan Medcom.id, kedua pemain asing tersebut tak canggung saat melahap setiap porsi latihan. Hanya saja, keduanya terlihat belum banyak berkomunikasi dengan pemain lainnya.

Di sisi lain, pelatih yang akrab disapa Milo ini mengaku masih belum berpikir untuk menambah pemain. Sebab, menurutnya Arema kini memiliki pemain yang cukup, baik dari pemain muda maupun pemain senior.

Baca juga: Latihan Perdana, Sembilan Pemain Arema Absen

“Kita lihat Arema punya empat pemain Timnas yang bagus, hanya sekarang tak ikut latihan. Dan pemain muda bertalenta tahu bagaimana bermain,” ujarnya.

“Tapi ini saatnnya jika mereka (pemain muda) belajar, maka akan masuk ke first team. Ini penting ada juga dari akademi dan memberi motivasi kepada mereka,” pungkasnya.

Pada latihan perdana ini, sembilan pemain pilar Singo Edan absen. Mereka adalah Arthur Cunha, Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Ricky Ohorella, Ridwan Tawainella, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, Muhammad Rafly, dan Dalmiansyah Matutu.

Mayoritas pemain yang absen masih berada di kampung halamannya. Hanya tiga pemain, yakni Hanif, Rafly, dan Matutu yang sedang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?
 

(RIZ)

Latihan Perdana, Sembilan Pemain Arema Absen

Mayoritas pemain absen karena masih berada di kampung halamannya. Tapi ada juga pemain yang absen karena mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22.

Malang: Klub Liga 1 Indonesia Arema FC menggelar latihan perdana pascalibur Tahun Baru 2019 di Stadion Gajayana, Malang, Kamis 10 Januari 2019. Hanya saja, pada latihan kali ini sembilan pemain pilar Singo Edan absen berlatih.

Sembilan pemain yang absen berlatih adalah: Arthur Cunha, Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Ricky Ohorella, Ridwan Tawainella, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, Muhammad Rafly, dan Dalmiansyah Matutu.

Mayoritas pemain absen karena masih berada di kampung halamannya. Tapi ada juga pemain, yakni Hanif, Rafly, dan Matutu, absen berlatih karena mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22.

Baca juga: Wasit Liga 2 Mengaku Sering Diintimidasi

Singo Edan berlatih disaksikan ratusan Aremania. Mereka berkesempatan menyaksikan sejumlah pemain baru Arema, yakni Robert Lima Guimaraes, Pavel Smolyachenko, Sandy Firmansyah, Ikhfanul Alam, dan Rachmat Latief.

Total, 17 pemain Arema hadir pada latihan perdana itu. Latihan langsung dipimpin pelatih baru Arema asal Bosnia, Milomir Seslija. Pelatih yang akrab disapa Milo ini tiba di Malang, Rabu 9 Januari 2019 kemarin.

Milo mengaku optimistis dengan skuat Arema. Menurutnya skuat Singo Edan kini memiliki banyak pemain muda bagus dan berbakat.

Baca juga: Arema Ganti Apparel Anyar pada 2019

“Tapi kami kehilangan banyak pemain sekarang, seperti pemain yang dipanggil Timnas, Hamka, Konate, Arthur, Alfin, Ridwan, dan lain-lain,” kata Milo usai latihan.

Pelatih berusia 54 tahun ini menjelaskan, harmonisasi tim saat ini sudah terbangun 80 persen. Milo mengaku, bersama tim pelatih lainnya tinggal membenahi produktivitas dan mental pemain mudanya.

“Mungkin hanya membangun pemain muda agar bisa siap. Kami tak punya waktu mencari pemain baru. Kami sekarang punya pemain bertalenta,” ungkapnya.

“Bagi saya harus punya target untuk mendapat titel juara musim ini. Saya akan mencoba yang terbaik. Paling penting bagaimana membuat semua komponen klik dan beberapa improvisasi,” pungkasnya.

Berikut daftar pemain Arema FC yang hadir saat latihan perdana:

1. Utam Rusdiana
2. Kurniawan Kartika Ajie
3. Sandy Firmansyah
4. Johan Ahmad Alfarizi
5. Ikhfanul Alam
6. Rachmat Latief
7. Agil Munawar
8. Hendro Siswanto
9. Jayus Hariono
10. Pavel Smolyachenko
11. Dendi Santoso
12. Nasir
13. Sunarto
14. Dedik Setiawan
15. Rivaldy Bawuo
16. Ahmad Nur Hardianto
17. Robert Lima Guimaraes

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?
 

(RIZ)

Empat Pemain Masih Absen, Ini Jawaban Indra Sjafri

Empat pemain yang absen sejak hari pertama seleksi Timnas Indonesia U-22, yakni Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani.

Jakarta: Seleksi tahap pertama Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 sudah memasuki hari keempat, pada Kamis 10 Januari 2019. Hanya saja, sesi latihan kali ini juga belum bisa dihadiri sejumlah pemain yang telah dipanggil.

Seperti diketahui, Indra Sjafri sudah memanggil 38 pemain pada seleksi tahap pertama. Terdapat empat pemain yang masih absen sejak hari pertama hingga kini, yakni Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani.

Indra menjelaskan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan klub yang dibela empat pemain tersebut. Indra hanya mengetahui, bahwa Osvaldo Haay masih berhalangan karena kakaknya menikah. Coach Indra mengonfirmasi Osvaldo sudah bisa ikut latihan pada hari kelima, Jumat esok.

Baca juga: Latihan Perdana, Sembilan Pemain Arema Absen

“Osvaldo akan datang hari ini (Kamis 10 Januari). Tinggal tiga pemain saja yang absen karena masih menjalani pramusim bersama klubnya masing-masing,” kata Indra seusai memimpin latihan di Lapangan ABC Komplek Olahraga Bung Karno.

“Soal tiga pemain yang masih absen itu masih terus didiskusikan jajaran pelatih. Makanya, kemarin saya juga minta nomor kontak pelatih klub terkait,” tambah Indra.

“Kalau Lechia G’Dansk, yang menjadi klub Egy Maulana sudah saya hubungi. Saya bahkan berkomunikasi langsung dengan presiden klub,” lanjut pria asal Sumatra Barat tersebut.

Baca juga: 24 Pesepak Bola Muda Indonesia Berangkat ke Inggris

Sementara itu, Virza Andika, yang sebelumnya absen mulai mengikuti seleksi pada hari ini, Kamis 10 Januari. Menurut Indra, Virza bisa mengikuti ritme latihan dengan baik

“Saya harap Virza sempat berlatih dalam masa jeda musim ini. Tapi tadi saya lihat dia bisa mengikuti,” tutup Indra.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?
 

(RIZ)

Wasit Liga 2 Mengaku Sering Diintimidasi

Muhammad Irham. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Wasit Muhammad Irham sudah menjalani pemeriksaan bersama Satgas Antimafia Bola. Dia menceritakan kerap mendapatkan intimidasi.

Yogyakarta: Wasit kompetisi Liga 2, Muhammad Irham mengaku sering mendapatkan intimidasi saat menjalankan peran sebagai sang pengadil selama kompetisi musim 2018.

Irham menceritakan itu saat diperiksa Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola di Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 10 Januari 2019. 

“Intimidasi-intimidasi terjadi sebelum pertandingan, baik kepada wasit maupun perangkat pertandingan,” kata dia. 

Irham menolak menjelaskan gamblang bentuk intimidasi itu. Ia mengatakan tindakan intimidasi juga menyasar keluarganya. Menurut dia, perlukan yang ia peroleh bertujuan memenangkan klub tertentu pada suatu pertandingan. “Pemain dan klub juga dapat intimidasi,” kata dia. 

Baca: Bruno Matos tak Kesulitan Adaptasi di Persija

Irham menyerahkan daftar nama yang terduga terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor. Data itu ia serahkan kepada penyidik Satgas Antimafia Bola. 

Pendamping hukum Irham, Taufiqurahman mengungkapkan, terduga pelaku intimidasi itu dari pihak yang memiliki jabatan di klub. Bahkan, kata dia, intimidasi terjadi selama kompetisi dimulai. 

“Soal kenapa (ada intimidasi) yang jelas itu kepentingan tertentu. Semua (data) sudah kita sampaikan ke Satgas,” kata dia. 

Video: Timnas U-22 Asah Penyelesaian Akhir dan Kekompakan Lini Pertahanan

(ASM)

Arema Ganti Apparel Anyar pada 2019

Malang: Arema FC kini resmi memiliki apparel baru untuk menjalani musim 2019, yakni Munich-X. Apparel asal Spanyol ini didatangkan untuk menggantikan apparel sebelumnya, Specs.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, pendekatan dengan pihak Munich-X telah dilakukan selama kurang lebih setahun lalu. Namun, Arema sebelumnya masih ada ikatan kontrak dengan Specs empat tahun.

“Kami pengen cari suasana lain. Jadi dengan Specs kami putuskan November tidak diperpanjang dan secara resmi kontrak berakhir 31 Desember kemarin,” kata Ruddy.

Representatif Munich-X Indonesia, Riana mengaku bangga bisa bekerjasama dengan Arema. Pasalnya tim berjuluk Singo Edan itu merupakan salah satu klub sepak bola terbaik di Indonesia.

“Kami bangga bisa menjadi bagian Arema. Arema memiliki suporter terbaik dan solid, Arema memang hebat,” sambungnya.

Manajer Bisnis Arema FC, M Yusrinal Fitriandi menambahkan kerjasama dengan Munich-X telah dilakukan secara intens selama dua bulan terakhir. Hingga akhirnya diputuskan untuk bersama.

Baca: Bruno Matos tak Kesulitan Adaptasi di Persija

“Karena tidak hanya semua kebutuhan perlengkapan latihan dan bertanding pemain saja yang dilengkapi. Tapi juga menyediakan berbagai kebutuhan Arema, mulai latihan perdana, pre session, Piala Indonesia sampai kompetisi Liga 1 2019 bergulir nanti,” bebernya.

Sementara itu, Associate Sponsorship Munich-X, Sonny Agus Santoso mengatakan, Arema adalah tim pertama di Asia Tenggara yang bekerjasama dengan Munich-X.

“Kita ibarat pacarannya udah lama tapi resminya sekarang. Kita hormati kerjasama yang dulu ada. Arema FC pertama di Asia Tenggara,” pungkasnya.

Sebagai informasiz Munich-X didirikan oleh Luis Berneda pada 1939 di Kota Sant Boi de Llobregat, Spanyol Awalnya, Munich-X merupakan produsen sepatu untuk football, rugby, futsal, handball dan tinju pada 1953.

Video: Timnas U-22 Asah Penyelesaian Akhir dan Kekompakan Lini Pertahanan

(ASM)

Bruno Matos tak Kesulitan Adaptasi di Persija

Pemain anyar Persija Jakarta, Bruno Matos (Dok. Persija)

Jakarta: Pemain anyar Persija Jakarta, Bruno Matos, mengakui tidak menemui kesulitan terkait adaptasinya di Persija Jakarta. Ia mengatakan proses adaptasinya berjalan mulus dan tidak mengalami kendala selama beberapa hari terakhir.

Pemain asal Brasil itu didatangkan Persija, Sabtu 5 Januari lalu dari PKNS di Liga Malaysia. Ia mengakui sudah semakin mengerti dengan rekan satu timnya yang lain setelah menjalani latihan selama tiga hari.

Proses adaptasi sendiri memang jadi tantangan untuk pemain baru. Jika itu tidak dilakukan akhirnya mempengaruhi performa pemain bersangkutan. Namun, komunikasi yang berjalan mulus membuatnya mampu cepat menyatu dengan tim, ketika di dalam maupun luar lapangan.

“Tidak ada masalah soal adaptasi. Rekan-rekan pemain maupun pelatih juga membantunya. Mungkin hanya sedikit kelelahan, karena kemarin melakukan perjalanan panjang. Tapi selain itu semua berjalan baik,”ujar Bruno lewat pernyataan yang diterima Medcom.id.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini diproyeksikan untuk mengganti peran Renan Silva yang dilepas oleh Persija. Ia mendapatkan kontrak dengan durasi satu memperkuat Macan Kemayoran.

Sebelumnya, ia bermain bersama PKNS dan membukukan 13 gol dalam 19 penampilan selama 2018. Sebelum bermain di Malaysia, ia pernah bermain di Iran dan Bahrain, serta pernah memperkuat Red Star Belgrade pada musim 2015-2016.

“Sekali lagi seperti yang sudah saya bilang di awal, saya ingin bermain bagus untuk seluruh elemen Persija, terutama Jakmania yang luar biasa bahkan lebih fanatik dibandingkan suporter yang klub saya bela sebelumnya. Saya ingin jadi pelayan baik untuk rekan-rekan saya di lapangan,”tutupnya.

(REN)

Pelatih Anyar Arema Siap Jawab Tantangan Aremania

Milomir Seslija sadar akan tantangan yang diberikan oleh Aremania. Seslija berjanji tampil maksimal untuk menjuarai Liga 1 2019 dengan memanfaatkan komposisi pemain yang ada.

Malang: Pelatih baru Arema FC, Milomir Seslija mengaku siap menjawab tuntutan dari suporter Arema (Aremania) untuk menjuarai Liga Indonesia 1 2019. Oleh karena itu, dia meminta seluruh komponen tim untuk bekerja bersama-sama.

“Saya harus positif menanggapi tuntutan itu (Aremania). Aremania boleh berikan pressure. Tapi saya berharap biarkan pemain Arema menikmati pertandingan agar target musim ini lebih baik dari musim lalu,” kata Seslija dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Di sisi lain, pelatih yang akrab disapa Milo ini mengaku telah memahami komposisi pemain Arema untuk musim 2019. Sebab, mayoritas pemain Singo Edan saat ini sama seperti musim lalu.

“Saya menonton pertandingan Arema setelah meninggalkan Madura United musim lalu. Sebanyak 75 sampai 80 persen pemain bertahan. Saya mengapresiasi, itu keputusan yang bagus,” sambungnya.

Sehingga, mantan Pelatih Madura United ini menegaskan, bahwa pemain muda Arema harus diberikan pengalaman bermain. Hal itu untuk menambah jam terbang mereka.

Baca: Pelatih Arema Bakal Terapkan Larangan Makan Nasi Goreng ke Pemain

Seperti diketahui Arema memiliki sejumlah pemain muda gemilang. Sebut saja ada Hanif Sjahbandi, Bagas Adi Nugroho, Muhammad Rafli, Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, Jayus Hariono, Ahmad Hardianto, dan lain-lain.

“Ditambah dengan pemain senior yang memiliki pengalaman seperti Hamka Hamzah, Dendi Santoso, Hendro Siswanto dan Makan Konate. Arema hanya butuh dua sampai tiga pemain lagi terutama di posisi striker,” tutur Seslija.

Sebelumnya, saat proses negoisasi dengan Arema, Milo mengaku telah merekomendasikan kepada pihak manajemen untuk mempertahankan beberapa pemain senior. Seperti Hamka Hamzah dan Makan Konate.

“Tidak bisa ketika hanya mengandalkan pemain muda, mereka butuh proses. Sebab, saat proses itu, justru biasanya kesalahan terjadi saat pertandingan. Maka dari itu dibutuhkan pemain senior dan berpengalaman,” pungkasnya.

Video: Timnas U-22 Asah Penyelesaian Akhir dan Kekompakan Lini Pertahanan

(ASM)

Dua Pemain Asing Arema Ikut Latihan Perdana Hari Ini

Arema FC mengonfirmasi merekrut dua pemain asing. Sebelum tampil di Liga 1 2019, mereka akan didaftarkan ke Piala Indonesia.

Malang: Arema FC mendatangkan dua pemain asing baru untuk melengkapi kebutuhan skuat musim 2019. Kedua pemain ini rencananya bakal hadir pada latihan perdana Arema di Stadion Gajayana, Malang, Kamis 10 Januari 2019 pukul 15.00 WIB.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, dua pemain asing baru tersebut berposisi sebagai striker dan gelandang bertahan. Sang striker berasal dari Brasil, sedangkan gelandang bertahan berasal dari Uzbekistan.

“Secara teknis nggak seleksi. Kita hanya mengikuti regulasi saja. Yakni regulasi secara administrasi secara medical test,” kata Ruddy, Rabu 9 Januari 2019.

Ruddy memang tidak menyebutkan secara rinci nama-nama pemain tersebut. Namun menurut informasi yang didapat, kedua pemain itu antara lain striker Robert Lima Guimaraes (Brasil) dan Pavel Smolyachenko (Uzbekistan).

Selanjutnya kedua pemain asing ini bakal segera didaftarkan agar bisa bertanding dalam kompetisi Piala Indonesia. Menurut Ruddy, masalah persyaratan pemain di Piala Indonesia lebih ringan dibanding liga resmi.

Baca: Pelatih Arema Bakal Terapkan Larangan Makan Nasi Goreng ke Pemain

“Untuk keimigrasian dua pemain ini, kita tidak akan melanggar, masih on proses kitas. Piala Indonesia masih didaftarkan plus pemain-pemain lokal yang baru,” sambungnya.

Selain mendatangkan dua pemain asing baru, Arema juga menggaet sejumlah pemain lokal baru. Yakni Sandy Firmansyah (penjaga gawang), Ikhfanul Alam (pemain bertahan), dan Rachmat Latief (pemain bertahan).

Di sisi lain, pada latihan perdana nanti, ada beberapa pemain yang absen. Terutama empat pemain Arema yang dipanggil Timnas Indonesia U-22 untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan turnamen pada 2019.

“Hampir semua gelandang tengah Arema untuk timnasnya Coach Indra Sjafri. Mudah-mudahan mereka sukses di sana. Latihan perdana lumayan banyak yang absen. Pemain dari Indonesia Timur juga ada yang kesulitan tiket kembali dan izin,” pungkasnya.

Video: Timnas U-22 Asah Penyelesaian Akhir dan Kekompakan Lini Pertahanan

(ASM)

Persib Ikat Miljan Radovic Semusim

Radovic akan dikontrak selama semusim dan akan diperpanjang jika mampu mencapai target yang ditentukan.

Bandung: Persib Bandung telah mencapai kesepakatan dengan Miljan Radovic menjadi pelatih kepala. Radovic akan menangani Maung Bandung untuk durasi satu musim usai teken kontrak di Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

“Sudah kejelasan, bahwa Miljan (Radovic) sudah ditunjuk secara resmi oleh PT Persib Bandung Bermartabat menjadi kepala pelatih. Akan mengawaki satu tahun,” kata Komisaris PT PBB, Kuswara S. Taryono, di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

Kuswara menuturkan, kemungkinan akan memperpanjang kontrak Radovic jika bisa membawa Persib juara di musim ini. Piala Indonesia menjadi target terdekat Persib terhadap Radovic untuk merengkuh gelar juara.

“Opsi dimungkinkan diperpanjang. Konsentrasi pertama untuk Piala Indonesia, dengan target tetap ingin juara,” sambung Kuswara.

Sementara itu Radovic mengaku senang bisa kembali lagi ke Persib. Pasalnya pria asal Montenegro ini pernah berkostum Persib pada musim 2011-2013.

“Saya senang jadi pelatih di Persib, karena saya pernah main di Persib. Saya sudah bicara sama pemain dan manajemen, saya berusaha untuk juara, saya datang untuk itu, saya serius untuk itu. Saya mengerti semua disini,” ungkap Radovic di tempat yang sama.

Radovic mengaku, sudah memiliki pengalaman sebagai pelatih saat berkarir di Eropa. Bahkan Radovic mengaku telah menjajal sebagai pelatih selama tiga tahun di Montenegro.

“Sudah di Eropa tiga tahun, saya punya experience. Jadi saya siap di sini (Persib),” tegas Radovic.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Pelatih Arema Bakal Terapkan Larangan Makan Nasi Goreng ke Pemain

Nasi goreng memiliki kadar minyak tinggi dan tidak bagus bagi atlet profesional. Namun, Milo mengizinkan pemainnya makan nasi goreng pada hari raya.

Malang: Pelatih baru Arema FC, Milomir Seslija mengaku bakal menerapkan sejumlah aturan khusus kepada pemainnya pada musim 2019. Salah satunya melarang para punggawanya mengkonsumsi makanan nasi goreng.

“Saya suka nasi goreng, tapi peraturan itu tetap akan dilaksakanan. Soal makanan tentu akan diatur sebelum dan sesudah pertandingan,” katanya dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Seperti diketahui, pelatih yang akrab disapa Milo ini bukan sosok baru di tubuh Arema. Sebelumnya pelatih berusia 54 tahun ini pernah melatih tim berjuluk Singo Edan pada musim 2016 silam.
 

Baca juga: Pelatih Baru Arema FC Siap Jawab Tantangan Suporter

Saat melatih Arema, Milo menerapkan denda Rp5 juta bagi pemainnya yang kedapatan memakan nasi goreng. Sebab menurutnya, nasi goreng memiliki kadar minyak yang tinggi dan tidak bagus bagi para pemainnya.

Aturan tersebut merupakan upaya untuk mengontrol makanan yang dikonsumsi pemain, terutama saat laga tandang. Hanya saja, Milo mengaku kali ini ada pengecualian untuk pemainnya terkait aturan tersebut.

“Saya memperbolehkan pemain makan nasi goreng hanya pada hari raya saja. Saya menghargai budaya lokal di Indonesia. Jika ada makanan-makanan tertentu yang mereka suka, saya tidak akan melarang terlalu berlebihan,” urainya.

Baca juga: Milomir Seslija: Skuad Arema Musim 2019 Seperti Berlian

Di sisi lain, pelatih asal Bosnia ini mengaku bakal menyiapkan sejumlah rencana dan berusaha semaksimal mungkin saat menukangi Arema. Hal itu demi hasil yang lebih baik dibanding musim lalu.

“Bermain menjauhi degradasi dan bermain untuk menjadi juara itu berbeda, tensinya berbeda. Di Indonesia itu, tim A bisa kalahkan tim B, tim B bisa kalahkan tim C. Jadi tidak ada yang benar-benar dominan,” jelasnya.

“Tidak ada yang benar-benar favorit di tiap musimnya siapa yang juara. Itu yang buat kompetisi di Indonesia menarik,” pungkasnya.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

Lopicic Dianggap Tua, Pelatih Persib Geram

Menurut Radovic, Lopicic cocok dengan skemanya. Ia juga menolak anggapan Lopicic terlalu tua karena ia percaya dengan kemampuan sang playmaker.

Bandung: Pelatih kepala Persib Bandung Miljan Radovic telah memutuskan untuk memilih Srdan Lopicic sebagai motor serangan di lini tengah menggantikan Jonathan Bauman. Radovic pun menepis jika Lopicic sudah tua dan telah habis mengolah bola di lapang hijau.

“Saya tidak suka orang bicara tua atau muda, di sepak bola tidak ada,” tegas Radovic di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

Radovic menuturkan, pemain yang sudah menginjak usia 35 tahun tersebut cocok dalam skema permainan yang akan diterapkan di Persib. Bahkan Radovic menilai Lopicic masih memiliki skill yang memumpuni untuk menjadi motor serangan di lini tengah.

Baca juga: Persib Ikat Miljan Ravovic Semusim

“Saya pikir dia bagus, karena untuk formasi saya dia bagus,” lanjutnya.

Di kancah sepakbola Indonesia, Lopicic memang sudah membela beberapa klub di antaranya Persisam Putra Samarinda, Bhayangkara FC, Pusamania Borneo FC, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan dan Borneo FC.

Namun karir Lopicic sempat redup, karena mengalami cedera dan memilih pulang kampung ke Montenegro. Di sana lah Radovic mulai dekat dengan Lopicic karena sempat melatih dan turut memulihkan cederanya di klub asal Montenegro.

Baca juga: Persib Rekrut Vizcarra dan Lopicic

“Saya tahu dia dari Montenegro, dia punya fisik dan bodi, karena di medical tes dia bagus. Jadi saya pilih dia,” ungkap Radovic.

Kehadiran Lopicic pun akan membuat saingan di lini tengah semakin ketat. Terlebih Persib pun merekrut eks pemain Sriwijaya FC, Esteban Viscara, yang kerap mengisi posisi lini tengah lapangan.

Sementara itu, di tubuh Persib saat ini pemain yang masih bertahan untuk posisi lini tengah terdapat setidaknya lima pemain yakni Atep, Febri Hariyadi, Ghozali Siregar, Dedi Kusnandar dan Gian Zola yang telah habis masa pinjamannya di Persela Lamongan.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Pelatih Baru Arema FC Siap Jawab Tantangan Suporter

Aremania diharapkan membiarkan pemain Arema menikmati pertandingan. Apalagi akan ada banyak pemain muda yang bermain.

Malang: Pelatih baru Arema FC, Milomir Seslija mengaku siap menjawab tuntutan dari suporter Arema yakni Aremania untuk menjuarai Liga Indonesia 1 2019. Oleh karena itu dia meminta seluruh komponen tim untuk bekerja bersama-sama.

“Saya harus positif menanggapi tuntutan itu (Aremania). Aremania boleh berikan pressure. Tapi saya berharap biarkan pemain Arema menikmati pertandingan agar target musim ini lebih baik dari musim lalu,” katanya dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Di sisi lain, pelatih yang akrab disapa Milo ini mengaku telah memahami komposisi pemain Arema untuk musim 2019. Sebab, mayoritas pemain Singo Edan saat ini sama seperti musim lalu.

Baca juga: Milomir Seslija: Skuad Arema Musim 2019 Seperti Berlian

“Saya menonton pertandingan Arema setelah meninggalkan Madura United musim lalu. Sebanyak 75 sampai 80 persen pemain bertahan. Saya mengapresiasi, itu keputusan yang bagus,” ujarnya.

Sehingga, mantan Pelatih Madura United ini menegaskan bahwa pemain muda Arema harus diberikan pengalaman bermain. Hal itu untuk menambah jam terbang mereka.

Seperti diketahui Arema memiliki sejumlah pemain muda gemilang. Seperti Hanif Sjahbandi, Bagas Adi Nugroho, Muhammad Rafli, Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, Jayus Hariono, Ahmad Hardianto dan lain-lain.

Baca juga: Datangkan Pelatih Baru, Arema Fokus Tatap Piala Indonesia

“Ditambah dengan pemain senior yang memiliki pengalaman seperti Hamka Hamzah, Dendi Santoso, Hendro Siswanto dan Makan Konate. Arema hanya butuh dua sampai tiga pemain lagi terutama di posisi striker,” ungkapnya.

Sebelumnya saat proses negoisasi dengan Arema, Milo mengaku telah merekomendasikan kepada pihak manajemen untuk mempertahankan beberapa pemain senior. Seperti Hamka Hamzah dan Makan Konate.

“Tidak bisa ketika hanya mengandalkan pemain muda, mereka butuh proses. Sebab saat proses itu justru biasanya kesalahan terjadi saat pertandingan. Maka dari itu dibutuhkan pemain senior dan berpengalaman,” pungkasnya.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Persib Rekrut Vizcarra dan Lopicic

Keputusan untuk merekrut Vizcarra dan Lopcic merupakan permintaan dari pelatih Radovic. Selain dua pemain itu, Maung Bandung merekrut dua pemain lain, yaitu N’Douassel dan Malisic.

Bandung: Persib Bandung mulai melakukan perekrutan pemain untuk mengarungi musim 2019 ini. Dua pemain dipastikan akan merepat ke Bandung yakni Esteban Vizcarra dan Srdan Lopicic.

Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, pihaknya telah mengamankan tiga pemain asing dan naturalisasi untuk musim 2019. Viscara dan Lopicic merupakan pemain yang telah siap bergabung dengan Maung Bandung.

“Kita sudah sepakati, ada empat orang. Bojan Malisic, Ezechiel N’Douassel, Esteban Vizcarra dan Srdan Lopicic,” ujar Kuswara di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

Baca juga: Victor Igbonefo Tinggalkan Persib Bandung

Kuswara menuturkan, keputusan rekrut Vizcarra dan Lopicic merupakan rekomendasi dari Miljan Radovic sebagai pelatih kepala. Manajemen pun, lanjut Kuswara, tidak melakukan intervensi atas keputusan Radovic untuk menentukan pemain termasuk asing.

“Ini sudah menjadi keputusan bersama setelah kita melakukan rapat,” sambung Kuswara.

Sementara itu, Kuswara mengaku masih mengincar beberapa pemain lain termasuk pemain lokal untuk memperkuat Maung Bandung musim ini. Namun ia masih enggan membuka sosok pemain yang tengah diburu dan telah sepakat untuk bergabung dengan Persib.
 

Baca juga: Umuh: Victor Minta Putus Kontrak dengan Persib

“Kemudian untuk pemain yang lainnya, mohon bersabar, karena akan diumumkan pada hari Senin, 14 Januari (2019) nanti,” tuturnya.

Diakui Kuswara, beberapa pemain incaran masih terikat kontrak dengan klub lain meski sudah sepakat secara lisan. “Kita masih menghormati kontrak mereka dengan tim lain, karena ada yang sampai tanggal 12, 13 (Januari) habis kontraknya,” pungkas Kuswara.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Resmi, Milomir Seslija Kembali Tukangi Arema FC

Milomir Seslija (kanan) diperkenalkan ke awak media (Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)

Milo bukanlah sosok asing bagi Arema. Ia pernah menangani Singo Edan pada 2016 lalu dan memiliki rekor yang cukup mentereng.

Malang: Arema FC telah resmi menunjuk Milomir Seslija sebagai pelatih baru mereka untuk menjalani musim 2019. Pelatih asal Bosnia ini tiba di Malang sejak Rabu, 9 Januari 2019.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku sebelum Liga Indonesia 1 2018 berakhir, pihaknya sebenarnya telah mengumpulkan beberapa kandidat untuk menggantikan pelatih lama, Milan Petrovic.

“Arema menentukan pelatih kepala musim ini dengan cara yang beda. Kami sangat melibatkan asisten pelatih dan beberapa pemain,” katanya dalam konferensi pers di Kandang Singa.

Ruddy menjelaskan sebelumnya ada empat pelatih yang diincar Arema. Yakni tiga pelatih asing dan satu pelatih lokal. Namun akhirnya tim berjuluk Singo Edan ini menjatuhkan pilihan pada Milomir Seslija.

Baca juga: Ikut Piala Indonesia, PSIS Semarang Buka Peluang Seleksi Pemain Asing

“Sesuai arahan CEO Arema (Iwan Budianto), pelatih kepala Arema harus pelatih asing. Kita maunya pelatih yang sudah tau Arema, kita nggak mau seperti musim lalu yang sama sekali tidak tahu,” ujarnya.

Milo, sapaan akrab Milomir Seslija, dipilih manajemen karena dia bukan sosok baru di Arema. Sebab, ex pelatih Madura United ini sebelumnya pernah menangani Arema pada musim 2016.

“Milo tau karakter sebagian besar pemain Arema saat ini. Dan track recordnya selama di Arema dulu, dia meninggalkan jejak yang bagus. Sehingga dipilihlah Milo,” terangnya.

Sebelumnya, Arema telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengumumkan pelatih anyar hari ini. Teka-teki tentang pelatih baru Arema terjawab dengan mendatangkan pelatih lama mereka.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

Persib Ikat Miljan Ravovic Semusim

Radovic akan dikontrak selama semusim dan akan diperpanjang jika mampu mencapai target yang ditentukan.

Bandung: Persib Bandung telah mencapai kesepakatan dengan Miljan Radovic menjadi pelatih kepala. Radovic akan menangani Maung Bandung untuk durasi satu musim usai teken kontrak di Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

“Sudah kejelasan, bahwa Miljan (Radovic) sudah ditunjuk secara resmi oleh PT Persib Bandung Bermartabat menjadi kepala pelatih. Akan mengawaki satu tahun,” kata Komisaris PT PBB, Kuswara S. Taryono, di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

Kuswara menuturkan, kemungkinan akan memperpanjang kontrak Radovic jika bisa membawa Persib juara di musim ini. Piala Indonesia menjadi target terdekat Persib terhadap Radovic untuk merengkuh gelar juara.

“Opsi dimungkinkan diperpanjang. Konsentrasi pertama untuk Piala Indonesia, dengan target tetap ingin juara,” sambung Kuswara.

Sementara itu Radovic mengaku senang bisa kembali lagi ke Persib. Pasalnya pria asal Montenegro ini pernah berkostum Persib pada musim 2011-2013.

“Saya senang jadi pelatih di Persib, karena saya pernah main di Persib. Saya sudah bicara sama pemain dan manajemen, saya berusaha untuk juara, saya datang untuk itu, saya serius untuk itu. Saya mengerti semua disini,” ungkap Radovic di tempat yang sama.

Radovic mengaku, sudah memiliki pengalaman sebagai pelatih saat berkarir di Eropa. Bahkan Radovic mengaku telah menjajal sebagai pelatih selama tiga tahun di Montenegro.

“Sudah di Eropa tiga tahun, saya punya experience. Jadi saya siap di sini (Persib),” tegas Radovic.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Jalin Silaturahmi, Bonek Gelar Sholawat dan Doa Bersama

Sholawat dan doa bersama dilakukan agar semakin mendekatkan sesama Bonek.

Surabaya: Suporter Persebaya Surabaya atau disebut Bonek mania akan menggelar shalawat dan doa bersama di Jatim Expo Jalan Achmad Yani Surabaya. Acara bertajuk “Bonek Charity” tersebut dibuka untuk umum. 

Perwakilan salah satu Bonek tribun Timur, Hasan Tiro mengungkapkan kegiatan Bonek Charity sengaja digelar untuk menyatukan kembali silaturahmi dan kekompakan Bonek. Kegiatan tersebut akan digelar pada Selasa, (22/1) mendatang.

“Kita menyadari suporter Bonek datang dari berbagai kawasan. Nah, kita bermaksud untuk menjalin silaturahmi tersebut, mempersatukan kembali teman-teman Bonek di masing-masing tribun, Dengan cara apa? Yakni dengan shalawat dan doa bersama,” ujar Hasan Tiro dalam konferensi pers di Jatim Expo, Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019. 

Disamping itu, para Bonek Mania juga akan mendoakan para pemain Persebaya agar tetap semangat dan berhasil dalam memenangkan pertandingan apapun nantinya. 
 

Baca juga: Persib Rekrut Vizcarra dan Lopicic

 
“Kita sempatkan juga mendoakan Persebaya. Karena selama liga satu kemarin, ada yang mengalami accident,” katanya. 

Hubungan Bonek satu dengan Bonek lainnya tidak hanya dipertemukan dalam berbagai event pertandingan. Menurutnya, banyak kegiatan positif yang membuat Bonek kembali bersatu. Salah satunya adalah kegiatan peduli sosial. 

“Seringkali kami dipertemukan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang kami namai Bonek Peduli. Misal, mengirimkan sejumlah bantuan kepada korban bencana alam yang ada di Lombok, Palu hingga Donggala. Bantuan itu kami dapatkan dari berbagai santunan dari rekan-rekan Bonek,” tambahnya. 

Bahkan, Bonek juga berencana mengirimkan bantuan terhadap korban bencana gempa dan tsunami di selat Sunda. “Kegiatan-kegiatan seperti ini demi menjaga Marwah Bonek. Tak ada muatan politis, kami hanya ingin menunjukkan bahwa Bonek juga bisa mandiri dan saling membantu terhadap sesama,” tandasnya.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

Datangkan Pelatih Baru, Arema Fokus Tatap Piala Indonesia

Milomir Seslija (kanan) diharapkan mampu membawa Arema tampil baik di Piala Indonesia (Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)

Mayoritas pemain Arema saat ini merupakan anak-anak asuh Milo pada musim 2016. Karenanya, persiapan dua minggu dirasa cukup.

Malang: Arema FC baru saja mendatangkan pelatih kepala baru untuk menjalani musim 2019 yakni Milomir Seslija. Kini tim berjuluk Singo Edan itu langsung fokus menatap laga terdekat dalam kompetisi Piala Indonesia.

Sebagai informasi, hasil undian Babak 32 Besar Piala Indonesia menunjukkan Arema bertemu klub Liga 2 Persita Tangerang. Rencananya, kedua tim ini dijadwalkan bakal bertanding pada akhir Januari 2019.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku optimis dengan hadirnya pelatih yang akrab disapa Milo itu. Pasalnya pelatih asal Bosnia ini sebelumnya pernah menangani Arema pada musim 2016 lalu.

“Jadi Coach Milo tidak perlu adaptasi lagi. Dia sudah tau komposisi pemain Arema karena mayoritas pemain saat ini merupakan anak didiknya pada 2016 lalu. Jadi dia sudah konsep bermain dan sebagainya,” katanya dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.
 

Baca juga: Resmi, Milomir Seslija Kembali Tukangi Arema FC

Sehingga Ruddy yakin Milo tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan skuad Arema. Rencananya, tim Arema bakal mulai latihan perdana di Stadion Gajayana, Malang, pada Kamis, 10 Januari 2019 besok.

“Dua minggu persiapan kurang lebih untuk Piala Indonesia. Setelah kita kandang lawan Persita lalu kita tandang di Tangerang,” ujarnya.

Di sisi lain, Ruddy menyebutkan bahwa starting eleven Arema musim ini tidak berubah dengan musim lalu. Selain itu, diakuinya Milo cukup senang dengan komposisi pemain Singo Edan saat ini.

“Kita hanya perlu striker dan gelandang asing yang benar-benar bisa mengangkat tim ini karena yang lain sudah bagus. Mayoritas starting eleven anak buahnya Coach Milo di 2016, jadi dia sudah tau komposisi itu,” pungkasnya.

Video: PSSI Setengah Hati Berantas Match Fixing?

Milomir Seslija: Skuad Arema Musim 2019 Seperti Berlian

Milo mengaku sudah mengenal sebagian besar anak-anak asuhnya. Tapi, ia merasa Arema masih bisa lebih baik lagi.

Malang: Pelatih baru Arema FC, Milomir Seslija mengaku senang bisa kembali menukangi Arema untuk musim 2019. Sebelumnya pelatih yang akrab disapa Milo ini pernah melatih Singo Edan pada musim 2016 lalu.

“Saya senang bisa kembali di sini (Arema). Hati saya di sini. Saya senang akan berkumpul dengan pemain penuh talenta. Saya merasa sudah ada chemistry dengan Arema,” katanya dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Milo menegaskan bakal membawa Arema menjadi lebih baik musim ini. Pelatih asal Bosnia ini juga berharap Arema mampu belajar dari kesalahan musim lalu demi hasil yang lebih bagus.

“Saya harus tau pemain Arema dulu untuk musim 2019. Mayoritas saya sudah tau. Skuad 2019 punya potensial seperti berlian. Tapi perlu dipoles lagi,” ungkapnya.

Mantan Pelatih Madura United ini juga mengungkapkan bahwa seluruh pemain Arema penting baginya. Oleh karena itu dia mengaku bakal memberikan kesempatan bagi seluruh pemainnya di setiap pertandingan.
 

Baca juga: Resmi, Milomir Seslija Kembali Tukangi Arema FC

“Tiap pertandingan beda, taktik yang akan diterapkan juga beda. Saya paham Aremania (julukan suporter Arema FC) ingin seperti apa tentang permainan Arema. Dominasi permainan tim lawan dan coba memenangkan,” ungkapnya.

Saat ini, Arema tengah fokus menatap Babak 32 Besar Piala Indonesia yakni melawan klub Liga 2 Persita Tangerang. Rencananya, kedua tim ini dijadwalkan bakal bertanding pada akhir Januari 2019.

Milo pun mengaku bakal mengajak seluruh pihak untuk melakukan persiapan bersama-sama, baik pemain dan manajemen. Sebab menurutnya, waktu persiapan menuju laga tersebut tidak panjang.

“Waktu tidak ideal, libur satu bulan dan hanya dua minggu persiapan menjelang pertandingan Piala Indonesia,” keluhnya.

“Tapi saya yakin dengan berjalannya waktu Arema akan semakin baik dengan syarat pemain jangan meremehkan tim lain. Meskipun itu berada di kasta lebih bawah dari Arema,” pungkasnya.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

Umuh: Victor Minta Putus Kontrak dengan Persib

Igbonefo memilih meninggalkan Persib dan bergabung dengan Rayong agar lebih dekat dengan keluarganya yang tinggal di Thailand.

Bandung: Manajemen Persib Bandung memastikan tidak melakukan kerja sama lagi dengan Victor Igbonefo untuk musim 2019. Pasalnya Victor telah meminta untuk tidak melanjutkan bermain di Persib dan memilih pindah ke klub Thailand, PTT Rayong.

Menurut manajer Persib, Umuh Muchtar, kepindahan pemain naturalisasi itu telah disepakati tanpa ada kompensasi baik transfer ke Rayong maupun honor kepada Victor. Pasalnya kepindahan tersebut diinginkan Victor yang memilih putus kontrak dengan Persib meski menyisakan hingga 2020 mendatang.

“Victor, dia baik-baik. Dia bilang tidak bisa bergabung lagi dengan Persib. Dia yang mundur, jadi tidak ada tuntutan apa-apa, jadi sudah sepakat Victor dilepas dan tidak ada lagi kaitan untuk kewajiban-kewajiban. Sudah selesai,” ujar Umuh di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 9 Januari 2019.
 

Baca juga: Victor Igbonefo Tinggalkan Persib Bandung

Umuh menuturkan, Persib menghormati keputusan Victor untuk mengakhiri kontrak dan melanjutkan karirnya di Negeri Gajah Putih. Umuh pun memastikan saat ini Persib tengah mencari pemain lain untuk menggantikan posisi bek tengah yang biasa diisi Victor.

“Jadi sudah selesai, sekarang kita lagi cari penggantinya. Sudah dibahas, nanti kita akan umumkan,” sambungnya.

Sementara itu, Umuh mengaku alasan Victor hengkang ke Thailand karena ingin dekat dengan keluarga. Pasalnya istri serta anak-anak Victor kini berada di Thailand.

“Karena ingin untuk dekat sengan keluarga, jadi dia (memilih) main di Thailand,” tegas Umuh.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

Akhir Pekan, Persija Jakarta Gelar Laga Amal di Lampung

Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade (kanan) menyapa para pemain Persija Jakarta saat menjalani latihan perdana. (Foto: Antara/Putra Haryo Kurniawan)

Persija Jakarta bakal menyambangi Bandar Lampung. Di sana, Marko Simic dan kawan-kawan bakal menggelar laga amal.

Jakarta: Persija Jakarta akan menggelar laga amal di Stadion PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu 13 Januari 2019. Tujuannya tak lain untuk membantu korban tsunami Selat Sunda.

Adapun tim yang akan dihadapi adalah Lampung All Star dan tim Pra-PON Lampung. Keduanya akan dihadapi Persija dalam satu pertandingan. Babak pertama kontra Lampung All Star dan babak kedua meladeni tim Pra-PON Lampung.

Direktur Persija, Gede Widiade menjelaskan, timnya akan tampil menghibur dalam laga amal tersebut. Dia ingin laga tersebut bisa sedikit mengurangi trauma bencana yang menimpa warga setempat.

“Selain menghibur masyarakat Lampung kami juga berempati dengan membuat donasi kepada korban Tsunami yang terjadi pada akhir tahun kemarin,” kata Gede lewat rilis yang diterima medcom.id, Rabu 9 Januari 2019.

Baca: Victor Igbonefo Tinggalkan Persib Bandung

Donasi yang diberikan Persija, lanjut Gede, tidak hanya berupa bantuan langsung. Tetapi Macan Kemayoran akan menyumbangkan jersey yang digunakan ketika menjuarai Liga 1 Indonesia 2018 agar bisa dilelang.

Meski bersifat laga amal atau hiburan, Persija tetap memboyong seluruh pemainnya ke Lampung. Tak terkecuali, Bruno Matos yang baru mereka rekrut dan Marko Simic yang sudah kembali ke Indonesia. 

“Kamk pastikan semua pemain dibawa ke Lampung, termasuk Marko Simic dan Bruno Matos,” tutup Gede.

Video: PBSI akan Tingkatkan Fasilitas Pelatnas

(ASM)